News

Gelar tradisi Pisungsung Jaladri Di Parang Tritis 11 Juni 2024

today11/06/2024

Background
antarafoto-tradisi-pisungsung-jaladri-110624-hnd-1

antarafoto-tradisi-pisungsung-jaladri-110624

Bensradio.com – Warga mengikuti prosesi Labuhan tradisi Labuhan Pisungsung Jaladri, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (11/6/2024). Acara yang diikuti oleh masyarakat pesisir Pantai Parangtritis itu merupakan bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala rezeki.

 

Pisungsung Jaladri

“Mansingan dowe gawe”, sebuah peribahasa dan lantunan yang sering terdengar di Paranturitis. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan Padukhan Manchingan mengadakan perayaan, kegiatan, dan perayaan yang berkaitan dengan Padukhan. Festival utama atau tradisi budaya utama yang diselenggarakan di Mansingan Paranturitis adalah upacara adat Bekti Pertiwi Pisunsun Jaladri Paranturitis.

Pantai Parangtritis gelar tradisi Labuhan Pisungsung Jaladri
Pantai Parangtritis gelar tradisi Labuhan Pisungsung Jaladri Sumber Photo :https://parangtritis.bantulkab.go.id

Bekti Pertiwi Pisunsun Jaladri merupakan salah satu ritual adat yang terus dilakukan dalam pariwisata Yogyakarta, khususnya di pesisir selatan. Tradisi ini dilakukan di Padukuhan Mansingan, Desa Paranturitis, Kapanewong Kretek, Provinsi Bantul. “Bekti” dapat diartikan pengabdian, “pertiwi” berarti bumi, “pisungsung” berarti persembahan, dan “jaladri” berarti samudera atau lautan. Secara keseluruhan, tradisi ini dapat dilihat sebagai ungkapan rasa bakti terhadap ibu pertiwi atau rasa syukur atas nikmat alam semesta.

Bensradio.com – Di Bekti Pertiwi Pisunsun Jaladri, masyarakat Mansingan mengungkapkan rasa syukurnya dengan melemparkan ubalampe (peralatan perayaan) ke laut. Anugerah yang patut disyukuri datang dalam berbagai bentuk, mulai dari hasil panen, hasil perdagangan, hingga hasil tangkapan ikan. Tradisi Bekti Pertiwi Pisunsun Jaladri telah diwariskan secara turun temurun oleh warga kawasan Pantai Paranturitis sejak tahun 1989.

Adat yang diwarisi nenek moyang kita ini awalnya dilakukan secara sederhana. Namun seiring berjalannya waktu, acara menjadi semakin meriah. Banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang menantikannya. Saat upacara berlangsung, seluruh warga Mansingan sepakat untuk tidak membuka toko, kios, atau warung makan. Layaknya petani dan nelayan, mereka pun mengambil cuti massal untuk berkonsentrasi menyaksikan upacara tersebut.

Written by: Denny Zay

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


0%
Chat Bens Radio
1
Nyok Abang None Yang Mau Kirim2 Salam
Bens Radio 106,2 FM
Nyok Yang Mau Kirim2 Salam,
Abang None Bisa Langsung Berinteraksi Dengan Penyiar Bens Radio Langsung Loh!!!