play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Film

Yusuf Mahardika dan Wavi Zihan Ungkap Tantangan Bangun Karakter di Film Rambut Sewu

today06/09/2026

Background
share close

Bensradio.com, Jakarta, 3 September 2026 – Film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tidak hanya mengandalkan teror supranatural untuk membangun ketegangan. Konflik batin dan perjalanan setiap karakter turut menjadi bagian penting yang menggerakkan cerita.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Yusuf Mahardika dan Wavi Zihan, dua pemeran yang memiliki peran penting dalam perjalanan cerita film tersebut. Yusuf memerankan Damar, sedangkan Wavi memainkan dua karakter sekaligus, yakni Wulan dan Sundari.

Bagi Yusuf Mahardika, karakter Damar bukan sekadar sosok pendukung dalam cerita. Damar memiliki keterkaitan dengan misteri yang dialami Wulan ketika sejumlah rahasia dari masa lalu mulai muncul ke permukaan.

“Perjalanan karakter Damar menjadi bagian penting dalam kisah Rambut Sewu: Satu Langkah Getih karena dia bukan hanya hadir sebagai pelengkap cerita, tetapi menjadi salah satu sosok yang membantu membuka lapisan misteri yang terjadi,” ujar Yusuf.

Perjalanan Damar juga memperlihatkan pergulatan seseorang ketika berhadapan dengan ketakutan dan situasi yang berada di luar kendalinya. Ia harus mengambil sejumlah keputusan sulit saat kutukan masa lalu terus membayangi kehidupan para karakter.

Baca Juga Abang None :  Film Dukun Magang Siap Guncang Bioskop Indonesia, Sajikan Horor Komedi Segar dengan 80 Persen Tawa dan 20 Persen Teror

Wavi Zihan Hadapi Tantangan Memerankan Wulan dan Sundari

Tantangan berbeda dihadapi Wavi Zihan. Dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, ia harus membangun karakter Wulan sebagai sosok yang memiliki kemampuan merasakan kehadiran hal-hal mistis.

Namun, Wulan tidak mudah menunjukkan rasa takut yang dialaminya. Ia justru berusaha menyimpan ketakutannya demi menjaga perasaan sang ibu.

“Untuk membangun karakter Wulan, tantangannya adalah bagaimana menggambarkan sosok yang mampu merasakan kehadiran hal-hal mistis, tetapi tetap berusaha menyembunyikan ketakutan tersebut demi menjaga perasaan ibunya,” kata Wavi.

Karakter Wulan lebih banyak menyampaikan emosinya melalui ekspresi, gestur, dan bahasa tubuh. Pendekatan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Wavi karena Wulan bukan karakter yang terbiasa mengungkapkan perasaannya secara langsung.

Wavi juga harus membedakan karakter Wulan dan Sundari. Keduanya memiliki sisi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan akting yang tidak sama.

Tantangan tersebut semakin kompleks ketika Wulan mengalami gangguan supranatural. Wavi harus memperlihatkan perubahan karakter secara meyakinkan tanpa membuatnya terasa berlebihan.

“Selain menghadapi teror dan misteri masa lalunya, tantangan lainnya adalah memerankan dua karakter yang memiliki sisi berbeda, yaitu Wulan dan Sundari. Saya juga harus membangun perbedaan dalam setiap adegan, termasuk ketika Wulan mengalami kerasukan oleh beberapa makhluk dengan perubahan yang tetap terasa meski dilakukan secara halus,” ungkap Wavi.

Baca Juga Abang None :  Tumbal Proyek Hadirkan Horor Misterius dengan Drama Keluarga yang Menegangkan

Wavi Bangun Karakter Wulan Lewat Reading dan Diskusi

Untuk mendapatkan karakter Wulan yang lebih kuat, Wavi melakukan pendalaman bersama sutradara melalui proses reading dan diskusi mengenai karakter.

Dari proses tersebut, ia kemudian membangun sejumlah gestur kecil yang menjadi ciri khas Wulan. Salah satunya adalah kebiasaan memegang leher ketika merasakan sesuatu yang janggal.

Wavi juga menggunakan gestur menyentuh hidung ketika menangkap perubahan suasana di sekitarnya. Detail kecil tersebut menjadi bagian dari cara Wavi menyampaikan kondisi emosional Wulan tanpa harus selalu menggunakan dialog.

Pendekatan ini membuat perjalanan Wulan tidak hanya bergantung pada unsur horor. Penonton juga diajak mengikuti pergulatan emosional karakter ketika berhadapan dengan sesuatu yang sulit dipahami.

Rambut Sewu Hadirkan Horor, Misteri, dan Konflik Masa Lalu

Melalui Damar, Wulan, dan Sundari, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menawarkan cerita horor yang memadukan unsur supranatural dengan misteri dan drama emosional.

Rahasia masa lalu menjadi salah satu bagian yang mendorong konflik dalam cerita. Para karakter harus berhadapan dengan ketakutan sekaligus mencari jawaban atas berbagai peristiwa yang terus menghantui mereka.

Film ini dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, serta Yusuf Mahardika sebagai Damar.

Sejumlah aktor lain turut memperkuat jajaran pemain, di antaranya Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz.

Perpaduan horor, misteri, dan drama menjadi daya tarik utama film ini. Ceritanya tidak hanya berpusat pada teror yang dihadapi para karakter, tetapi juga pada bagaimana mereka menghadapi rahasia, konflik batin, serta kutukan yang berkaitan dengan masa lalu.

Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Written by: Muhammad Daffa

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.