today29/07/2026


Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta saat meluncurkan TRUST Jakarta pada JSPay Summit 2026 guna memperkuat pengawasan sistem pembayaran digital.
Bensradio.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan TRUST Jakarta (Transparency, Surveillance, Risk Management for Secure Transactions) sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan sistem pembayaran digital di Indonesia. Peluncuran dilakukan dalam ajang Jakarta Secure Payment System Summit (JSPay Summit) 2026 pada Rabu (29/7/2026).
Program TRUST Jakarta menjadi inovasi terbaru BI DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas pengawasan terhadap Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), Penyelenggara Penukaran Uang Kertas Asing Bukan Bank (PUKA BB), serta Badan Berizin UKA (BB UKA) melalui pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan terintegrasi.
Peluncuran TRUST Jakarta dilakukan melalui tiga pilar utama yang dirancang untuk memperkuat tata kelola industri sistem pembayaran nasional.
Pilar pertama adalah Jakarta Secure Payment Summit (JSPay Summit) sebagai forum diskusi kebijakan, penguatan kapasitas industri, serta ruang kolaborasi antara regulator dan pelaku industri.
Selanjutnya terdapat Strategic Payment and Resilient Knowledge Forum (SPARK) yang berfokus membangun sinergi lintas lembaga dalam meningkatkan ketahanan sektor sistem pembayaran.
Pilar ketiga yakni Payment System on Your View (POV) yang bertujuan meningkatkan kapasitas industri agar semakin patuh terhadap regulasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki ketahanan menghadapi berbagai risiko digital.
Ketiga pilar tersebut dirancang untuk menjawab tantangan tata kelola, manajemen risiko, keamanan siber, hingga implementasi Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APU PPT PPPSPM).
Selain itu, program ini juga mendukung implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan selaras dengan standar internasional Financial Action Task Force (FATF).
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Reny Julianie F, mengatakan bahwa TRUST Jakarta merupakan bentuk komitmen BI dalam membangun sistem pengawasan pembayaran yang semakin modern.
“Setiap sistem pembayaran yang aman berawal dari kepercayaan. Di tengah industri yang terus berkembang, pengawasan yang kuat dibangun melalui kolaborasi yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui TRUST Jakarta, kami menghadirkan pengawasan yang lebih responsif dan terpercaya bersama seluruh pelaku industri,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, akademisi, hingga pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang sehat dan berdaya saing.
Ia berharap penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas industri, serta bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran digital dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus menjaga stabilitas sistem pembayaran Indonesia.
Sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional, DKI Jakarta memiliki peran strategis dalam industri sistem pembayaran dan penukaran valuta asing.
Data hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta mengawasi sekitar 33,83 persen Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) secara nasional, 30,55 persen Penyelenggara PUKA BB, serta 75 persen Badan Berizin UKA (BB UKA).
Selain itu, aktivitas usaha di wilayah kerja BI DKI Jakarta turut menyumbang 39,67 persen terhadap industri sistem pembayaran nasional.
Besarnya konsentrasi industri tersebut membuat penguatan pengawasan menjadi aspek penting untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital yang semakin berkembang.
Peluncuran TRUST Jakarta menjadi bagian dari transformasi Bank Indonesia dalam menciptakan ekosistem pembayaran digital yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.
Melalui pengawasan yang adaptif, kolaboratif, serta berbasis manajemen risiko, BI DKI Jakarta berharap seluruh pelaku industri dapat menghadapi tantangan teknologi digital, meningkatkan keamanan transaksi, dan memperkuat daya saing sistem pembayaran nasional di masa depan.
Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)