play_arrow

keyboard_arrow_right

Listeners:

Top listeners:

skip_previous skip_next
00:00 00:00
chevron_left
  • cover play_arrow

    Bens Radio 106.2 FM Jakarta

Artikel

YouTube Perbarui Aturan Monetisasi, Konten AI Berkualitas Rendah dan Video Berulang Tak Lagi Dibayar

today25/07/2026

Background
share close

Bensradio.com – Aturan monetisasi YouTube resmi diperbarui melalui Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP). Dalam kebijakan terbaru ini, YouTube menegaskan bahwa sejumlah jenis konten, terutama yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) tanpa nilai kreativitas yang memadai, tidak lagi memenuhi syarat untuk memperoleh penghasilan dari platform.

Perubahan aturan monetisasi YouTube tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas konten di platform sekaligus memastikan kreator tetap menghasilkan karya yang orisinal, informatif, dan memberikan nilai tambah bagi penonton.

YouTube Perketat Monetisasi Konten AI

Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin, menjelaskan bahwa teknologi AI sebenarnya mampu membantu kreator menghasilkan video berkualitas tinggi dengan lebih efisien.

Namun di sisi lain, AI juga dimanfaatkan untuk memproduksi video secara massal dengan isi yang hampir sama, minim usaha, tidak memiliki alur cerita, dan kurang menunjukkan kreativitas.

Menurut Halprin, jenis konten seperti inilah yang tidak lagi ingin didukung melalui Program Mitra YouTube.

“Teknologi AI bisa menghasilkan karya yang luar biasa, tetapi juga memungkinkan munculnya konten yang hanya dibuat untuk penambangan tayangan tanpa kreativitas. Konten seperti itu tidak kami inginkan dalam YouTube Partner Program.”

Jenis Konten yang Tidak Bisa Dimonetisasi YouTube

Dalam pembaruan kebijakan tersebut, YouTube menjelaskan beberapa kategori konten yang berpotensi kehilangan akses monetisasi melalui YPP.

1. Konten AI Berkualitas Rendah

Video yang dibuat menggunakan AI, CGI, atau template otomatis tanpa memberikan sentuhan kreatif maupun nilai orisinal berisiko tidak memenuhi syarat monetisasi.

YouTube menekankan bahwa penggunaan AI tidak dilarang, tetapi harus tetap menghasilkan konten yang unik, informatif, dan memiliki kualitas produksi yang baik.

2. Video Berulang atau Reproduksi Konten

Konten yang hanya mengulang materi yang sudah ada, termasuk tutorial hasil reproduksi tanpa penambahan informasi baru, juga menjadi sasaran kebijakan terbaru.

Baca Juga Abang None :  5 film Indonesia yang bakal tayang Januari 2022, ada film apa aja

Platform ingin memastikan kreator menghadirkan perspektif baru, pengalaman pribadi, maupun analisis yang memberikan manfaat bagi audiens.

3. Konten Manipulasi Emosi

YouTube juga akan membatasi monetisasi terhadap video yang sengaja dibuat untuk memancing emosi demi meningkatkan jumlah penayangan.

Salah satu contoh yang disoroti adalah video yang memperlihatkan hewan dalam kondisi sengsara sebelum akhirnya “diselamatkan” hanya untuk menarik perhatian penonton.

Apabila sebuah kanal secara konsisten memproduksi konten semacam ini, YouTube dapat menghapusnya dari Program Mitra meskipun video tersebut tidak dibuat menggunakan AI.

4. Persona AI untuk Topik Sensitif

Kategori lain yang tidak lagi didukung adalah penggunaan persona AI atau representasi digital seseorang untuk membahas topik sensitif.

YouTube menyebutkan bahwa avatar AI tidak boleh digunakan sebagai sumber informasi utama dalam pembahasan mengenai:

  • Keuangan
  • Investasi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Medis

Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi potensi penyebaran informasi yang menyesatkan melalui teknologi AI.

YouTube Tetap Dukung Kreator yang Menggunakan AI Secara Kreatif

Meski memperketat aturan monetisasi YouTube, perusahaan menegaskan bahwa penggunaan AI bukanlah sesuatu yang dilarang.

Sebaliknya, YouTube tetap mendukung kreator yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas produksi, mempercepat proses kreatif, atau menghasilkan konten yang lebih menarik.

Yang menjadi perhatian utama platform adalah konten yang diproduksi secara massal tanpa kreativitas, hanya mengejar jumlah tayangan, dan tidak memberikan manfaat bagi pengguna.

Dengan kebijakan baru ini, YouTube berharap ekosistem kreator tetap dipenuhi konten orisinal, berkualitas, dan dapat dipercaya, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi AI secara lebih bertanggung jawab.

Written by: RAIHAN SYARIF

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tick the switch to enable the submit button.