Tampil cantik dengan busana Muslim bernilai inklusif

today10/05/2021

Background
PicsArt 05 09 02.35.29
Jakarta (ANTARA) – Persaingan di industri fesyen menuntut para pelaku di dalamnya untuk membuat inovasi sekreatif mungkin demi memberikan nilai untuk produknya. Salah satunya adalah jenama fesyen Dama Kara yang menggandeng para penyandang autisme, demi menyongsong nilai inklusif di busananya.

Pendiri Dama Kara, Nurdini Prihastiti mengatakan, koleksinya memiliki kisah masing-masing. Di volume ganjil koleksinya, ia menciptakan motif batiknya sendiri bertajuk “Gayatri” yang bergambarkan dua garis sejajar.

Baca juga: MUFFEST 2021 diharapkan bangkitkan sektor fesyen Bekasi

“Jadi dua garis ini seperti manusia yang memiliki dua sisi, ada kelebihan dan kekurangan, itu yang mau kami angkat. Sama seperti kita maupun anak-anak autisme, mereka juga memiliki dua sisi, kekurangan dan kelebihan,” kata Nurdini beberapa waktu lalu, ditulis Minggu.

Lebih lanjut, Nurdini mengatakan pihaknya menggunakan teknik tradisional seperti batik cap dan tulis, dengan pewarnaan tekstil pada umumnya yang mengusung warna-warna hangat seperti hijau dan cokelat.

Ada pun hasil dari penjualan produk di volume ganjil akan digunakan untuk membantu terapi anak-anak austisme. Terinspirasi dari terapi menggambar di Inggris, ia juga ingin memberikan terapi dan pelatihan yang sama demi menunjang kreativitas.

“Ini adalah bentuk support untuk teman-teman autisme untuk mendapatkan terapi menggambar gratis. Terapi juga baik untuk wadah berkomunikasi dan berekspresi,” kata Nurdini.

Nantinya, karya-karya anak autisme yang mengikuti terapi menggambar tersebut juga akan dijadikan motif dalam koleksi volume genap Dama Kara. Gambarnya pun bermacam-macam, mulai dari ayam hingga jerapah yang digambar sedemikian rupa.

Gambar dan motif yang diangkat pun kemudian akan “kembali” ke para kreatornya. Nurdini mengatakan ia memberikan royalti setiap bulannya pada setiap produk yang terjual. Saat ini, Dama Kara menggunakan dua gambar dari dua anak autisme untuk volume genap.

Baca Juga Abang None :  Kenali penyebab cegukan dan kiat mengatasinya

“Dengan memberikan bantuan terapi menggambar pada anak-anak austime melalui penjualan koleksi, mereka jadi memiliki ruang untuk berkreasi,” ujarnya.

“Kami berharap bisa menjadi pioneer dalam memberikan terapi menggambar untuk autisme dan harapannya banyak orang bisa terinspirasi,” pungkas Nurdini.

Sementara itu, Dama Kara baru-baru ini berhasil naik ke atas panggung di malam puncak penghargaan Modest Fashion Founders Fund 2021 (Modestfffund) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif & #Markamarie.

Setelah bersaing dengan ratusan brand lain di tahap seleksi administrasi, lalu maju ke pitching tahap satu, mentorship, pitching final, hingga fashion show, Dama Kara terpilih menjadi juara I ModestFFFund 2021.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Buttonscarves kenalkan koleksi “The Royale”

Baca juga: Kemenparekraf optimistis industri fesyen modest kian bertumbuh

Baca juga: Konsep modern dan minimalis dalam busana Ramadhan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2147338/tampil-cantik-dengan-busana-muslim-bernilai-inklusif

Written by: admin


Previous post

galgadot

Gal Gadot benarkan Joss Whedon ancam karirnya karena “Justice League”

Jakarta (ANTARA) - Gal Gadot pemeran Wonder Woman dalam film DC Universe membenarkan sutradara yang menggarap “Justice League” pada 2017 yaitu Joss Whedon mengancam karirnya saat melakukan syuting ulang.Setelah Zack Snyder memutuskan tak melanjutkan proyek itu pada 2017 karena putrinya meninggal, Joss Whedon masuk menggantikan posisinya untuk menuntaskan film layar lebar itu.“Dia mengancam karirku dan mengatakan jika saya melakukan sesuatu dia akan mengacaukan karir saya,” kata Gal Gadot dalam sebuah […]

today09/05/2021

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

0%
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x