today07/05/2026


Kerak telor merupakan kuliner khas Betawi yang terkenal sejak zaman kolonial dan masih menjadi ikon makanan tradisional Jakarta hingga sekarang.
Bensradio.com – Kerak telor merupakan salah satu makanan khas Betawi yang paling terkenal dan menjadi ikon kuliner tradisional Jakarta. Hidangan ini memiliki cita rasa gurih, manis, dan aroma khas dari perpaduan beras ketan, telur bebek, ebi, serta serundeng kelapa yang dimasak menggunakan arang tradisional.
Kerak telor hampir selalu hadir dalam berbagai acara budaya Betawi, festival kuliner, hingga Pekan Raya Jakarta. Tidak heran jika makanan tradisional ini menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke ibu kota.
Kerak telor sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Betawi. Makanan ini lahir dari kreativitas masyarakat Betawi dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan lezat bernilai tinggi.
Pada masa penjajahan VOC, kerak telor bahkan dikenal sebagai makanan yang cukup eksklusif dan pernah disajikan untuk kalangan bangsawan Belanda. Awalnya, masyarakat Eropa terbiasa menyantap omelette dengan campuran mi. Namun, masyarakat Betawi kemudian mengganti mi dengan beras ketan agar lebih sesuai dengan bahan lokal dan menghasilkan rasa yang lebih khas.
Dari sinilah lahir kerak telor khas Betawi yang hingga kini masih bertahan sebagai warisan kuliner Nusantara.
Kerak telor berasal dari masyarakat Betawi Kota yang tinggal di kawasan Menteng dan Batavia lama. Kuliner ini berkembang di tengah percampuran budaya yang terjadi di pusat perdagangan Batavia, terutama di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa.
Budaya Betawi sendiri merupakan hasil akulturasi berbagai budaya seperti:
Menurut budayawan Yasmine Zaki Shahab, etnis Betawi mulai terbentuk sekitar tahun 1815 hingga 1893 dari percampuran berbagai suku bangsa yang menetap di Batavia.
Perpaduan budaya tersebut juga memengaruhi perkembangan kuliner Betawi, termasuk kerak telor yang menjadi simbol kekayaan budaya Jakarta.
Salah satu keunikan kerak telor terletak pada bahan dan teknik memasaknya yang masih tradisional.
Kerak telor dibuat dari beberapa bahan utama, yaitu:
Penggunaan dua jenis telur memiliki fungsi berbeda:
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, serta aroma khas yang menggugah selera.
Kerak telor dimasak menggunakan anglo atau tungku kecil dengan bahan bakar arang batok kelapa maupun kayu rambutan.
Proses memasaknya sangat unik karena wajan akan dibalik menghadap bara api agar bagian atas adonan matang sempurna tanpa harus menggunakan minyak berlebih.
Teknik tradisional ini menghasilkan tekstur kerak yang renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Aroma asap dari arang juga membuat rasa kerak telor semakin khas dan sulit ditemukan pada masakan modern.
Popularitas kerak telor semakin meningkat pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sekitar tahun 1970-an.
Saat itu, kerak telor активно dipromosikan sebagai identitas kuliner Betawi dan banyak dijual di kawasan Monumen Nasional (Monas). Sejak saat itu, kerak telor menjadi salah satu makanan khas Jakarta yang paling dikenal hingga sekarang.
Hingga kini, kerak telor tetap menjadi simbol kuliner tradisional Betawi yang terus dilestarikan. Makanan ini tidak hanya menawarkan cita rasa unik, tetapi juga menyimpan sejarah panjang tentang budaya dan kehidupan masyarakat Betawi di masa lalu.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Jakarta, mencicipi kerak telor menjadi pengalaman wajib untuk menikmati kelezatan kuliner legendaris khas ibu kota.
Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)