play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Kerak Telor: Sejarah, Asal Usul, Resep, dan Fakta Makanan Khas Betawi Legendaris

today07/05/2026

Background
share close

Bensradio.com – Kerak telor merupakan salah satu makanan khas Betawi yang paling terkenal dan menjadi ikon kuliner tradisional Jakarta. Hidangan ini memiliki cita rasa gurih, manis, dan aroma khas dari perpaduan beras ketan, telur bebek, ebi, serta serundeng kelapa yang dimasak menggunakan arang tradisional.

Kerak telor hampir selalu hadir dalam berbagai acara budaya Betawi, festival kuliner, hingga Pekan Raya Jakarta. Tidak heran jika makanan tradisional ini menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke ibu kota.

Sejarah Kerak Telor, Kuliner Betawi Sejak Zaman Kolonial

Kerak telor sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Betawi. Makanan ini lahir dari kreativitas masyarakat Betawi dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan lezat bernilai tinggi.

Pada masa penjajahan VOC, kerak telor bahkan dikenal sebagai makanan yang cukup eksklusif dan pernah disajikan untuk kalangan bangsawan Belanda. Awalnya, masyarakat Eropa terbiasa menyantap omelette dengan campuran mi. Namun, masyarakat Betawi kemudian mengganti mi dengan beras ketan agar lebih sesuai dengan bahan lokal dan menghasilkan rasa yang lebih khas.

Dari sinilah lahir kerak telor khas Betawi yang hingga kini masih bertahan sebagai warisan kuliner Nusantara.

Asal Usul Kerak Telor dan Budaya Betawi

Kerak telor berasal dari masyarakat Betawi Kota yang tinggal di kawasan Menteng dan Batavia lama. Kuliner ini berkembang di tengah percampuran budaya yang terjadi di pusat perdagangan Batavia, terutama di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa.

Budaya Betawi sendiri merupakan hasil akulturasi berbagai budaya seperti:

  • Tionghoa
  • Arab
  • India
  • Portugis
  • Belanda

Menurut budayawan Yasmine Zaki Shahab, etnis Betawi mulai terbentuk sekitar tahun 1815 hingga 1893 dari percampuran berbagai suku bangsa yang menetap di Batavia.

Baca Juga Abang None :  <strong>HADIRKAN RIDHO RHOMA, NASSAR HINGGA ERIE SUZAN, PANITIA LCLD V GELAR KONSER GRAND FINAL DI TVRI</strong>

Perpaduan budaya tersebut juga memengaruhi perkembangan kuliner Betawi, termasuk kerak telor yang menjadi simbol kekayaan budaya Jakarta.

Keunikan Kerak Telor Khas Betawi

Salah satu keunikan kerak telor terletak pada bahan dan teknik memasaknya yang masih tradisional.

Bahan Utama Kerak Telor

Kerak telor dibuat dari beberapa bahan utama, yaitu:

  • Beras ketan putih
  • Telur bebek dan telur ayam
  • Ebi atau udang kering
  • Kelapa parut sangrai (serundeng)
  • Bumbu rempah khas Betawi

Penggunaan dua jenis telur memiliki fungsi berbeda:

  • Telur bebek memberikan rasa lebih gurih
  • Telur ayam membuat tekstur lebih lembut dan tidak terlalu kering

Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, serta aroma khas yang menggugah selera.

Teknik Memasak Tradisional Kerak Telor

Kerak telor dimasak menggunakan anglo atau tungku kecil dengan bahan bakar arang batok kelapa maupun kayu rambutan.

Proses memasaknya sangat unik karena wajan akan dibalik menghadap bara api agar bagian atas adonan matang sempurna tanpa harus menggunakan minyak berlebih.

Teknik tradisional ini menghasilkan tekstur kerak yang renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Aroma asap dari arang juga membuat rasa kerak telor semakin khas dan sulit ditemukan pada masakan modern.

Resep Kerak Telor Khas Betawi

Bahan Utama

  • 200 gram beras ketan putih (rendam semalaman)
  • 150 ml air
  • 4 butir telur bebek
  • 50 gram ebi sangrai dan haluskan
  • 4 sdm bawang merah goreng
  • 1 sdt garam

Bahan Serundeng

  • 2 sdm minyak kelapa
  • 20 gram gula merah
  • 1 sdm air asam jawa
  • 100 gram kelapa parut

Bumbu Halus

  • Cabai merah
  • Kencur
  • Jahe
  • Garam
  • Merica

Cara Membuat Kerak Telor

  1. Tumis bumbu halus hingga harum.
  2. Masukkan gula merah dan air asam jawa.
  3. Tambahkan kelapa parut lalu masak hingga menjadi serundeng kering.
  4. Masak beras ketan di atas wajan hingga setengah matang.
  5. Tambahkan telur, ebi, serundeng, dan bawang goreng.
  6. Aduk hingga merata lalu ratakan adonan.
  7. Balik wajan untuk mematangkan bagian atas kerak telor.
  8. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan serundeng.
Baca Juga Abang None :  Universitas Pembangunan Jaya Sukses Selenggarakan Creature 2023

Kerak Telor Semakin Populer di Era Ali Sadikin

Popularitas kerak telor semakin meningkat pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sekitar tahun 1970-an.

Saat itu, kerak telor активно dipromosikan sebagai identitas kuliner Betawi dan banyak dijual di kawasan Monumen Nasional (Monas). Sejak saat itu, kerak telor menjadi salah satu makanan khas Jakarta yang paling dikenal hingga sekarang.

Kerak Telor Jadi Ikon Kuliner Jakarta

Hingga kini, kerak telor tetap menjadi simbol kuliner tradisional Betawi yang terus dilestarikan. Makanan ini tidak hanya menawarkan cita rasa unik, tetapi juga menyimpan sejarah panjang tentang budaya dan kehidupan masyarakat Betawi di masa lalu.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta, mencicipi kerak telor menjadi pengalaman wajib untuk menikmati kelezatan kuliner legendaris khas ibu kota.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.