play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

SPEKIX 2026 Resmi Dibuka, Dari Gerakan Kesadaran Menuju Indonesia Ramah Neurodiversitas

today11/10/2026

Background
share close

Bensradio.com – Jakarta, 10 Oktober 2026 – SPEKIX (Neurodiversity Expo) 2026 resmi dibuka di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Mengusung semangat inklusi dan keberagaman, penyelenggaraan tahun ini menjadi babak baru perjalanan SPEKIX yang sejak 2019 terus berkembang dari sebuah ruang pertemuan komunitas menjadi gerakan yang mendorong terbentuknya ekosistem ramah neurodiversitas di Indonesia.

Perjalanan SPEKIX bermula pada 2019 ketika acara ini masih dikenal sebagai Special Kids Expo. Saat itu, fokus utamanya adalah membangun kesadaran sekaligus menghadirkan ruang bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar mereka mengetahui bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Seiring waktu, SPEKIX berkembang menjadi platform inklusif dengan cakupan yang semakin luas. Pada 2024, SPEKIX mulai memperkuat posisinya sebagai platform inklusif nasional. Setahun kemudian, pada 2025, semangat tersebut berkembang melalui konsep “One Community in Harmony” yang berhasil menarik 5.585 pengunjung, jauh di atas target awal sebanyak 3.500 orang.

Kini, SPEKIX 2026 membawa misi yang lebih jauh. Bukan hanya menjadi tempat berbagi informasi, bertemu komunitas, atau menikmati berbagai kegiatan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang mendorong perubahan dan penguatan kebijakan bagi individu berkebutuhan khusus (IBK) di Indonesia.

SPEKIX Ingin Perubahan Tak Berhenti di Ruang Acara

Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia, Zarrabida Ibnusirad, mengatakan perjalanan SPEKIX selama tujuh tahun menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap ruang inklusif masih sangat besar.

Menurutnya, SPEKIX sejak awal dibangun agar keluarga dapat menemukan dukungan, informasi, serta komunitas yang memahami perjalanan mereka.

“Sejak 2019, SPEKIX mulai dari pameran kecil yang bertujuan membuat keluarga merasa tidak sendirian. Hari ini, kami berdiri di sini bukan hanya untuk merayakan perjalanan itu, tapi menegaskan bahwa perjalanan ini belum selesai.”

Ia menegaskan, SPEKIX tidak ingin berhenti sebagai acara yang hanya berlangsung selama dua hari.

Semangat tersebut diarahkan untuk terus mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak kepada individu berkebutuhan khusus, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan menuju tujuan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. SPEKIX secara rutin terlibat dalam diskusi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta serta melakukan audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pembahasan mengenai layanan disabilitas yang lebih terintegrasi dan dapat menjangkau berbagai fase kehidupan.

Dalam konteks nasional, isu inklusi menjadi semakin penting mengingat terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia, yang mendapatkan perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

SPEKIX melihat kebutuhan terhadap layanan yang terintegrasi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga dapat mencakup berbagai tahapan kehidupan, mulai dari masa kehamilan, tumbuh kembang, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja.

Baca Juga Abang None :  Sounds of Superior Productivity

Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan SPEKIX 2026.

Ia menilai pembangunan ekosistem inklusi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sehingga tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi.

“Inklusi tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, kegiatan, atau momentum. Membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci.”

Menurut Arifatul, SPEKIX 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan selama dua hari, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam membangun ekosistem inklusi yang berkelanjutan.

Semangat tersebut juga membuka peluang bagi terbentuknya model kolaborasi yang dapat diterapkan lebih luas. DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi salah satu wilayah percontohan yang kemudian memberikan pembelajaran bagi daerah lain dalam membangun lingkungan yang lebih ramah bagi individu berkebutuhan khusus.

Dengan demikian, pengalaman dan jejaring yang terbentuk melalui SPEKIX tidak berhenti di lokasi penyelenggaraan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat dibawa ke lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, tempat kerja, hingga ruang publik.

Pembukaan SPEKIX 2026 di JICC Jakarta dengan dua pembicara di atas panggung.
SPEKIX 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 10 Oktober 2026.

Pemprov DKI Jakarta Berikan Dukungan

Dukungan terhadap SPEKIX 2026 juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Pemprov DKI Jakarta membuka booth resmi di lokasi acara. Pemerintah daerah juga mengundang guru PAUD dan SD se-DKI Jakarta untuk mengikuti lokakarya tenaga pendidik yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan SPEKIX.

Selain itu, komunitas binaan Pemprov DKI Jakarta turut diberi ruang untuk berpartisipasi dalam acara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung penyelenggaraan SPEKIX 2026 sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga, termasuk individu berkebutuhan khusus.

“Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan SPEKIX 2026 sebagai bagian dari komitmen kami mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warganya, termasuk individu berkebutuhan khusus. Kami berharap kolaborasi bersama SPEKIX ini terus berlanjut demi Jakarta yang lebih baik untuk semua,” ujar Pramono Anung.

Keterlibatan tenaga pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian SPEKIX 2026. Sebab, sekolah menjadi salah satu ruang yang sangat dekat dengan proses tumbuh kembang anak dan membutuhkan pemahaman yang memadai mengenai keberagaman kebutuhan peserta didik.

Hadirkan 35 Seminar dan Lokakarya

SPEKIX 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang ditujukan untuk keluarga, komunitas, tenaga pendidik, individu berkebutuhan khusus, hingga dunia usaha.

Setidaknya terdapat 35 seminar dan lokakarya yang digelar selama rangkaian acara. Salah satunya merupakan sesi khusus bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan pemahaman mengenai cara mengenali dan mendampingi individu berkebutuhan khusus di lingkungan kelas.

Selain program edukasi, SPEKIX 2026 juga menghadirkan lebih dari 129 tenant pameran dan bazaar. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk, layanan, komunitas, serta informasi yang berkaitan dengan ekosistem kebutuhan khusus dan inklusi.

Panggung pertunjukan juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Salah satu momen yang terlihat dalam dokumentasi kegiatan adalah kebersamaan antara para peserta, komunitas, dan pihak penyelenggara dalam suasana penuh warna di atas panggung SPEKIX.

Tidak hanya itu, SPEKIX menyediakan ruang konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis. Kehadiran layanan tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan individu berkebutuhan khusus.

Program lain yang menjadi perhatian adalah Program Karier Inklusi. Program ini mempertemukan individu berkebutuhan khusus dewasa dengan perusahaan yang membuka akses kesempatan kerja bagi mereka.

Dengan begitu, pembahasan mengenai inklusi tidak hanya berhenti pada pendidikan dan keluarga. SPEKIX juga membawa isu tersebut ke ranah kemandirian dan kesempatan berkarier.

Peserta dan komunitas tampil bersama di SPEKIX 2026
Peserta dan komunitas tampil bersama dalam rangkaian SPEKIX 2026 di JICC Senayan, Jakarta.

SPEKIX 2026 Terbuka untuk Masyarakat

Seluruh rangkaian SPEKIX 2026 dapat dikunjungi tanpa biaya. Masyarakat yang hadir tidak hanya dapat mengikuti seminar dan lokakarya, tetapi juga menjelajahi area pameran, menikmati pertunjukan, mendapatkan informasi dari berbagai komunitas, serta memanfaatkan layanan konsultasi yang tersedia.

Pada hari pertama, pengunjung dapat mengikuti pembukaan lokakarya bagi tenaga pendidik, mengunjungi booth Karier Inklusi, hingga memanfaatkan layanan konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis.

Sementara itu, rangkaian SPEKIX 2026 akan kembali berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, dengan berbagai sesi tambahan dan penampilan panggung hingga pukul 18.00 WIB.

Informasi mengenai jadwal kegiatan dapat diperoleh melalui titik informasi dan Media Center yang tersedia di lokasi acara.

Dari Pameran Menjadi Gerakan Inklusi

Perjalanan SPEKIX selama beberapa tahun memperlihatkan bagaimana sebuah acara yang berawal dari kebutuhan komunitas dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi dengan cakupan yang lebih luas.

Dari Special Kids Expo pada 2019 hingga SPEKIX 2026, fokus yang dibawa juga semakin berkembang. Tidak hanya berbicara mengenai anak dan keluarga, tetapi mulai menyentuh pendidikan, lingkungan sosial, pekerjaan, ruang publik, hingga pembahasan mengenai kebijakan.

Pesan #YouAreNotAlone yang menjadi bagian dari semangat SPEKIX pun terasa relevan dengan perjalanan tersebut. Sebab, membangun lingkungan yang inklusif membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan proses yang berkelanjutan.

SPEKIX 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda pameran selama dua hari. Di balik seminar, lokakarya, panggung pertunjukan, booth komunitas, konsultasi, dan Program Karier Inklusi, terdapat upaya untuk mempertemukan berbagai pihak dalam satu ruang yang sama.

Harapannya, kolaborasi yang terbentuk tidak berhenti ketika acara berakhir. Dari Jakarta, gerakan tersebut diharapkan dapat terus berkembang ke sekolah, keluarga, komunitas, dunia kerja, dan berbagai ruang publik lainnya di Indonesia.

Karena bagi SPEKIX, Indonesia yang ramah neurodiversitas bukan sekadar gagasan, melainkan tujuan yang membutuhkan kerja bersama agar benar-benar dapat dirasakan oleh individu berkebutuhan khusus dan keluarganya di berbagai daerah.

Written by: Dimas Galoh Maulana

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.