play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Simbol Kesetiaan dalam Pernikahan Adat Betawi yang Sarat Makna

today06/05/2026

Background
share close

Bensradio.com  – Roti buaya merupakan salah satu makanan khas Betawi yang memiliki nilai budaya dan filosofi yang sangat kuat. Tidak hanya sekadar kuliner, roti ini menjadi simbol penting dalam tradisi pernikahan adat Betawi, khususnya sebagai lambang kesetiaan dan komitmen dalam membangun rumah tangga.

Hingga saat ini, roti buaya masih menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesi seserahan dalam pernikahan masyarakat Betawi di Jakarta.

Asal Usul dan Sejarah Roti Buaya

Sejarah roti buaya bermula pada masa kolonial di Batavia. Saat itu, masyarakat Eropa memiliki kebiasaan memberikan bunga sebagai simbol cinta kepada pasangan.

Terinspirasi dari tradisi tersebut, masyarakat Betawi kemudian menciptakan simbol cinta versi lokal. Mereka memilih buaya sebagai lambang kesetiaan karena hewan ini dipercaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Lingkungan Batavia yang dahulu dipenuhi sungai, seperti Sungai Ciliwung, juga menjadi faktor kuat pemilihan simbol buaya. Hewan ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat itu, sehingga memiliki makna yang relevan secara budaya.

Makna Filosofis Roti Buaya dalam Pernikahan Betawi

Dalam adat Betawi, roti buaya biasanya dibawa oleh pihak pengantin laki-laki sebagai bagian dari seserahan kepada pengantin perempuan.

Roti ini dibuat dalam bentuk sepasang, yaitu:

  • Buaya jantan berukuran lebih besar
  • Buaya betina berukuran lebih kecil

Makna dari sepasang roti buaya meliputi:

  • Simbol kesetiaan dalam pernikahan
  • Komitmen seumur hidup
  • Harapan untuk mendapatkan keturunan

Selain itu, roti buaya juga melambangkan:

  • Kesabaran
  • Keteguhan hati
  • Kejantanan

Keunikan Roti Buaya Dibanding Kuliner Betawi Lainnya

Dibandingkan dengan makanan khas Betawi lainnya seperti kerak telor atau asinan Betawi, roti buaya memiliki keunikan tersendiri.

Beberapa keunikan tersebut antara lain:

  • Tidak hanya sebagai makanan, tetapi bagian dari adat
  • Mengandung nilai simbolis yang kuat
  • Memiliki bentuk unik menyerupai hewan
  • Digunakan dalam prosesi sakral pernikahan
Baca Juga Abang None :  Rilis Lagu Baru, Iwan Fals Jadikan Lagu Barunya Sebagai Film Pendek

Hal ini menjadikan roti buaya sebagai salah satu ikon budaya Betawi yang tidak tergantikan.

Roti Buaya di Era Modern

Seiring perkembangan zaman, roti buaya tidak hanya digunakan dalam pernikahan adat Betawi. Kini, roti ini juga sering hadir dalam berbagai acara budaya, festival, hingga edukasi kuliner tradisional.

Keberadaan roti buaya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia bukan sekadar makanan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang kuat.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.