

Penerima penghargaan berfoto bersama dalam acara Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 di HARRIS Hotel Bekasi.
Bensradio.com – BEKASI – Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 menjadi ruang bagi anak-anak, pelajar, dan masyarakat umum untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan kecintaan terhadap literasi. Digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di HARRIS Hotel Bekasi, kegiatan bertema “Asah Potensi, Raih Prestasi” ini menghadirkan dua kompetisi utama, yakni Lomba Mewarnai dan Lomba Baca Puisi.
Sebanyak 162 peserta mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Rinciannya, 94 peserta berkompetisi dalam Lomba Mewarnai, sedangkan 68 peserta mengikuti Lomba Baca Puisi yang menjangkau 25 kota dan kabupaten di 11 provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk meraih penghargaan, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, serta berani menampilkan karya di hadapan publik.
Diselenggarakan oleh Jendela Puspita bersama Komunitas Pegiat Literasi dan Budaya Nusantara, HARRIS Hotel Bekasi, serta Senniart EO, Gebyar Kreasi VIII mempertemukan unsur pendidikan, seni, sastra, dan kolaborasi masyarakat dalam satu kegiatan.
Melalui tema “Asah Potensi, Raih Prestasi”, Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 menempatkan kreativitas sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang generasi muda. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan, mencoba pengalaman baru, serta belajar menghadapi kompetisi secara positif.
Dua cabang lomba yang dihadirkan memiliki pendekatan berbeda, tetapi saling melengkapi. Lomba Mewarnai memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan imajinasi melalui warna dan karya visual. Sementara itu, Lomba Baca Puisi mengajak peserta mengolah kata, memahami makna, serta menyampaikan pesan melalui penghayatan dan kemampuan berbahasa.
Perpaduan kedua kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan potensi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk ekspresi. Kreativitas visual dan kemampuan berbahasa sama-sama memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenali kelebihan diri sekaligus belajar menghargai karya orang lain.
Kehadiran peserta dari beragam kelompok usia dan daerah juga menambah nilai kegiatan. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga berkesempatan menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung tumbuhnya semangat berkarya.

Lomba Mewarnai menjadi salah satu agenda utama Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 dengan melibatkan 94 peserta. Kompetisi ini dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) kelas 1–3, serta SD kelas 4–6.
Pembagian kategori tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkompetisi sesuai kelompok usia dan jenjang pendidikan. Dalam pelaksanaannya, anak-anak menuangkan ide melalui pilihan warna, ketelitian, serta kreativitas masing-masing.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan mewarnai dapat menjadi pengalaman untuk melatih koordinasi mata dan tangan, mengenali perpaduan warna, serta membangun kesabaran dalam menyelesaikan sebuah karya.
Suasana perlombaan yang mempertemukan banyak peserta juga menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mereka belajar berkonsentrasi di tengah lingkungan kompetisi, menyelesaikan karya sesuai waktu yang tersedia, dan menerima hasil penilaian sebagai bagian dari proses belajar.
Berikut daftar pemenang Lomba Mewarnai Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 berdasarkan kategori yang disampaikan penyelenggara.
Kategori TK
Kategori SD Kelas 1–3
Kategori SD Kelas 4–6
Para pemenang tersebut menjadi bagian dari perayaan kreativitas yang dihadirkan melalui Gebyar Kreasi VIII. Penghargaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Selain mewarnai, Lomba Baca Puisi menjadi agenda yang memperkuat pesan literasi dalam Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026. Kompetisi ini diikuti 68 peserta, terdiri atas 38 peserta kategori pelajar dan 30 peserta kategori umum.
Jangkauan peserta yang berasal dari 25 kota dan kabupaten di 11 provinsi menunjukkan luasnya partisipasi dalam kegiatan tersebut. Puisi menjadi medium bagi peserta untuk menyampaikan pemikiran, mengungkapkan perasaan, dan menghidupkan pesan melalui bahasa.
Kompetisi ini mengusung tema “Dengan Kata Kurekat Makna, Dengan Bahasa Kubangun Bangsa”. Tema tersebut menempatkan bahasa dan sastra sebagai sarana berekspresi sekaligus bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap identitas dan kebudayaan Indonesia.
Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 20 peserta terpilih menjadi finalis. Mereka terdiri atas 10 finalis kategori pelajar dan 10 finalis kategori umum.
Babak final berlangsung di Ballroom Lantai 6 HARRIS Hotel Bekasi. Peserta yang tidak dapat hadir secara langsung tetap memperoleh kesempatan mengikuti babak final melalui Zoom. Pelaksanaan secara daring ini membuka akses bagi peserta yang terkendala jarak untuk tetap berpartisipasi dalam kompetisi.
Kesempatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan literasi. Dengan menggabungkan kehadiran langsung dan partisipasi daring, penyelenggara memberikan alternatif bagi finalis untuk menunjukkan kemampuan membaca puisi.

