today03/07/2026


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta World Folklore Festival 2026 yang diikuti 115 delegasi dari enam negara sebagai bagian menuju 500 Tahun Jakarta.
Bensradio.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026, festival budaya internasional yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Jakarta dengan menghadirkan 115 delegasi dari enam negara.
Festival hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) ini diikuti delegasi dari Romania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan. Selama sepekan, masyarakat akan disuguhkan beragam pertunjukan seni tradisional dunia dan budaya Nusantara di sejumlah lokasi di Jakarta.

Saat membuka festival di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2026), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan penyelenggaraan Jakarta World Folklore Festival 2026 menjadi momentum penting bagi Jakarta yang tengah menyambut usia ke-499 tahun. Menurutnya, budaya merupakan sarana untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus memperkenalkan wajah Jakarta kepada dunia.
“Merupakan kehormatan besar bagi Jakarta untuk menjadi tuan rumah pertemuan ini. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan kekayaan tradisi artistik dari berbagai negara, tetapi juga memperkuat saling pengertian dan persahabatan melalui budaya,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, menjelang lima abad Jakarta, ibu kota terus membuka diri terhadap pertukaran budaya, kreativitas, dan kolaborasi internasional. Menurutnya, diplomasi budaya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global.
“Semangat diplomasi budaya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta. Semua upaya ini merupakan bagian dari aspirasi Jakarta untuk menjadi kota global yang tetap berakar kuat pada warisan budayanya,” katanya.
Pramono menilai budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga jembatan yang mampu menghubungkan masyarakat lintas negara, memperkuat komunitas, serta membangun masa depan bersama.
Ia berharap Jakarta World Folklore Festival 2026 menjadi ruang pertukaran budaya yang memperkaya perspektif masyarakat sekaligus memperdalam pemahaman terhadap identitas budaya yang beragam.
“Saya berharap Jakarta World Folkfest 2026 akan menjadi wadah yang bermakna bagi pertukaran budaya, memperkaya perspektif kita, memperdalam pemahaman kita tentang identitas budaya yang berbeda, dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan merayakan keberagaman di dunia yang kian saling terhubung ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengajak seluruh delegasi dan masyarakat menjadikan festival ini sebagai jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus cerminan visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
“Saya berharap momentum ini, sekaligus menyambut 499 tahun Jakarta, akan semakin banyak event-event internasional yang akan diadakan di Jakarta dari berbagai kegiatan. Mulai dari seni, budaya, tari, musik, olahraga, dan sebagainya,” pungkasnya
Jakarta World Folklore Festival 2026 menghadirkan 115 delegasi internasional dari enam negara, yaitu Romania, Yunani, Polandia, Filipina, Rusia, dan Korea Selatan. Selain menampilkan pertunjukan budaya dari negara peserta, festival ini juga menyuguhkan berbagai kesenian Nusantara, seperti Tari Kecak, Reog Ponorogo, Sasando, hingga seni khas Betawi.
Serta akan dimeriahkan oleh penampilan spesial Mollucan Soul, Biang Kerok Band, dan Krontjong Toegoe yang memadukan musik tradisional dengan sentuhan kontemporer.
Puncak acara akan berlangsung melalui Parade Budaya pada Minggu, 5 Juli 2026, di kawasan Car Free Day Sudirman–Thamrin. Parade akan dimulai dari Patung Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI dengan melibatkan seluruh delegasi internasional bersama sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Jakarta World Folklore Festival 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap festival ini menjadi agenda budaya berskala internasiona
Written by: Denny Zay
budaya betawi Festival Budaya Festival Internasional Gubernur DKI Jakarta Jakarta World Folklore Festival 2026 JWFF 2026 Pramono Anung

Post comments (0)