#Bensradio1062fm
#Jawarabensradio
#1yangutama_Bensradio
#Betawipunyegaye


Persiapan, risiko hingga tingkat keberhasilan program bayi tabung

today08/07/2021

Background

shutterstock 1364149805

Jakarta (ANTARA) – Pasangan yang berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi selama setahun tapi tidak kunjung hamil harus mengevaluasi penyebab gangguan kesuburan. Ada berbagai macam metodologi reproduksi, salah satu teknologi reproduksi berbantu yang dapat mendapatkan keturunan adalah program bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF). Spesialis kebidanan dan kandungan dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari Universitas Indonesia memaparkan persiapan, risiko hingga tingkat keberhasilan dari program bayi tabung.

Dia mengatakan, indikasi program bayi tabung di antaranya ketika kedua saluran telur tersumbat, kualitas sel telur yang kurang baik seperti pada endometriosis, usia perempuan sudah lanjut, kualitas sperma yang buruk, serta disfungsi seksual. Terkadang, program bayi tabung juga dibutuhkan pada kondisi gangguan pematangan sel telur yang tidak juga berhasil dengan hanya pemberian obat-obat pembesar telur.

“Apabila Anda dan pasangan memiliki masalah ini, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi. Kondisi organ reproduksi yang kurang baik dapat menghambat terjadinya kehamilan dan merupakan alasan yang cukup kuat bagi Anda dan pasangan melakukan program bayi tabung (IVF),” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis.

Persiapan 

Beberapa persiapan yang dilakukan sebelum proses bayi tabung berjalan salah satunya fit and proper test Anda dan pasangan. Tes ini dilakukan dengan melakukan wawancara awal untuk mengetahui riwayat pernikahan, berapa lama pernikahan, siklus haid, riwayat penyakit dan operasi, riwayat pekerjaan, riwayat pengobatan sebelumnya, dan lainnya.

Syarat yang harus dipenuhi diantaranya Anda dan pasangan adalah suami istri yang sah, tidak menggunakan donor sperma atau telur dari bukan pasangan. Selain itu calon ibu belum menopause dan tidak punya penyakit yang bisa diperberat oleh kehamilan seperti penyakit jantung. Kondisi rongga rahim juga harus sehat, tidak ada mioma, polip dan perlekatan yang bisa mengganggu rongga rahim. Sebab, rongga rahim penting untuk penempelan embrio. Jika ada kelainan rongga rahim, harus ada tindakan operatif sebelum embrio ditanamkan ke dalam rahim.

Baca juga: Ada risiko pada bayi kembar hasil IVF

Baca juga: Persiapkan hal ini sebelum ikuti program bayi tabung

Syarat lainnya adalah tidak ada cairan pada salah satu atau kedua saluran telur (hidrosalping). Apabila ini terjadi, maka harus dilakukan tindakan berupa laparoskopi operatif untuk mengangkat saluran telur yang terkait untuk mencegah leakage cairan dari saluran telur ke dalam rongga rahim yang nantinya dapat mengganggu penempelan embrio.

Syarat lain yang tak kalah penting adalah siap secara mental dan finansial.

Pasangan yang sudah memenuhi syarat bisa melanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan dasar infertilitas berupa analisis semen sperma, histerosalpingografi (HSG) untuk mengevaluasi saluran telur, USG transvaginal, dan konfirmasi ovulasi dengan melihat siklus haid wanita atau dengan pemeriksaan hormon. Kemudian calon ibu akan diberikan suntikan hormon setiap harinya untuk memperbesar ukuran beberapa cangkang telur (folikel), sehingga dapat dilakukan panen telur (ovum pick up). Nantinya, akan dipilih telur yang paling baik untuk digabungkan bersama sperma agar terjadi pembuahan.

“Apabila persiapan dan syarat-syarat sudah terpenuhi, maka dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi akan memulai program bayi tabung,” jelas konsultan fertilitas, endokrinologi & reproduksi yang berpraktik di RS Pondok Indah IVF Centre.

