today16/07/2026


Peluncuran program Mainstreaming SDGs in Museums memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Bensradio.com – Peran museum dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, MUSEE ID, AMI DKI Jakarta, serta berbagai mitra museum. Kolaborasi tersebut diwujudkan lewat peluncuran program Mainstreaming SDGs in Museums di Balai Kota Jakarta.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas museum agar mampu mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam pameran, program edukasi, hingga kegiatan pelibatan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, museum diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan warisan budaya Indonesia dengan isu-isu global.
Program ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan melalui cerita, koleksi, dan nilai-nilai budaya yang dimiliki museum.
Direktur United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta, Miklos Gaspar, mengatakan museum memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar menyimpan benda bersejarah.
Menurutnya, museum kini menjadi ruang belajar, berdialog, sekaligus mendorong keterlibatan publik dalam menghadapi tantangan global.
“Sepuluh tahun setelah diadopsinya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, museum memiliki peran yang semakin penting, bukan hanya dalam melestarikan warisan bersama, tetapi juga membantu masyarakat memahami tantangan global saat ini, mendorong dialog, dan menginspirasi aksi bersama demi manusia dan bumi,” ujar Miklos Gaspar.
Ia menambahkan bahwa museum-museum di Indonesia menyimpan berbagai kisah tentang ketangguhan, keberagaman, inovasi, hingga hidup berdampingan secara damai.
Dengan menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan SDGs, museum dinilai mampu membuat konsep pembangunan berkelanjutan menjadi lebih mudah dipahami, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua AMIDA DKI Jakarta, Yiyok T. Herlambang, menyambut baik kolaborasi lintas lembaga tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat museum sebagai ruang pembelajaran publik sekaligus pusat edukasi mengenai pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan SDG Corner di Museum Bahari telah membuktikan bahwa museum mampu menjadi tempat masyarakat belajar mengenai isu lingkungan, sosial, dan ekonomi secara menarik.
“Melalui inisiatif ini, kami berharap semakin banyak museum di Jakarta yang mengintegrasikan SDGs ke dalam program-programnya dan menjadi mitra aktif dalam membangun kota yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.
Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis’ari, menjelaskan bahwa Museum Bahari menjadi museum pertama di Indonesia yang menghadirkan konsep SDG Corner.
Melalui fasilitas tersebut, masyarakat dapat memahami berbagai isu pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih sederhana, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mis’ari berharap pengalaman Museum Bahari dapat menjadi referensi bagi museum-museum lain dalam mengembangkan program serupa.
Ketua MUSEE ID, Noffa Farida Lestari, mengatakan komunitas museum di Indonesia siap mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, koleksi museum menyimpan banyak nilai yang sejalan dengan tujuan SDGs, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, kesetaraan, gotong royong, ketangguhan, hingga hidup berdampingan secara damai.
Ia berharap kolaborasi antara PBB di Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, dan MUSEE ID mampu menginspirasi lebih banyak museum di seluruh Indonesia untuk menjadikan SDGs sebagai bagian penting dari misi pendidikan dan pelayanan publik.
Program Mainstreaming SDGs in Museums merupakan kelanjutan dari pembentukan SDG Corner pertama di Museum Bahari yang diluncurkan pada awal tahun melalui kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PBB di Indonesia.
Program tersebut juga menjadi bagian dari kampanye global PBB “5 Years For”, yang menandai lima tahun terakhir menuju pencapaian Agenda 2030.
Melalui rangkaian lokakarya dan kolaborasi jangka panjang, museum diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat pendidikan publik, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap SDGs, serta mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpusat pada manusia.
Dengan semakin banyak museum yang mengintegrasikan SDGs ke dalam pameran dan kegiatan edukasi, Indonesia diharapkan mampu memperkuat literasi masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan sekaligus menjadikan museum sebagai ruang belajar yang relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.
Written by: RAIHAN SYARIF
Post comments (0)