today22/09/2026


Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 digelar YAPMI di ITC Cempaka Mas, Jakarta, menjadi wadah pencarian dan pengembangan talenta muda.
Bensradio.com – JAKARTA, 20 September 2026 — Panggung Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Minggu (20/9/2026), tak sekadar menjadi ajang unjuk penampilan. Kegiatan yang digelar Yayasan Pembina Asuhan Mandiri Indonesia (YAPMI) tersebut menjadi ruang bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal lebih jauh dunia industri kreatif.
Perhelatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan 40 tahun Majalah Model Indonesia dalam mencari dan membina generasi muda. Para peserta tidak hanya diarahkan pada dunia modeling, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat di bidang pembawa acara, musik, seni peran hingga perfilman.
Ketua Umum YAPMI Iwan Masse Setiawan mengatakan, pembinaan peserta dilakukan dengan melihat potensi, bakat dan minat masing-masing.
“Anak-anak ini bukan hanya dilatih menjadi model. Mereka juga bisa menjadi MC, penyanyi, pemain film dan mengembangkan bakat-bakat lainnya,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, peserta yang menunjukkan potensi dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembinaan lanjutan, termasuk peluang memasuki industri film dan hiburan.
Upaya memperluas pembinaan talenta muda juga dilakukan YAPMI melalui rencana pengembangan program pendidikan perfilman. Salah satunya berupa sekolah film yang direncanakan memberikan pelatihan secara gratis selama tiga bulan untuk peserta angkatan pertama.
Program tersebut nantinya direncanakan berlangsung setiap Sabtu. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan juga akan mendapatkan sertifikat.
“Harapannya mereka bisa bekerja di produksi-produksi nasional bahkan internasional,” kata Iwan.
Rencana tersebut menjadi salah satu langkah YAPMI untuk memberikan jalur pengembangan yang lebih luas bagi peserta, sehingga pengalaman mereka tidak berhenti setelah mengikuti ajang pemilihan.
Keterlibatan peserta dalam dunia perfilman juga berkaitan dengan proyek film yang sedang dikembangkan YAPMI.
Untuk mendukung bidang tersebut, YAPMI telah mendirikan PPI YAPMI Film Produksi. Peserta yang dinilai memiliki potensi nantinya dapat mengikuti proses seleksi dan casting untuk proyek film yang tengah dipersiapkan.
“Hubungannya nanti anak-anak ini yang kami seleksi untuk main film tersebut,” ujar Iwan.
Bagi YAPMI, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Ajang Cover Girl, Boy & Kids tidak hanya berhenti pada pencarian pemenang, tetapi juga membuka kemungkinan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman baru di industri hiburan.
Perjalanan pencarian talenta melalui Majalah Model Indonesia telah berlangsung selama empat dekade.
Iwan menjelaskan, publikasi tersebut pada awalnya hadir dalam bentuk tabloid sebelum kemudian berkembang menjadi majalah pada 1986. Sejak itu, pemilihan Cover Boy dan Cover Girl terus menjadi bagian dari aktivitas pencarian bakat.
Sejumlah nama yang pernah mengikuti ajang tersebut antara lain Arzeti dan Oka Sugawa.
Di tengah perubahan pola konsumsi informasi, Majalah Model Indonesia juga ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadirannya kini tidak hanya melalui media cetak, tetapi telah berkembang ke platform digital.
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 turut mendapat dukungan dari manajemen ITC Cempaka Mas.
Perwakilan ITC Cempaka Mas, Bram, mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan YAPMI yang kembali memilih lokasi tersebut sebagai tempat penyelenggaraan.
“Ini sudah kedua kalinya diselenggarakan di tempat kami. Mudah-mudahan di tahun depan bisa kembali bekerja sama,” ujar Bram.
Menurut Bram, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ITC Cempaka Mas sebagai lokasi dengan area yang luas, akses yang mudah serta fasilitas parkir yang memadai.
ITC Cempaka Mas juga mendukung kegiatan yang memberikan ruang kepada talenta muda untuk mengembangkan potensi mereka di bidang modeling, seni pertunjukan maupun perfilman.
Aktor senior Oka Sugawa hadir sebagai salah satu dewan juri dalam Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026. Oka memiliki hubungan dengan perjalanan Majalah Model Indonesia karena pernah menjadi finalis pada 1993.
“Saya dari finalis Majalah Model di tahun 1993. Sebagai salah satu dewan juri, saya senang dengan gelaran acara ini karena bisa mencari bibit muda di seluruh Nusantara untuk fashion show, akting, menyanyi,” ujar Oka.
Oka juga mengungkapkan keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan YAPMI di berbagai daerah, antara lain Papua, Makassar dan Kalimantan.
Keberagaman asal peserta menjadi salah satu bagian menarik dari ajang pencarian talenta tersebut.
