today11/08/2026


Peresmian hasil renovasi MIN 4 Aceh Tamiang di Aceh Tamiang, Sabtu (8/8/2026). Renovasi dilakukan melalui kolaborasi Human Initiative, Songs for Sumatra, diaspora Indonesia di Inggris, pemerintah, serta berbagai mitra.
Bensradio.com, Aceh Tamiang – Pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu bagian penting setelah bencana melanda Aceh Tamiang. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Aceh Tamiang yang kini kembali dapat digunakan sebagai ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa serta guru.
Hasil renovasi sekolah tersebut resmi diresmikan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Renovasi dilakukan melalui kolaborasi Human Initiative bersama Songs for Sumatra dengan dukungan diaspora Indonesia di Inggris, para musisi dan seniman, KBRI London, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.
Perbaikan MIN 4 Aceh Tamiang dilakukan setelah bencana hidrometeorologi merusak sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Kondisi itu sempat membuat aktivitas belajar mengajar berlangsung dalam keterbatasan.
Pemulihan fasilitas sekolah kemudian menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian. Sekolah yang kembali layak digunakan dinilai penting agar siswa dapat melanjutkan proses pendidikan sekaligus membantu guru menjalankan kegiatan pembelajaran dengan kondisi yang lebih mendukung.
Gerakan pemulihan tersebut berawal dari inisiatif Songs for Sumatra. Gerakan ini mempertemukan kepedulian diaspora Indonesia di Inggris, musisi, seniman, KBRI London, dan berbagai pihak dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
Kolaborasi tersebut kemudian diarahkan untuk mendukung pemulihan MIN 4 Aceh Tamiang. Dukungan berbagai pihak memungkinkan sejumlah bagian sekolah yang mengalami kerusakan diperbaiki dan kembali difungsikan.
Dalam proses renovasi, sebanyak 13 ruang kelas diperbaiki. Pekerjaan juga mencakup ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, mushola, toilet, saluran drainase, pagar sekolah, dan gapura.
Instalasi kelistrikan turut diperbaiki untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan perbaikan tersebut, lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai bagi siswa dan tenaga pendidik.
Tidak hanya memperbaiki bangunan, kolaborasi ini juga memberikan dukungan perlengkapan pendidikan bagi para siswa. Sebanyak 723 paket seragam sekolah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan siswa.
Selain itu, sebanyak 713 paket school kits juga diberikan. Paket tersebut berisi tas dan alat tulis yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas belajar siswa sehari-hari.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang ikut mendukung renovasi MIN 4 Aceh Tamiang.
Menurut Armia, dukungan tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan dapat mempertemukan berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini sebagai pertanda bahwa nilai kemanusiaan mampu menyatukan berbagai pihak untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat kita agar pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ujar Armia Pahmi.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur dalam pemulihan sekolah menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat Aceh Tamiang setelah bencana.
Vice President of Organizational Services & Development Human Initiative, Andjar Radite, menilai pemulihan sekolah memiliki arti lebih dari sekadar memperbaiki bangunan yang rusak.
Menurut dia, sekolah merupakan ruang penting bagi guru dan siswa untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan setelah menghadapi dampak bencana.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan kembali sebuah sekolah. Kita sedang menyaksikan sebuah ruang belajar kembali pulih, para guru kembali memiliki tempat yang lebih layak untuk mendidik, dan anak anak kembali mendapatkan ruang untuk belajar, tumbuh, serta membangun cita citanya,” kata Andjar.
Pemulihan MIN 4 Aceh Tamiang diharapkan dapat membantu mengembalikan kegiatan pendidikan secara lebih optimal. Kehadiran fasilitas yang lebih layak juga menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat secara lebih luas.
Peresmian hasil renovasi MIN 4 Aceh Tamiang menjadi bagian dari gerakan #SumatraPulih. Gerakan tersebut membawa semangat kolaborasi dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.
Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, diaspora, pelaku seni, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Melalui semangat Expanding Impact, kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada pemulihan satu fasilitas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak peluang agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Bagi siswa MIN 4 Aceh Tamiang, kembalinya sekolah dalam kondisi yang lebih layak menjadi langkah penting untuk melanjutkan pendidikan. Pemulihan ruang belajar juga menjadi bagian dari proses membangun kembali harapan setelah bencana.
Written by: Muhammad Daffa

Post comments (0)