play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

Gambang Kromong: Sejarah, Alat Musik, dan Keunikan Kesenian Tradisional Betawi

today08/05/2026

Background
share close

Bensradio.com – Gambang kromong merupakan salah satu kesenian musik tradisional khas Betawi yang lahir dari perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara. Kesenian ini telah berkembang selama lebih dari 200 tahun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Betawi, terutama dalam acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga nazar.

Musik gambang kromong juga tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan lenong Betawi. Alunan musiknya biasanya menjadi pembuka sebelum lakon dimulai dan sering diiringi tarian ronggeng yang meriah.

Sejarah Gambang Kromong

Gambang kromong mulai populer pada tahun 1930-an di kalangan masyarakat Tionghoa peranakan yang dikenal sebagai Cina Benteng. Pada awal kemunculannya, kesenian ini hanya menggunakan alat musik gambang.

Perkembangan kemudian terjadi ketika instrumen kromong ditambahkan ke dalam pertunjukan. Dari perpaduan dua alat musik inilah lahir nama “gambang kromong”.

Tokoh penting yang berperan dalam perkembangan awal gambang kromong adalah Nie Hoe Kong, seorang pemimpin komunitas Tionghoa pada masa kolonial. Awalnya, lagu-lagu yang dimainkan berupa musik klasik Tionghoa yang kini dikenal sebagai lagu phobin.

Seiring waktu, gambang kromong berkembang menjadi hiburan rakyat sekaligus simbol akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa.

Fungsi Gambang Kromong dalam Budaya Betawi

Dalam kehidupan masyarakat Betawi, gambang kromong memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

  • Pengiring upacara adat seperti pernikahan, khitanan, dan nazar
  • Hiburan rakyat dalam pesta dan hajatan
  • Pengiring pertunjukan lenong Betawi
  • Media ekspresi budaya masyarakat Betawi

Hingga kini, kesenian gambang kromong masih sering tampil dalam festival budaya dan acara tradisional di Jakarta maupun wilayah penyangga Betawi lainnya.

Struktur Kelompok Gambang Kromong

Dalam satu kelompok gambang kromong biasanya terdapat:

  • Pemimpin kelompok yang mengatur pertunjukan dan manajemen
  • Panjak, yaitu pemain musik sekaligus pendukung pertunjukan
Baca Juga Abang None :  Rano Karno Pastikan Cadangan Air Jakarta Masih Terkendali di Tengah Musim Kemarau

Jumlah panjak berkisar antara 8 hingga 25 orang tergantung kebutuhan pertunjukan. Mereka tidak hanya memainkan alat musik, tetapi juga dapat bernyanyi hingga tampil dalam pertunjukan lenong.

Alat Musik Gambang Kromong

Sesuai namanya, gambang kromong menggunakan dua alat musik utama, yaitu gambang dan kromong. Namun, pertunjukan ini juga dilengkapi berbagai instrumen lain yang menciptakan warna musik khas.

1. Gambang

Gambang merupakan alat musik berbentuk bilah kayu yang disusun di atas resonator menyerupai perahu. Cara memainkannya dengan dipukul dan menghasilkan nada pentatonis.

2. Kromong

Kromong terdiri dari 10 gong kecil atau pecon yang disusun dalam rak kayu. Instrumen ini berfungsi sebagai pembawa melodi utama.

3. Tehyan, Kongahyan, dan Sukong

Ketiga alat musik ini merupakan instrumen gesek berdawai dua yang menghasilkan melodi khas bernuansa Tionghoa.

4. Bangsing atau Suling

Bangsing adalah alat musik tiup dari bambu yang menghasilkan suara lembut dan melodius.

5. Gong dan Kempul

Instrumen ini berfungsi sebagai penanda irama dan struktur musik dalam pertunjukan.

6. Gendang

Gendang digunakan untuk mengatur tempo dan ritme musik.

7. Kecrek dan Ningnong

Kedua instrumen ini menjadi pelengkap yang menciptakan efek ritmis khas gambang kromong.

Tangga Nada Gambang Kromong

Pada awalnya, gambang kromong menggunakan tangga nada pentatonis khas musik Tionghoa yang terdiri dari lima nada.

Namun, seiring perkembangan zaman, pengaruh musik Barat mulai masuk sehingga muncul penggunaan tangga nada diatonis dengan tujuh nada.

Perubahan ini menimbulkan perdebatan di kalangan seniman:

  • Sebagian mendukung karena dianggap memperkaya musik dan membuatnya lebih modern
  • Sebagian menolak karena dinilai menghilangkan roh tradisional gambang kromong

Jenis Lagu dalam Gambang Kromong

1. Lagu Phobin

Lagu instrumental khas Tionghoa yang biasanya menjadi pembuka pertunjukan.

Baca Juga Abang None :  Berkat Lapak Ganjar, Banyak Warga ikut Jadi Reseller Sepatu Lurik Klaten

2. Lagu Dalem

Lagu tradisional dengan lirik Melayu-Betawi maupun Tionghoa.

3. Lagu Sayur

Jenis lagu hiburan yang lebih modern dan sering digunakan untuk ngibing atau menari. Beberapa lagu populer antara lain:

  • Jali-jali
  • Kicir-kicir
  • Lenggang Kangkung
  • Sirih Kuning

Gambang Kromong Modern

Pada era 1960-an, musik gambang kromong mengalami transformasi besar. Tokoh legendaris Betawi, Benyamin Sueb, turut mempopulerkan gambang kromong modern dengan memasukkan alat musik Barat seperti gitar, drum, dan saksofon.

Kolaborasi tersebut melahirkan gaya musik baru yang lebih dinamis dan mudah diterima generasi muda tanpa meninggalkan identitas budaya Betawi.

Busana Pemain Gambang Kromong

Pemain gambang kromong biasanya mengenakan pakaian khas Betawi yang mencerminkan identitas budaya lokal.

  • Pria memakai baju sadariah, batik, atau demang
  • Wanita mengenakan kebaya encim, kain batik, dan selendang

Kostum ini menjadi bagian penting dalam pertunjukan karena memperkuat nuansa tradisional Betawi.

Nilai Budaya dalam Gambang Kromong

Gambang kromong bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang mendalam, seperti:

  • Akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi
  • Kebersamaan dan hiburan rakyat
  • Identitas budaya lokal
  • Warisan seni tradisional Indonesia

Karena itu, pelestarian gambang kromong menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya Betawi.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.