Pembina YAPMI, Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, S.PB., FICS., DFM., mengatakan dirinya telah mendukung kegiatan pembinaan YAPMI selama sekitar 20 tahun.
Menurut Victor, pembinaan generasi muda melalui ajang tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan.
“Kami membina anak-anak untuk sukses, bukan hanya arti cantik dan adu ganteng, tetapi juga supaya bebas dari bahaya narkoba,” kata Victor.
Victor mengatakan, talenta muda juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan nilai moral agar anak-anak memahami bahwa menjauhi narkoba bukan semata-mata karena takut terhadap hukum, tetapi juga karena memahami dampaknya terhadap masa depan.
YAPMI Academy juga menjadi salah satu wadah yang dikembangkan untuk memberikan pendidikan dan pembinaan kepada talenta muda.

Psikolog anak Seto Mulyadi atau Kak Seto turut memberikan perhatian terhadap kegiatan yang melibatkan peserta anak-anak.
Menurut Kak Seto, panggung seperti Grand Final Cover Girl, Boy & Kids dapat menjadi ruang bagi anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan potensi, dengan tetap memperhatikan hak anak untuk tumbuh dan berkembang.
“Setiap anak bisa menjadi apa pun untuk sukses. Bukan hanya menjadi model. Setiap anak harus percaya diri dan bangga pada dirinya sendiri,” ujar Kak Seto.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari pemberian stigma negatif terhadap anak.
“Semua anak hebat dan itu harus dihargai,” katanya.
Dewan juri Harry De Fretes, yang dikenal melalui karakter Boim, turut mengapresiasi proses regenerasi talenta yang dilakukan YAPMI.
Harry mengaku telah mengenal perjalanan YAPMI sejak dekade 1990-an. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan mengejar cita-cita.
“Saya senang bisa menjadi dewan juri di ajang pemilihan Cover Boy, Cover Girl dan Cover Kids yang digelar di ITC Cempaka Mas,” ujarnya.
Harry juga menyoroti keberagaman asal peserta yang mengikuti ajang tersebut.
“Amazing, karena talentnya banyak yang dari daerah dan bagus-bagus,” kata Harry.
Selain menjadi ajang pencarian talenta, Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga menghadirkan karya dari pelaku industri kreatif.
Desainer nowme.clothing, Annisa F. Agrin, menghadirkan koleksi busana bertema back to nature. Menurut Annisa F. Agrin, konsep tersebut terinspirasi dari YAPMI.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika dr. Suci Budhiani, Sp.DVE., memberikan workshop kepada para finalis mengenai perawatan kulit dan penampilan.
Pembekalan tersebut diberikan untuk membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit dan penampilan sebagai bagian dari persiapan mereka di dunia modeling dan industri hiburan.
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 menghadirkan peserta dalam tiga kategori, yakni Cover Kids, Cover Boys dan Cover Girls.
Cover Kids:
Cover Boys:
Cover Girls:
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian pengembangan proyek perfilman YAPMI yang mengangkat tema sejarah Papua melalui film berjudul “Im Gotes Name Tu Betraten Papua”.
Eksekutif Produser film, Rudy Darmawanto, mengatakan film tersebut membawa sejumlah pesan mengenai sejarah, perjuangan, kebinekaan, kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama.
Menurut Rudy, cerita film terinspirasi dari perjalanan sejarah sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Papua dan Kesultanan Tidore.
“Film ini ingin memberikan pesan bahwa sesungguhnya founding father kita memberikan contoh yang baik bagaimana Sultan Tidore memberikan fasilitas kepada manusia untuk menyebarkan agama di Papua,” kata Rudy.
Rudy mengatakan proses produksi akan tetap mempertahankan benang merah sejarah, sementara pengembangan cerita masih dapat dilakukan selama proses produksi.
Saat ini, persiapan casting dan penjajakan terhadap sejumlah aktor maupun artis senior tengah dilakukan. Peserta dari ajang Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga berpeluang mengikuti proses seleksi untuk terlibat dalam proyek tersebut.
“Film ini adalah tontonan bagi semua anak bangsa. Ini contoh bagi sebuah pergaulan, toleransi dan keberagaman. Kita tidak perlu melihat latar belakang orang, tetapi semua anak manusia harus saling membantu,” ujar Rudy.
Melalui Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026, YAPMI kembali menghadirkan ruang pembinaan bagi generasi muda. Pengembangan talenta tidak hanya diarahkan pada modeling, tetapi juga mencakup seni peran, musik, pembawa acara, pendidikan perfilman serta berbagai bidang kreatif lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan peserta tidak harus berhenti setelah berada di atas panggung. Dengan adanya program pembinaan, pendidikan perfilman dan peluang mengikuti casting, para talenta muda memiliki ruang untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.
Written by: Dimas Galoh Maulana
Post comments (0)