play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Blok M Diusulkan Jadi Kawasan Rendah Emisi Pertama di Jakarta, Potensi Kurangi Polusi hingga 14,3 Persen

today25/06/2026

Background
share close

Bensradio.comPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Breathe Cities resmi meluncurkan laporan bertajuk Kawasan Rendah Emisi Terpadu Jakarta: Dari Ambisi Menuju Aksi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas udara, memperkuat ketahanan iklim, serta mewujudkan pembangunan kota yang lebih berkelanjutan di blok m.

Peluncuran laporan tersebut dilakukan dalam Sidang Pleno Kelompok Kerja Mitigasi Adaptasi Bencana Iklim (Pokja MABI) dengan tema “Dari Kawasan Rendah Emisi menuju Ketahanan Iklim: Dari Ambisi Menuju Aksi”.

Laporan ini menjadi landasan penting dalam pengembangan kebijakan berbasis data yang berfokus pada pengurangan emisi dan pencemaran udara di ibu kota. Salah satu rekomendasi utama dalam laporan tersebut adalah menjadikan Blok M sebagai kawasan percontohan Kawasan Rendah Emisi (KRE) pertama di Jakarta.

Blok M Dinilai Paling Siap Menjadi Kawasan Rendah Emisi Jakarta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa Blok M dipilih sebagai lokasi prioritas karena memiliki berbagai keunggulan yang mendukung implementasi kebijakan rendah emisi.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki konektivitas transportasi publik yang kuat, aktivitas ekonomi yang tinggi, serta fungsi kawasan campuran (mixed-use) yang memungkinkan berbagai intervensi lingkungan dilakukan secara efektif.

Selain Blok M, terdapat empat kawasan prioritas lain yang masuk dalam kajian, yakni Kota Tua, GBK-Senayan, Medan Merdeka, dan Dukuh Atas.

“Blok M memiliki konektivitas transportasi publik yang kuat, aktivitas ekonomi yang dinamis, serta fungsi kawasan campuran yang beragam. Dengan karakteristik tersebut, kawasan ini dinilai ideal untuk menjadi lokasi uji coba berbagai strategi pengurangan emisi sebelum diterapkan secara lebih luas di Jakarta,” ujar Dudi.

Implementasi Kawasan Rendah Emisi Jakarta Dimulai 2026

Pemprov DKI Jakarta merencanakan penerapan Kawasan Rendah Emisi secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2029. Program ini akan menggunakan pendekatan adaptif berbasis data dengan mempertimbangkan kesiapan masyarakat serta dukungan infrastruktur di setiap kawasan.

Baca Juga Abang None :  Mark Hoppus Blink-182 ungkap bebas dari kanker

Tidak hanya berfokus pada sektor transportasi, kebijakan ini juga mencakup berbagai sumber emisi lainnya seperti pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, bangunan ramah lingkungan, energi bersih, industri manufaktur, hingga tata guna lahan perkotaan.

Pendekatan menyeluruh tersebut diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat pencemaran udara yang selama ini menjadi tantangan utama Jakarta.

Potensi Penurunan PM2.5 dan Manfaat Ekonomi Mencapai Rp1,9 Triliun

Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan dalam laporan, penerapan skenario Kawasan Rendah Emisi yang paling ambisius berpotensi menurunkan konsentrasi polutan PM2.5 hingga lebih dari 14,3 persen di seluruh kawasan prioritas.

Bahkan, kawasan GBK-Senayan diperkirakan mampu mencatat penurunan PM2.5 hingga 20,7 persen.

Perbaikan kualitas udara tersebut diproyeksikan menghasilkan manfaat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat senilai sekitar Rp1,9 triliun setiap tahun. Nilai tersebut berasal dari berkurangnya biaya pengobatan, menurunnya paparan polusi udara berbahaya, serta pengurangan risiko kematian dini akibat pencemaran udara.

Kawasan Rendah Emisi Bukan Sekadar Pembatasan Kendaraan

Dudi menegaskan bahwa konsep Kawasan Rendah Emisi bukan hanya tentang pembatasan penggunaan kendaraan bermotor. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tersedianya pilihan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat integrasi transportasi publik, meningkatkan fasilitas pejalan kaki, memperluas konektivitas antarmoda, serta melakukan edukasi dan komunikasi publik secara terbuka.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor utama agar kebijakan dapat diterima dan dijalankan bersama demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Jakarta Menuju Kota dengan Udara Lebih Bersih

Melalui pengembangan Kawasan Rendah Emisi, Jakarta menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, Blok M berpotensi menjadi model kawasan perkotaan modern yang mengutamakan mobilitas ramah lingkungan, kesehatan masyarakat, dan ketahanan iklim.

Baca Juga Abang None :  Bus Om Bebek

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Jakarta yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.