play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Gerakan Pilah Sampah Jakarta 2026: DPRD Dorong Warga Kurangi Sampah dari Rumah.

today15/05/2026

Background
share close

Bensradio.com – Upaya mewujudkan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan terus diperkuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Program yang diatur dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 itu mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti.

Menurut Zahrina, gerakan pilah sampah bukan sekadar program kebersihan biasa, melainkan langkah besar untuk mengubah budaya masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Ia menilai, target pengurangan kiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga hanya menyisakan residu pada Agustus mendatang membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

“Optimalisasi RDF Rorotan dan TPST 3R memang penting, tetapi perubahan perilaku warga tetap menjadi faktor utama. Jika sampah tidak dipilah sejak awal, maka fasilitas pengolahan akan tetap kewalahan,” ujarnya, Jumat (15/5).

Kepulauan Seribu Butuh Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri

Selain wilayah daratan Jakarta, Zahrina juga menyoroti kesiapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu dalam menghadapi larangan open dumping yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Ia mengatakan, kondisi geografis Kepulauan Seribu membutuhkan pendekatan berbeda dalam pengelolaan sampah. Sistem pengolahan mandiri dinilai menjadi solusi agar wilayah kepulauan tidak terus bergantung pada pengiriman sampah ke daratan Jakarta.

“Setiap kelurahan harus memiliki fasilitas pengolahan sampah yang berjalan optimal agar persoalan sampah tidak terus menumpuk,” katanya.

Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan Gerakan Pilah Sampah

Zahrina menegaskan, perubahan budaya memilah sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini, ibu rumah tangga memiliki peran penting sebagai penggerak utama kebiasaan baru di rumah.

“Ibu rumah tangga dan komunitas lokal memiliki posisi strategis dalam membangun budaya pilah sampah. Perubahan sederhana dari dapur rumah bisa memberi dampak besar bagi lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga Abang None :  JAKCLOTH 2022

Ia juga mengapresiasi keberadaan komunitas Bank Sampah dan PKK yang selama ini aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali melalui konsep ekonomi sirkular.

Warga Diajak Mulai dari Langkah Sederhana

Dalam kesempatan itu, Zahrina mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memisahkan sampah organik dan anorganik menggunakan wadah berbeda di rumah.

Langkah sederhana tersebut dinilai mampu membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Memilah sampah dari rumah adalah langkah kecil yang dampaknya besar bagi masa depan Jakarta,” tuturnya.

DPRD Pastikan Regulasi dan Fasilitas Berjalan Maksimal

Komisi A DPRD DKI Jakarta juga terus memantau kesiapan aturan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar kebijakan Gerakan Pilah Sampah berjalan efektif.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah benar-benar diterapkan secara maksimal di lapangan.

Selain regulasi, Zahrina menekankan pentingnya penyediaan sarana pengangkutan sampah terpilah agar upaya warga tidak sia-sia.

“Kami ingin setiap kelurahan memiliki aturan yang jelas disertai edukasi dan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, gerakan pilah sampah bisa menjadi budaya baru masyarakat Jakarta,” tandasnya.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.