play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Kabar Anget

Menyentuh Hati! Rully Irawan Rilis “Markisa”, Lagu Tentang Ayah, Rumah, dan Bahasa Cinta untuk Anak

today17/04/2026

Background
share close

Bensradio.com, Copenhagen, Denmark – 17 April 2026 — Musisi sekaligus visual artist, Rully Irawan, resmi menghadirkan karya terbarunya berjudul “Markisa”, sebuah lagu yang sarat makna tentang keluarga, rumah, dan hubungan emosional antara ayah dan anak.

Karya ini lahir dari perjalanan hidup Rully sebagai seorang ayah yang merantau di Eropa. Setelah sempat tertahan di Belanda akibat pandemi COVID-19, kini ia menetap di Copenhagen, Denmark, menjalani kehidupan baru bersama keluarganya.

Konsep RAUN perjalanan hidup Rully Irawan dalam musik
Filosofi RAUN Rully Irawan

Dalam fase tersebut, Rully mengalami perubahan besar — dari individu bebas menjadi sosok ayah penuh tanggung jawab. Tanpa kehadiran keluarga besar di sekitarnya, ia mengambil peran sebagai stay-at-home dad, sambil beradaptasi dengan budaya baru dan mempelajari bahasa Denmark.

Namun di tengah rutinitas tersebut, musik yang sempat lama ia tinggalkan kembali hadir sebagai panggilan jiwa.

Setelah hampir lima tahun tidak aktif bermusik, momen sederhana menjadi titik balik. Saat Rully kembali memainkan gitar di rumah, putrinya, Flora, awalnya merasa terganggu. Namun perlahan, suara musik itu justru menjadi jembatan komunikasi di antara mereka.

Dari situlah lahir lagu “Markisa”, sebuah karya yang menjadi medium untuk menyampaikan perasaan seorang ayah kepada anaknya.

Salah satu liriknya berbunyi:
“Saat nanti kau bisa berbahasa” — menggambarkan harapan akan waktu ketika sang anak mampu memahami perasaan yang kini hanya bisa disampaikan lewat musik.

Filosofi RAUN: Perjalanan Mencari Makna Rumah

Dalam karya ini, Rully juga memperkenalkan konsep RAUN, sebuah filosofi yang sangat personal.

Di Copenhagen, RAUN ia temukan sebagai nama seseorang. Namun di kampung halamannya di Riau, kata ini berarti “berjalan-jalan” atau “berkeliling”.

Bagi Rully, RAUN adalah simbol perjalanan hidup — baik secara fisik maupun emosional — dalam mencari arti rumah, identitas, dan kedamaian.

Baca Juga Abang None :  Steamboat Delight di Vasaka Hotel Jakarta: Sensasi Kuliner Hangat di Rooftop dengan View Kota

Pendekatan musiknya pun sederhana dan jujur. Ia hanya menggunakan instrumen seadanya seperti gitar dan bass, tanpa pretensi, tanpa mencoba menjadi orang lain.

“Markisa”: Simbol Rumah dan Kehangatan

Inspirasi lagu ini juga datang dari hal sederhana: buah kesukaan sang anak, markisa.

Dalam liriknya, Rully menulis:

“Terkadang jangan lupa menepi, lihatlah itu rumahmu juga. Tempat berpuas makan markisa, tempat temukan bagian dari diri sendiri.”

Makna dari lirik ini menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya berhenti sejenak, kembali ke diri sendiri, dan menemukan rasa “pulang” di tengah kehidupan yang terus berjalan.

Written by: Denny Zay

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.