Bolehkah ceritakan masalah kesehatan mental ke orang lain?

today27/03/2021

Background
help 3049553 1280

Banyak klien-klien saya akhirnya bisa membantu teman-temannya untuk menyadari mereka memiliki masalah emosional dan mulai mencari bantuan

Jakarta (ANTARA) – Psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia (UI), Mega Tala Harimukthi, mengatakan, seseorang boleh-boleh saja menceritakan masalah kesehatan mentalnya kepada orang lain yang ia percaya.

“Boleh kok menceritakan ke orang lain yang dipercaya dan yang mereka nyaman ya. Biasanya sih enggak mudah juga buat mereka mau dan bisa terbuka ya,” ujar dia menjawab pertanyaan ANTARA, dikutip Sabtu.

Hal senada diungkapkan psikolog klinis dewasa dari Yayasan Pulih, Nirmala Ika. Dia menuturkan, masalah mental misalnya depresi bukan sesuatu yang memalukan untuk diceritakan kepada orang lain. Apalagi bila cerita yang disampaikan sebenarnya bisa membantu banyak orang untuk juga memahami kondisi penderita, maka mengapa tidak?

Baca juga: 40 Persen warga Korsel alami masalah kesehatan mental akibat COVID-19

“Banyak klien-klien saya akhirnya bisa membantu teman-temannya untuk menyadari mereka memiliki masalah emosional dan mulai mencari bantuan sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tutur Ika saat dihubungi dalam kesempatan terpisah.

Selain itu, menceritakan gangguan mental yang dihadapi sebenarnya bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa penderita butuh support system lingkungan atau sekedar menunjukkan ia sedang depresi, namun bisa kembali memiliki kehidupan normal seperti orang pada umumnya.

“Alasan lainnya dia mau menunjukkan bahwa struggle is real jadi walaupun pernah depresi mereka bisa kembali punya kehidupan normal. Apalagi kalau masa-masa gelapnya sudah lewat ya,” kata Tala.

Baca juga: Polusi udara berhubungan dengan masalah kesehatan mental

Di lain sisi, tak menutup kemungkinan seseorang dengan masalah mental meminta belas kasih orang-orang tertentu yang dia harapkan hadir dalam hidupnya. Tetapi ini tergantung masing-masing individu.

Baca Juga Abang None :  Mills Apparel konfirmasi pembuatan jersey Tranmere Rovers

Tala mengatakan, mereka yang tergolong generasi Z cenderung mencari bantuan lebih cepat dan mampu mencari informasi terkait kondisi dirinya melalui sumber-sumber kesehatan di media.

Hanya saja, Tala mengingatkan untuk berhati-hati memilih orang untuk “dicurhati”, agar tidak justru berakhir dengan dia menyepelekan masalah mental penderita dan memicu kekambuhan kondisi yang sebetulnya sudah membaik.

“Biasanya kan orang akan mudah bercerita saat dia merasa nyaman dengan lawan bicaranya ya. Apalagi untuk masalah kesehatan mental. Saat dia cerita pasti dia menyelipkan harapan agar lawan bicaranya bisa memahami kondisi dia,” kata Tala.

Baca juga: Hindari tindakan reaktif saat dicurhati masalah mental

Baca juga: COVID-19 juga bisa tingkatkan risiko orang kena masalah mental

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2066646/bolehkah-ceritakan-masalah-kesehatan-mental-ke-orang-lain

Written by: admin


Previous post

1� GVK Showdown Final

“Godzilla vs. Kong”, pertarungan dahsyat dua monster ikonik

Jakarta (ANTARA) - Penonton tahu bagaimana kekuatan Kong di film "Kong: Skull Island", juga dahsyatnya Godzilla di "Godzilla" (2014) dan "Godzilla: King of the Monsters" (2019). Apa yang terjadi bila dua monster ikonik berada di satu "panggung"? Itu semua disuguhkan dalam film teranyar "Godzilla vs. Kong" yang tayang bulan ini. Sebelum tiba ke adegan-adegan pertarungan yang asyik sekali bila ditonton di layar lebar dengan suara yang menggelegar, kita diajak melihat Kong […]

today27/03/2021

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

0%
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x