Risiko

Semua tindakan medis punya risiko, termasuk program bayi tabung. Risiko yang mungkin bisa terjadi ketika menjalani program bayi tabung di antaranya adalah Sindroma hiperstimulasi ovarium (ovarian hyperstimulation syndrome/OHSS), sekitar 2 persen. Ada juga risiko kehamilan multipel alias kembar, kehamilan ektopik serta perdarahan atau cedera pembuluh darah dalam rongga perut saat tindakan panen telur, juga risiko infeksi.

Dia menyarankan pasangan untuk memilih klinik bayi tabung (IVF) yang memiliki teknologi medis terdepan yang peluang suksesnya lebih besar.

“Cek juga bagaimana kompetensi tim dokter yang menangani program bayi tabung, tim perawat, embriologis, bahkan andrologisnya. Beberapa klinik bayi tabung bahkan memiliki maternity counsellor yang secara personal mendampingi pasien dan program bayi tabung dibuat sesuai kebutuhan pasien.”

Tingkat keberhasilan

Angka keberhasilan bayi tabung tergantung dari usia calon ibu dan penyebab infertilitas pasangan. Pada umumnya, angka keberhasilan dapat mencapai 40-50 persen pada pasangan dengan usia calon ibu berusia kurang dari 35 tahun. Sementara, pada pasangan dengan usia calon ibu berusia 35-40 tahun, tingkat keberhasilannya sekitar 25-35 persen. Sedangkan keberhasilan program IVF yang diikuti oleh calon ibu berusia di atas 40 tahun, angka keberhasilannya sekitar 10 persen.

Tingkat keberhasilan program bayi tabung juga ditentukan oleh dukungan pasangan dan orang-orang terdekat. Dia menegaskan program bayi tabung tidak dapat berjalan tanpa peran pihak suami karena pada proses bayi tabung tetap dibutuhkan sperma dalam proses pembuahan sel telur.

“Justru faktor sperma ini menjadi hal penting dalam menciptakan embrio yang berkualitas, sehingga seorang suami harus disiapkan betul kualitas spermanya dengan selalu menerapkan gaya hidup yang sehat.”

Shanty menambahkan, peran suami juga meliputi dukungan untuk istri, dukungan finansial dan ikut serta menjalani beberapa pemeriksaan dasar, sampai ikut pada proses bayi tabungnya itu sendiri.

“Program bayi tabung (IVF) merupakan harapan baru bagi Anda dan pasangan yang ingin memiliki keturunan tetapi memiliki gangguan kesuburan. Persiapan yang matang sangat diperlukan demi memastikan kelancaran program bayi tabung ini,” tutup dia.

Baca juga: Ahli Kandungan: 8.000 pasien bayi tabung ke luar negeri tiap tahun

Baca juga: 75 pasangan jalani porgram bayi tabung perdana di Sumsel

Baca juga: Morula IVF Jogja beri pelayanan gratis untuk 100 pasutri

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2255206/persiapan-risiko-hingga-tingkat-keberhasilan-program-bayi-tabung

Written by: admin


Previous post

James Gunn sebut “Suicide Squad” versinya miliki kisah sedih dan rumit

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Suicide Squad, James Gunn mengungkapkan bahwa film yang digarap olehnya itu akan memiliki bagian yang sedih dan rumit.“Suicide Squad adalah kisah yang menyedihkan dan rumit,” katanya seperti dikutip dari CBR, Rabu.Ia membandingkan dengan film populer kisah kepahlawanan yang digarapnya seperti “Guardians of the Galaxy”, orang- orang pasti dapat memahami bahwa meski setiap karakter berbeda pada akhirnya mereka memiliki tujuan yang sama.Hal itu bisa jadi tidak ditemukan di dalam “Suicide Squad” yang rilis di 2021, para karakter yang […]

today08/07/2021

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Bens Radio

adalah stasiun radio etnik Betawi yang disiarkan dari Jakarta. Radio ini telah mengudara sejak awal tahun ’90an. Radio yang didirikan oleh Alm. H. Benyamin S. ini mendedikasikan siarannya

Official Twitter of Radio Betawi Punye Gaye Jl.Tarumanegara No.45 Pisangan Ciputat 15419 Tlp : 021-27599190 WA : 0811 886 1062

untuk etnik Betawi.

0%