today29/09/2026

Bensradio.com – JAKARTA, September 2026 — Industri hospitality tidak hanya berbicara mengenai kenyamanan tamu dan pertumbuhan bisnis. Di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin besar, kondisi lingkungan dan kesehatan destinasi juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Sustainability Talk bertajuk “Building Resilience Through Nature: Why Investing in Nature Matters for Business Resilience,” yang digelar di The Rooang at Bimasena, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Dalam forum tersebut, Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, menekankan bahwa restorasi alam perlu dilihat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus memperkuat ketahanan bisnis hospitality di Indonesia.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Artotel Group, The Bimasena, dan Bumiterra. Diskusi menghadirkan Erastus Radjimin, Adisti Ikayanti selaku CEO MAKA Group, serta Matt Leggett, Founder & CEO Terratai. Sementara itu, diskusi dimoderatori oleh Tara Susanto-Joseph, Co-founder & CEO Bumiterra.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari eksekutif perusahaan, business leaders, investor, praktisi keberlanjutan, pemimpin industri hospitality, hingga media.
Pembahasan pun tidak hanya menyoroti isu lingkungan secara umum. Para pembicara melihat hubungan yang lebih luas antara investasi terhadap alam, keberlanjutan sebuah destinasi, dan kemampuan bisnis dalam menghadapi berbagai tantangan jangka panjang.
Sebagai perusahaan hospitality yang mengoperasikan hotel di berbagai destinasi Indonesia, Artotel Group melihat keberadaan alam memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan bisnis.
Hotel membutuhkan berbagai sumber daya alam dalam proses pembangunan maupun kegiatan operasionalnya. Karena itu, menjaga sekaligus memulihkan lingkungan dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem hospitality.
Tanggung jawab tersebut mencakup tamu, karyawan, pemilik hotel, masyarakat sekitar, hingga destinasi tempat hotel beroperasi.
Pandangan tersebut kemudian diperkuat melalui implementasi program ESG yang mulai diperkuat Artotel Group sejak 2022 melalui The Art of Goodness.
Bagi Artotel Group, keberlanjutan tidak berhenti pada slogan. Program yang dijalankan diarahkan pada aksi nyata, target yang dapat diukur, serta hasil yang dapat dipantau.
Restorasi alam kemudian menjadi salah satu upaya untuk memperluas dampak program keberlanjutan tersebut. Fokusnya tidak hanya berada di dalam lingkungan operasional hotel, tetapi juga menyentuh kawasan dan destinasi yang lebih luas.
Erastus Radjimin mengatakan, pemulihan alam memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar melakukan penanaman pohon.
“Restorasi alam bukan hanya tentang menanam kembali pohon, tetapi tentang menjaga dan memulihkan ekosistem agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Bagi kami, investasi pada alam merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus membangun ketahanan bisnis hospitality,” ujar Erastus Radjimin, Founder & CEO Artotel Group.
Menurut Erastus, restorasi alam juga berkaitan dengan upaya membangun destinasi yang lebih sehat dan komunitas yang lebih kuat.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut menjadi bagian dari faktor yang dapat mendukung ketahanan industri hospitality ketika menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Dengan perspektif tersebut, keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pembicaraan mengenai keberlangsungan destinasi dan bisnis hospitality.
Komitmen tersebut saat ini diwujudkan Artotel Group melalui kerja sama dengan Bumiterra, perusahaan restorasi alam bersertifikasi B Corp di Indonesia yang disebut 100 persen didukung oleh komunitas lokal.
Kolaborasi tersebut mencakup upaya merestorasi 1 hektare lahan di Desa Rumbih, Kalimantan Barat.
Program restorasi ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Upaya yang dilakukan juga mencakup perawatan serta pemulihan keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan hujan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Artotel Group untuk memperluas kontribusi ESG sekaligus menghadirkan dampak positif yang tidak terbatas pada area operasional hotel.
Melalui pendekatan tersebut, Artotel Group menempatkan restorasi alam sebagai salah satu bagian dari perjalanan keberlanjutan perusahaan. Bagi industri hospitality, keberadaan destinasi yang terjaga menjadi salah satu unsur penting dalam membangun pengalaman sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas bisnis dalam jangka panjang.
Written by: Dimas Galoh Maulana

Post comments (0)