play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang

today16/07/2026

Background
share close

Bensradio.com – Nilai tukar (kurs) rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) . Penguatan mata uang Garuda didorong oleh meningkatnya cadangan devisa Indonesia serta komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp18.065 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Indonesia berada di level Rp18.128 per dolar AS.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik di tengah masih tingginya tekanan eksternal akibat dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Cadangan Devisa Perkuat Kepercayaan Pasar

Meningkatnya posisi cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang menopang pergerakan rupiah.

Cadangan devisa yang kuat memberikan ruang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Selain itu, kondisi tersebut memperlihatkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak pasar global.

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Rupiah

Komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi faktor penting yang mendorong penguatan rupiah.

Melalui berbagai instrumen moneter, BI terus melakukan langkah-langkah stabilisasi agar volatilitas nilai tukar tetap terkendali serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap mata uang Indonesia meskipun tekanan dari pasar keuangan global masih berlangsung.

Ketidakpastian Global Masih Membayangi

Meski rupiah menguat pada perdagangan kali ini, pelaku pasar tetap mencermati berbagai sentimen eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), inflasi global, hingga perkembangan ekonomi dunia.

Faktor-faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga Abang None :  Qurbanweek 2026 Human Initiative di CFD Sudirman Jakarta, Ajak 26 Ribu Pequrban Perluas Manfaat Qurban

Namun dengan dukungan cadangan devisa yang memadai serta kebijakan Bank Indonesia yang konsisten, prospek stabilitas rupiah dinilai tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.