Berikut para pemenang Lomba Baca Puisi Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026.
Kategori Pelajar
Kategori Umum
Juara Favorit
Para pemenang menjadi representasi semangat peserta dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra. Sementara itu, pengalaman tampil di hadapan audiens maupun melalui platform daring menjadi kesempatan untuk mengasah penghayatan, artikulasi, intonasi, serta keberanian menyampaikan pesan.
Terselenggaranya Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026 turut didukung oleh berbagai perusahaan dan lembaga. Sponsor yang tercantum dalam materi kegiatan meliputi Pegadaian, FIFGROUP, Nutracare, Kokola, Dompet Dhuafa, Luck Milk, Want-Want, Hoka-Hoka Bento, KidZania, Femmy Kalbe, Tekko, dan Cleo.
Keterlibatan para sponsor menjadi bagian dari kolaborasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan seni dan literasi. Sinergi antara penyelenggara, mitra kegiatan, dan dunia usaha dapat membuka ruang bagi lebih banyak inisiatif yang berorientasi pada pengembangan potensi anak-anak, pelajar, serta masyarakat umum.
Dalam kegiatan seperti ini, dukungan berbagai pihak bukan hanya berkaitan dengan terselenggaranya acara, tetapi juga dengan terciptanya pengalaman yang berkesan bagi peserta. Kesempatan untuk mengikuti kompetisi, memperoleh apresiasi, dan bertemu dengan peserta lain dapat menjadi bagian dari proses belajar di luar ruang kelas.
Kolaborasi lintas sektor juga memperlihatkan bahwa pendidikan dan literasi dapat menjadi perhatian bersama. Ketika komunitas, pengelola kegiatan, tempat penyelenggaraan, dan sponsor mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, kegiatan positif berpeluang menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui Gebyar Kreasi VIII Jendela Puspita 2026, Jendela Puspita menghadirkan ruang pertemuan antara kreativitas, kompetisi, dan literasi. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan, berani tampil, serta mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk pengembangan diri.
Lomba Mewarnai mendorong peserta mengembangkan imajinasi dan kreativitas visual. Di sisi lain, Lomba Baca Puisi memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk memperdalam kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
Kedua kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa prestasi tidak hanya diukur dari gelar juara. Proses berlatih, keberanian mengikuti kompetisi, kedisiplinan menyelesaikan karya, serta kesediaan belajar dari pengalaman merupakan bagian penting dari perjalanan setiap peserta.
Dengan melibatkan 162 peserta dalam dua agenda utama, Gebyar Kreasi VIII menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk merayakan bakat dan kreativitas. Jangkauan peserta Lomba Baca Puisi dari 11 provinsi turut menghadirkan keberagaman pengalaman dan latar belakang dalam satu kegiatan.
Semangat “Asah Potensi, Raih Prestasi” pun menjadi pesan yang melampaui pengumuman pemenang. Setiap anak dan individu memiliki potensi yang perlu diberi kesempatan untuk berkembang melalui lingkungan yang mendukung, pengalaman yang positif, serta apresiasi terhadap proses berkarya.
Ke depan, kegiatan yang mempertemukan pendidikan, seni, budaya, dan literasi diharapkan dapat terus berkembang. Dengan kolaborasi berkelanjutan, semakin banyak ruang dapat tercipta bagi generasi kreatif Indonesia untuk berkarya, berprestasi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi.
Written by: Dimas Galoh Maulana

Post comments (0)