today07/08/2026


Dukcapil DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk berkurang 2.838 jiwa akibat perpindahan penduduk, dinamika kelahiran dan kematian, serta pemutakhiran data administrasi.
Bensradio.com, Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta mengungkap alasan di balik menurunnya jumlah penduduk Ibu Kota berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026. Jumlah penduduk tercatat berkurang sebanyak 2.838 jiwa dibandingkan dengan DKB Semester II Tahun 2025.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa penurunan tersebut bukan dipicu oleh satu faktor tertentu. Menurutnya, perubahan jumlah penduduk merupakan hasil akumulasi dari berbagai dinamika kependudukan yang terus berlangsung sepanjang semester pertama tahun 2026.
“Penurunan jumlah penduduk DKI Jakarta pada Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 sebesar 2.838 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025 bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan akumulasi dari dinamika kependudukan yang terus terjadi,” ujar Denny.
Salah satu penyebab utama berkurangnya jumlah penduduk Jakarta adalah tingginya angka perpindahan keluar daerah. Berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), jumlah warga yang meninggalkan Jakarta jauh lebih besar dibandingkan masyarakat yang datang dan menetap.
Selama Semester I Tahun 2026, tercatat sebanyak 96.396 penduduk pindah keluar DKI Jakarta, sedangkan jumlah penduduk yang masuk hanya mencapai 54.163 orang.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa arus migrasi keluar masih mendominasi, sehingga memberikan dampak langsung terhadap penurunan total penduduk di Ibu Kota.
Selain perpindahan penduduk, Dukcapil juga mencatat adanya perubahan komposisi penduduk akibat dinamika kelahiran dan kematian.
Pada Semester I Tahun 2026, jumlah pencatatan kematian tercatat lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran. Kondisi tersebut ikut memengaruhi berkurangnya jumlah penduduk Jakarta secara keseluruhan.
Fenomena ini menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi pertumbuhan penduduk, karena selisih antara angka kelahiran dan kematian memiliki pengaruh langsung terhadap jumlah penduduk setiap periode.
Dukcapil DKI Jakarta juga menegaskan bahwa proses pembaruan data administrasi kependudukan yang dilakukan secara berkala turut memengaruhi hasil Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026.
Pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan seluruh informasi kependudukan tetap akurat, termasuk pencatatan perpindahan domisili, kematian, hingga perubahan status administrasi warga.
Dengan adanya proses validasi tersebut, data kependudukan menjadi lebih akurat sehingga dapat menggambarkan kondisi riil jumlah penduduk di Jakarta.
Denny menegaskan bahwa penurunan jumlah penduduk Jakarta bukan merupakan fenomena yang berdiri sendiri. Berkurangnya jumlah penduduk merupakan hasil kombinasi dari mobilitas penduduk, perubahan angka kelahiran dan kematian, serta pembaruan data administrasi kependudukan yang dilakukan secara berkesinambungan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dukcapil akan terus melakukan pembaruan data kependudukan secara berkala agar menjadi dasar perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga penyusunan berbagai kebijakan yang tepat sasaran.
Written by: Muhammad Daffa
Post comments (0)