today20/05/2026


CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menjelaskan inovasi Amanah Pro dalam acara peluncuran kolaborasi bersama Maybank Syariah di Jakarta.
Bensradio.com – Tren baru tengah berkembang di kalangan generasi muda Muslim Indonesia. Jika sebelumnya ibadah Haji identik dengan usia matang dan kondisi finansial mapan, kini banyak anak muda mulai menjadikan Haji dan Umrah sebagai bagian dari ambisi hidup sejak usia 20-an hingga 30-an.
Perubahan pola pikir ini terungkap dalam survei terbaru dari Muslim Pro yang menunjukkan semakin tingginya minat generasi muda terhadap perencanaan ibadah berbasis digital dan keuangan syariah.
Muslim Pro, platform gaya hidup Muslim dengan lebih dari 190 juta unduhan global, menemukan bahwa sebanyak 81% responden di Indonesia menginginkan fitur perencanaan Haji, Umrah, dan Zakat dalam layanan tabungan syariah digital.
Menariknya, kelompok usia 23–39 tahun menjadi segmen dengan minat tertinggi terhadap fitur perencanaan religi digital. Sebanyak 66% responden usia muda menyatakan fitur persiapan Haji dan Umrah menjadi layanan yang paling mereka butuhkan.
Fenomena ini mencerminkan perubahan budaya yang lebih luas di Indonesia. Di era digital, generasi muda tidak lagi hanya menggunakan internet untuk hiburan atau media sosial, tetapi juga sebagai ruang refleksi diri dan pengembangan spiritual.
Data APJII mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221,5 juta orang atau sekitar 79,5% populasi nasional pada 2024. Tingginya penetrasi digital membuat anak muda semakin mudah mengakses pembelajaran agama, komunitas Muslim, hingga informasi mengenai Haji dan Umrah.
Perubahan ini turut memengaruhi definisi kesuksesan generasi muda Muslim Indonesia. Jika generasi sebelumnya mengukur pencapaian melalui aset, karier, atau status sosial, kini banyak anak muda mulai memprioritaskan pengalaman spiritual dan tujuan hidup yang lebih bermakna.
Bagi sebagian besar Muslim muda, ibadah Haji tidak lagi dianggap sebagai tujuan “nanti ketika sudah tua”, melainkan impian yang ingin diwujudkan sedini mungkin.
“Kami melihat adanya perubahan perilaku yang signifikan. Anak muda Muslim saat ini jauh lebih terbuka membicarakan aspirasi spiritual mereka dibanding generasi sebelumnya,” ujar Nafees Khundker, Group Managing Director dan CEO Muslim Pro.
Menurutnya, keinginan untuk menunaikan Haji atau Umrah di usia muda kini semakin dipandang sebagai bagian penting dari tujuan hidup personal.

Meningkatnya minat generasi muda terhadap Haji dan Umrah juga sejalan dengan perkembangan ekonomi Islam global.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25, sektor perjalanan ramah Muslim menjadi industri dengan pertumbuhan tercepat dalam ekonomi syariah dunia. Nilai pasarnya diproyeksikan mencapai US$384 miliar pada 2028 dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12,1%.
Indonesia sendiri menempati posisi ketiga dunia dalam indikator ekonomi Islam global dan berada di peringkat kedua sektor pariwisata ramah Muslim. Posisi ini memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi halal dunia.
Meski minat terhadap Haji meningkat drastis, kesiapan finansial masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Muslim Indonesia.
Survei Muslim Pro menemukan bahwa 65% responden mengaku jarang atau bahkan belum pernah menyisihkan dana khusus untuk Haji maupun Umrah. Pada kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah, angka tersebut meningkat menjadi 62% hingga 72%.
Sebanyak 83% responden juga menyebut keterbatasan finansial dan pendapatan yang tidak stabil sebagai hambatan utama dalam menabung untuk ibadah.
Temuan ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan terletak pada niat untuk berhaji, melainkan belum adanya sistem keuangan yang membantu masyarakat menabung secara konsisten.
Selain itu, panjangnya antrean Haji di Indonesia juga membuat perencanaan finansial jangka panjang menjadi semakin penting. Data Kementerian Agama menunjukkan masa tunggu Haji di berbagai daerah kini mencapai belasan hingga puluhan tahun.
Namun bagi banyak calon jemaah muda, target tersebut masih terasa terlalu jauh untuk mulai dipersiapkan.
“Tantangannya bukan pada niatnya. Niat itu sudah ada. Yang sering kali belum dimiliki adalah sistem yang membantu niat tersebut berubah menjadi langkah nyata yang konsisten,” kata Nafees Khundker.
Melihat kesenjangan antara aspirasi spiritual dan kesiapan finansial masyarakat, Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia meluncurkan Amanah Pro.
Amanah Pro merupakan layanan keuangan digital berbasis syariah yang dirancang untuk membantu pengguna menabung secara bertahap dan terstruktur demi persiapan Haji maupun Umrah.
Platform ini memungkinkan pengguna menentukan target tabungan sesuai kemampuan finansial masing-masing sehingga proses menabung terasa lebih realistis dan tidak memberatkan.
“Kami percaya hal terpenting adalah menjaga agar niat itu tetap hidup sekaligus membuatnya terasa realistis untuk diwujudkan,” tambah Nafees.
Menurutnya, Amanah Pro hadir untuk membantu umat Muslim memulai perjalanan spiritual mereka dari sekarang, bukan menunggu kondisi ideal di masa depan.
Aplikasi Amanah Pro kini tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.
Kehadiran layanan seperti Amanah Pro menunjukkan adanya perubahan besar dalam cara generasi muda Muslim memandang hubungan antara keuangan dan tujuan hidup.
Kini, perencanaan finansial tidak lagi sekadar soal investasi atau kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual dan pencapaian hidup yang bermakna.
Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keseimbangan antara finansial, spiritualitas, dan kualitas hidup.
Bagi industri jasa keuangan syariah di Indonesia, perubahan perilaku ini membuka peluang besar untuk menghadirkan inovasi digital yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi Muslim modern.
Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)