play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Pramono Anung Pertimbangkan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek, Subsidi Tetap Diberikan

today10/06/2026

Background
share close

Bensradio.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji secara serius rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Meski demikian, ia menegaskan bahwa subsidi transportasi umum tetap akan diberikan agar masyarakat tidak terbebani oleh perubahan tarif tersebut.

Menurut Pramono, keputusan mengenai tarif baru Transjabodetabek akan segera diumumkan setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk dampaknya terhadap minat masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

“Kami akan segera memutuskan. Namun yang perlu diluruskan adalah bahwa layanan Transjabodetabek akan tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah. Tidak mungkin layanan ini tidak disubsidi,” ujar Pramono saat menghadiri kegiatan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Pemprov DKI Pastikan Tarif Tetap Terjangkau

Pramono menjelaskan bahwa penyesuaian tarif dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan layanan dan kemampuan masyarakat dalam membayar biaya transportasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kenaikan tarif justru membuat masyarakat kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi. Oleh sebab itu, setiap kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan aspek ekonomi masyarakat serta target peningkatan penggunaan transportasi publik.

“Prinsipnya saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh agar masyarakat tidak kembali menggunakan kendaraan pribadi karena tarif yang terlalu tinggi,” katanya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga keberlanjutan sistem transportasi massal yang terintegrasi di kawasan Jabodetabek.

Tarif Rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Jadi Sorotan

Salah satu rute yang berpotensi mengalami penyesuaian tarif adalah layanan Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini, tarif perjalanan untuk rute tersebut masih berada di angka Rp3.500. Menurut Pramono, tarif tersebut tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain yang melayani perjalanan menuju bandara.

Baca Juga Abang None :  Menteri Teten: 15,9 juta UMKM sudah terhubung dengan ekosistem digital

Ia menilai biaya tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan biaya parkir kendaraan di area Bandara Soekarno-Hatta maupun tarif layanan bus bandara dan taksi.

“Kalau parkir di Bandara Soekarno-Hatta saja tidak cukup dengan Rp3.500, tentu hal seperti itu yang akan kami evaluasi dan pertimbangkan untuk penyesuaian,” jelasnya.

Beban Subsidi Transportasi Semakin Besar

Rencana penyesuaian tarif juga tidak terlepas dari tingginya beban subsidi yang ditanggung Pemprov DKI Jakarta. Selain biaya operasional armada, pemerintah juga menanggung berbagai kebutuhan pendukung seperti pemeliharaan halte dan infrastruktur transportasi yang berada di luar wilayah administrasi Jakarta.

Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan bahwa kebijakan subsidi akan tetap menjadi instrumen utama untuk memastikan layanan transportasi umum dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah berharap skema subsidi yang tepat dapat menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan keberlangsungan keuangan daerah.

Armada dan Layanan Transjabodetabek Akan Ditambah

Selain membahas penyesuaian tarif, Pramono juga mengungkapkan rencana peningkatan kualitas layanan Transjabodetabek. Pemprov DKI akan menambah jumlah armada serta memperkuat layanan operasional guna memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama mobilitas sehari-hari.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak pengguna transportasi publik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Konektivitas Transportasi Jakarta Sudah Mencapai 93 Persen

Pramono mengungkapkan bahwa tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa jaringan transportasi massal di ibu kota sudah semakin terintegrasi.

Namun demikian, tingkat pemanfaatan transportasi umum masih berada di bawah harapan. Saat ini, pengguna transportasi publik diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen dari total masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan tersebut.

Baca Juga Abang None :  Idgitaf rilis single "Takut", ajak pendengar normalisasi rasa khawatir

Karena itu, Pemprov DKI menargetkan peningkatan jumlah pengguna transportasi umum dalam beberapa tahun ke depan melalui berbagai kebijakan, termasuk peningkatan kualitas layanan, integrasi moda transportasi, dan pemberian subsidi.

“Kalau penggunaan transportasi umum bisa terus meningkat dan melampaui 30 persen, saya yakin dampaknya akan sangat baik bagi Jakarta,” ujar Pramono.

Kenaikan Harga BBM Dinilai Dorong Minat Transportasi Umum

Pramono juga optimistis bahwa minat masyarakat menggunakan transportasi umum akan terus meningkat. Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membuat biaya penggunaan kendaraan pribadi semakin tinggi.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan fasilitas transportasi umum gratis kepada 15 golongan masyarakat yang memenuhi persyaratan tertentu. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Dengan kombinasi subsidi, peningkatan layanan, dan integrasi transportasi yang semakin baik, Pemprov DKI berharap penggunaan transportasi umum dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.