play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Kabar Anget

EIGER Nature Hadir di Bogor, Bawa Konsep Ekowisata Berbasis Alam, Budaya dan Masyarakat

today06/09/2026

Background
share close

Bensradio.com, BOGOR – EIGER memperkenalkan EIGER Nature, destinasi ekowisata terbaru di Bogor, Jawa Barat, menjelang pembukaannya untuk publik. Kehadiran EIGER Nature menjadi bagian dari langkah EIGER dalam mengembangkan destinasi wisata alam yang menggabungkan petualangan, edukasi, konservasi, budaya, serta pemberdayaan masyarakat.

Sebelumnya, destinasi tersebut dikenal dengan nama EIGER Adventure Land. Perubahan menjadi EIGER Nature tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga menandai arah baru dalam pengembangan kawasan yang menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu fokus utama.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari perjalanan EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan masyarakat.

“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel.

Baca Juga Abang None :  Mensos cek bansos bermasalah di Lumajang

EIGER Nature Gunakan Pendekatan 7E dalam Pengembangan Ekowisata

Dalam pengembangannya, EIGER Nature mengusung pendekatan 3E Ekowisata, yaitu Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Konsep tersebut kemudian diperluas menjadi kerangka 7E, yang meliputi Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.

Kerangka 7E tersebut menjadi dasar dalam merancang kawasan sekaligus berbagai program dan pengalaman yang nantinya dapat dinikmati pengunjung.

Melalui konsep ini, EIGER Nature tidak hanya menempatkan alam sebagai objek wisata. Kawasan tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan hubungan antara konservasi lingkungan, budaya lokal, edukasi, aktivitas wisata, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.

EIGER Nature Tanam Lebih dari 120.000 Pohon

Komitmen terhadap keberlanjutan telah diterapkan sejak proses pengembangan EIGER Nature. Salah satu upayanya dilakukan melalui program penghijauan yang mencakup penanaman lebih dari 120.000 pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.

Selain penghijauan, pengelola juga melakukan pemulihan lahan dan pendataan keanekaragaman hayati di kawasan. Pengelolaan air dan hidrologi turut menjadi bagian dari proses pengembangan destinasi.

Sistem pengelolaan sampah juga disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan agar tetap mendukung prinsip keberlanjutan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan menjadi bagian dari perencanaan EIGER Nature, bukan hanya pelengkap dalam aktivitas pariwisata.

EIGER Nature Bogor sebagai destinasi ekowisata berbasis alam dan petualangan
EIGER Nature di Bogor, Jawa Barat, hadir dengan konsep ekowisata yang memadukan alam, petualangan, budaya, edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Libatkan Ratusan Masyarakat Sekitar

Pengembangan EIGER Nature juga membawa dampak pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Sejak tahap pengembangan, lebih dari 500 tenaga kerja telah terlibat. Sekitar 300 orang di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.

Ketika beroperasi, EIGER Nature diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan. Proyeksi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pengembangan destinasi agar memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

EIGER juga menyiapkan skema alokasi 5 persen dari laba bersih EIGER Nature untuk mendukung berbagai program keberlanjutan. Dana tersebut akan diarahkan untuk program pelestarian alam, budaya, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Program yang disiapkan mencakup konservasi, pengelolaan limbah, hingga inisiatif 1 Ticket 1 Tree.

Baca Juga Abang None :  Korban Meninggal Banjir Sumatra Bertambah Jadi 1.053 Jiwa, Evakuasi Masih Berlangsung

Hadirkan Beragam Aktivitas Wisata Alam

EIGER Nature dirancang sebagai destinasi yang memadukan pengalaman alam dengan aktivitas petualangan dan hospitality. Pengunjung nantinya dapat menikmati sejumlah atraksi yang dikembangkan dengan karakter alam kawasan.

Beberapa aktivitas yang disiapkan antara lain Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, dan Forest Adventure.

Pengunjung juga dapat memilih pengalaman bermalam melalui fasilitas Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Rangkaian fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pilihan pengalaman yang berbeda. Pengunjung dapat menikmati kawasan alam, melakukan aktivitas petualangan, mengenal budaya, hingga menghabiskan waktu lebih lama melalui pengalaman menginap di tengah kawasan.

EIGER Nature Ingin Pengunjung Pulang Membawa Makna

Bagi EIGER, pengalaman yang ditawarkan EIGER Nature tidak berhenti pada aktivitas wisata. Pengelola ingin pengunjung mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru setelah berinteraksi dengan alam dan lingkungan sekitar.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.

Dengan identitas baru tersebut, EIGER Nature membawa arah pengembangan ekowisata yang menggabungkan aspek lingkungan, budaya, ekonomi, edukasi, dan pengalaman wisata.

Kehadiran destinasi ini di Bogor diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati alam sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai budaya yang berkembang di sekitarnya.

EIGER Nature pun menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari pengalaman wisata, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan oleh pengunjung, masyarakat, dan lingkungan dalam jangka panjang.

Written by: Muhammad Daffa

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.