play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Kabar Anget

Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Domba di Semarang Lewat Program Jantara Jelang Iduladha 1447 H

today13/05/2026

Background
share close

Bensradio.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa terus memperkuat pemberdayaan peternak lokal melalui Program Jantara (Jaringan Tani Ternak) di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memastikan ketersediaan hewan kurban berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu penerima manfaat Program Jantara adalah Sarimin, peternak domba asal Getasan yang kembali mengembangkan usaha ternaknya setelah sempat terhenti akibat keterbatasan modal dan usaha.

Melalui program tersebut, Sarimin dipercaya mengelola 10 ekor domba dari total 50 ekor yang disalurkan kepada lima peternak binaan Dompet Dhuafa di wilayah Getasan.

“Alhamdulillah saya diberi amanah oleh Dompet Dhuafa serta dibekali cara mengobati dan merawat domba peliharaan, walaupun domba yang diamanahkan mati satu ekor,” ujar Sarimin, Selasa (12/5/2026).

Saat ini, sembilan ekor domba yang dipeliharanya berada dalam kondisi sehat dan dipersiapkan untuk kebutuhan kurban Iduladha mendatang.

Program Jantara Bantu Penggemukan Domba Kurban

Peternak domba binaan Dompet Dhuafa memberikan penjelasan Program Jantara di Semarang
Peternak binaan Dompet Dhuafa menjelaskan proses penggemukan domba dalam Program Jantara menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H di Semarang.

 

 

 

Dalam Program Jantara Dompet Dhuafa, proses penggemukan domba dilakukan selama empat hingga lima bulan dengan target peningkatan bobot secara bertahap agar sesuai standar hewan kurban.

Sarimin menjelaskan, setiap domba rata-rata mengalami kenaikan berat badan sekitar 3 hingga 4 kilogram per bulan berkat pendampingan intensif dari tim Dompet Dhuafa.

“Pemeliharaan penggemukan di sini itu ditarget sekitar empat hingga lima bulan. Rata-rata naik sekitar 3-4 kilo satu bulan. Dan target dari Dompet Dhuafa itu naik satu ons,” katanya.

Selain bantuan ternak, para peternak juga mendapatkan pelatihan teknis terkait manajemen pakan, teknik penggemukan, hingga penanganan kesehatan hewan kurban dengan melibatkan dokter hewan profesional.

Pendampingan tersebut dinilai sangat membantu peternak kecil dalam meningkatkan kualitas ternak sekaligus meminimalkan risiko kerugian selama masa pemeliharaan.

Baca Juga Abang None :  Film Warung Pocong Tayang 9 April 2026 di Bioskop, Kisah Komedi Horor Anak Muda yang ‘Pengen Untung Malah Buntung’

Peternak Domba Kini Punya Kepastian Pasar

Sarimin mengungkapkan, sebelum adanya Program Jantara dari Dompet Dhuafa, peternak lokal sering mengalami kerugian karena harga kambing dan domba justru turun menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, keberadaan tengkulak menjadi salah satu tantangan utama bagi peternak kecil karena memengaruhi harga jual ternak di tingkat peternak.

“Sebelum ada Program Jantara dari Dompet Dhuafa itu harga kambing selalu turun. Di saat hari raya kurban itu menurun. Saat itu kami pribadi pengalaman punya domba besar tapi harganya murah, makanya kami diberi amanah dan sistem kontrak dengan DD,” paparnya.

Melalui pola kemitraan yang diterapkan Dompet Dhuafa, para peternak kini memiliki kepastian pasar sehingga usaha peternakan dapat dijalankan lebih stabil, terarah, dan berkelanjutan.

Harapan Program Jantara Dompet Dhuafa

Sarimin berharap Program Jantara dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peternak di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, program pemberdayaan seperti ini sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat desa, khususnya peternak kecil.

“Harapan saya dan teman-teman Program Jantara bisa bermanfaat untuk semua orang, cukup membantu sekali. Saya sangat bersyukur dan terima kasih diberi amanah oleh DD,” pungkasnya.

Program Jantara Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban, tetapi juga menjadi solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis peternakan berkelanjutan menjelang Iduladha 2026.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.