today04/07/2026


Perwakilan seniman dari tujuh negara menampilkan pertunjukan budaya dalam Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026 di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026.
Bensradio.com – Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026 kembali menjadi magnet bagi pecinta seni dan budaya dengan menghadirkan pertunjukan tradisional dari tujuh negara dalam satu panggung. Festival internasional ini digelar selama 3–5 Juli 2026 di Anjungan Sarinah, Menteng, serta akan berlanjut di kawasan Bundaran HI saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Acara ini menjadi wadah pertemuan berbagai budaya dunia sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang terbuka terhadap keberagaman seni, tradisi, dan warisan budaya dari berbagai negara.
Selama tiga hari penyelenggaraan, masyarakat dapat menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional yang dibawakan langsung oleh delegasi dari negara-negara peserta serta kelompok seni lokal Indonesia.
Setiap penampilan menyuguhkan kekayaan budaya yang berbeda, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga pertunjukan folklor yang menjadi identitas masing-masing negara.
Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya lintas negara kepada generasi muda.
Anjungan Sarinah dipilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan karena menjadi salah satu ruang publik yang mudah diakses masyarakat sekaligus ikon kegiatan seni dan budaya di Jakarta.
Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan secara langsung, berinteraksi dengan para pelaku seni, serta merasakan suasana festival budaya internasional tanpa dipungut biaya.
Atmosfer multikultural yang tercipta selama festival diharapkan mampu mempererat hubungan antarbangsa melalui diplomasi budaya.
Rangkaian Jakarta World Folklore Festival 2026 juga akan memeriahkan kawasan Bundaran HI pada pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Masyarakat yang mengikuti kegiatan Car Free Day dapat menyaksikan penampilan seni budaya dari berbagai negara sambil menikmati ruang publik Jakarta yang semakin aktif sebagai pusat kegiatan budaya dan pariwisata.
Momentum ini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pertunjukan budaya internasional yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.
Penyelenggaraan Jakarta World Folklore Festival 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya sekaligus memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi yang kaya akan kegiatan seni bertaraf internasional.
Melalui kolaborasi antara pelaku seni lokal dan delegasi mancanegara, festival ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman budaya dunia sekaligus mempererat persahabatan antarnegara.
Dengan menghadirkan pertunjukan selama tiga hari di ruang publik, JWFF 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang layak dikunjungi oleh warga Jakarta maupun wisatawan yang ingin menikmati kekayaan seni tradisional dari berbagai belahan dunia.
Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)