play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Kabar Anget

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Jateng dan Jatim? Ini Penjelasan BMKG

today07/09/2026

Background
share close

Bensradio.com, JAKARTA – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah material vulkanik tersebut berpotensi bergerak lebih jauh hingga Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kemungkinan abu vulkanik mencapai wilayah yang lebih jauh sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan udara.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi angin di permukaan. Perubahan arah angin pada ketinggian berbeda juga menjadi faktor penting yang menentukan jalur penyebaran abu.

“Untuk kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur, secara meteorologis hal tersebut bergantung pada perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer,” ujar Andri,  Senin (7/9/2026).

Abu Vulkanik Saat Ini Lebih Banyak di Jawa Barat dan Sumatra Selatan

Andri menyebutkan, berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran abu vulkanik saat ini lebih banyak terpantau di wilayah Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan.

Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat berubah apabila pola angin mengalami perubahan. Abu vulkanik yang berada di atmosfer dapat terbawa menuju wilayah lain ketika arah angin mendukung pergerakannya.

“Namun, apabila terjadi perubahan pola angin yang mendukung, sebaran abu dapat bergerak ke wilayah yang lebih jauh,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, potensi abu vulkanik mencapai wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih bergantung pada dinamika atmosfer. BMKG terus memantau perkembangan arah angin dan aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk mengetahui kemungkinan perubahan wilayah terdampak.

Baca Juga Abang None :  Hadiri Peringatan Harganas di Jawa Tengah, Hasto Wardoyo Sampaikan Pentingnya Membangun Keluarga

Belum Bisa Dipastikan Kapan Abu Vulkanik Hilang dari Jakarta

BMKG juga belum dapat memastikan kapan sebaran abu vulkanik akan berhenti memengaruhi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Andri menjelaskan, durasi penyebaran abu sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Selain itu, arah serta kecepatan angin turut menentukan seberapa jauh abu dapat terbawa.

“Untuk sebaran abu vulkanik di Jakarta, sampai kapan berlangsungnya belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta arah dan kecepatan angin,” ujarnya.

Artinya, selama aktivitas erupsi masih berlangsung dan kondisi angin memungkinkan material vulkanik terbawa ke wilayah Jakarta, paparan abu masih berpotensi terjadi.

Arah Angin Berbeda di Setiap Lapisan Atmosfer

BMKG mencatat kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan arah angin yang berbeda pada setiap lapisan ketinggian.

Di lapisan bawah, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan. Sementara itu, pada lapisan menengah, angin bergerak dari barat laut hingga utara.

Pada lapisan atmosfer bagian atas, angin terpantau berasal dari arah utara hingga timur laut. Kecepatan angin pada berbagai lapisan tersebut berada pada kisaran 2 hingga 30 knot.

Perbedaan arah dan kecepatan angin berdasarkan ketinggian tersebut membuat abu vulkanik dapat bergerak menuju wilayah yang berbeda.

“Kondisi angin tersebut menyebabkan abu vulkanik dapat bergerak dan menyebar ke Jawa bagian barat maupun Sumatra bagian selatan,” kata Andri.

Baca Juga Abang None :  Update Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juni 2026 Anjlok Rp30.000, Cek Daftar Harga Terbaru dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun daerah yang berpotensi terkena sebaran abu vulkanik untuk tetap waspada.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika paparan abu vulkanik masih terjadi.

“Masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak sebaiknya tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih terdapat paparan abu vulkanik,” ujar Andri.

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi atmosfer menjadi penting untuk mengetahui perkembangan sebaran abu. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak juga perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.

 

Written by: Muhammad Daffa

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.