today13/05/2026


Tim Dompet Dhuafa melakukan pendampingan peternak domba binaan Program Jantara di Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Bensradio.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa terus memperkuat pemberdayaan peternak lokal melalui Program Jantara (Jaringan Tani Ternak) di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memastikan ketersediaan hewan kurban berkualitas bagi masyarakat.
Salah satu penerima manfaat Program Jantara adalah Sarimin, peternak domba asal Getasan yang kembali mengembangkan usaha ternaknya setelah sempat terhenti akibat keterbatasan modal dan usaha.
Melalui program tersebut, Sarimin dipercaya mengelola 10 ekor domba dari total 50 ekor yang disalurkan kepada lima peternak binaan Dompet Dhuafa di wilayah Getasan.
“Alhamdulillah saya diberi amanah oleh Dompet Dhuafa serta dibekali cara mengobati dan merawat domba peliharaan, walaupun domba yang diamanahkan mati satu ekor,” ujar Sarimin, Selasa (12/5/2026).
Saat ini, sembilan ekor domba yang dipeliharanya berada dalam kondisi sehat dan dipersiapkan untuk kebutuhan kurban Iduladha mendatang.

Dalam Program Jantara Dompet Dhuafa, proses penggemukan domba dilakukan selama empat hingga lima bulan dengan target peningkatan bobot secara bertahap agar sesuai standar hewan kurban.
Sarimin menjelaskan, setiap domba rata-rata mengalami kenaikan berat badan sekitar 3 hingga 4 kilogram per bulan berkat pendampingan intensif dari tim Dompet Dhuafa.
“Pemeliharaan penggemukan di sini itu ditarget sekitar empat hingga lima bulan. Rata-rata naik sekitar 3-4 kilo satu bulan. Dan target dari Dompet Dhuafa itu naik satu ons,” katanya.
Selain bantuan ternak, para peternak juga mendapatkan pelatihan teknis terkait manajemen pakan, teknik penggemukan, hingga penanganan kesehatan hewan kurban dengan melibatkan dokter hewan profesional.
Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu peternak kecil dalam meningkatkan kualitas ternak sekaligus meminimalkan risiko kerugian selama masa pemeliharaan.
Sarimin mengungkapkan, sebelum adanya Program Jantara dari Dompet Dhuafa, peternak lokal sering mengalami kerugian karena harga kambing dan domba justru turun menjelang Hari Raya Iduladha.
Menurutnya, keberadaan tengkulak menjadi salah satu tantangan utama bagi peternak kecil karena memengaruhi harga jual ternak di tingkat peternak.
“Sebelum ada Program Jantara dari Dompet Dhuafa itu harga kambing selalu turun. Di saat hari raya kurban itu menurun. Saat itu kami pribadi pengalaman punya domba besar tapi harganya murah, makanya kami diberi amanah dan sistem kontrak dengan DD,” paparnya.
Melalui pola kemitraan yang diterapkan Dompet Dhuafa, para peternak kini memiliki kepastian pasar sehingga usaha peternakan dapat dijalankan lebih stabil, terarah, dan berkelanjutan.
Sarimin berharap Program Jantara dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peternak di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, program pemberdayaan seperti ini sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat desa, khususnya peternak kecil.
“Harapan saya dan teman-teman Program Jantara bisa bermanfaat untuk semua orang, cukup membantu sekali. Saya sangat bersyukur dan terima kasih diberi amanah oleh DD,” pungkasnya.
Program Jantara Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban, tetapi juga menjadi solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan berkelanjutan menjelang Iduladha 2026.
Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)