today01/09/2026


Ilustrasi pelajar mengikuti pemeriksaan kesehatan. Program CKG di Tangerang Selatan menemukan 629 siswa SMA teridentifikasi memiliki risiko gejala depresi ringan berdasarkan hasil skrining awal.
Bensradio.com, TANGERANG SELATAN – Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengungkap perhatian baru terhadap kondisi kesehatan mental pelajar. Sebanyak 629 siswa SMA di wilayah Tangerang Selatan terdeteksi memiliki risiko gejala depresi ringan berdasarkan hasil skrining awal.
Temuan tersebut diperoleh melalui program CKG Sekolah yang memasukkan pemeriksaan kesehatan mental sebagai salah satu bagian dari layanan skrining bagi pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa kategori tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan awal menggunakan sejumlah pertanyaan sederhana terkait kondisi psikologis siswa.
“Mengenai temuan awal depresi tersebut, itu merupakan skrining sederhana dengan menanyakan sekitar enam pertanyaan dasar,” ujar dr. Allin, Senin (31/8/2026).
Dalam skrining tersebut, siswa diminta menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi yang mereka alami dalam dua minggu terakhir. Pertanyaan mencakup gangguan tidur, rasa khawatir yang berlebihan, hingga perasaan gelisah terhadap berbagai hal yang belum tentu terjadi.
Jawaban siswa kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi adanya risiko gejala depresi ringan. Namun, hasil skrining ini bukan diagnosis medis dan masih menjadi temuan awal yang memerlukan pendekatan lanjutan.
Berdasarkan evaluasi serta dialog yang dilakukan bersama para pelajar, Dinkes Tangsel menemukan beberapa faktor yang sering menjadi sumber kecemasan. Salah satunya adalah ketidakpastian mengenai masa depan.
Selain itu, tekanan akademis juga menjadi persoalan yang cukup sering muncul dalam percakapan dengan siswa.
“Mayoritas hal yang dikhawatirkan remaja sebenarnya tidak jelas. Ada rasa ketakutan akan masa depan, serta tekanan akademis. Ketika ditanyakan, mereka menyatakan merasa khawatir atau cemas mengenai bagaimana nasib mereka ke depannya,” tutur dr. Allin.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental remaja tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. Tekanan sekolah, kekhawatiran mengenai masa depan, pola tidur, serta kecemasan sehari-hari dapat saling berkaitan dan memengaruhi kondisi psikologis pelajar.
Secara keseluruhan, pelaksanaan CKG bagi masyarakat umum dan pelajar di Tangerang Selatan mencatat sebanyak 2.387 kasus gejala depresi ringan.
Data tersebut berasal dari 753.537 warga yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tercatat dalam aplikasi Sehat Indonesiaku atau ASIK. Jumlah peserta pemeriksaan tersebut disebut telah mencapai sekitar 53 persen dari total penduduk Kota Tangerang Selatan.
Dari data itu, temuan terhadap 629 siswa SMA menjadi salah satu perhatian karena kelompok remaja berada dalam fase perkembangan yang menghadapi berbagai perubahan, baik dalam kehidupan sosial maupun pendidikan.
Dinkes Tangsel menegaskan bahwa siswa yang masuk dalam kategori risiko depresi ringan tidak serta-merta harus menjalani pengobatan menggunakan obat-obatan.
“Apakah mereka sudah mulai minum obat? Tidak. Ini hanya berupa risiko depresi,” tegas dr. Allin.
Menurutnya, tindak lanjut utama dari hasil skrining adalah memberikan edukasi dan melakukan pendekatan promotif. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mengenali faktor yang memicu gangguan tidur, rasa cemas, maupun tekanan yang dialami para siswa.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelajar memahami kondisi yang mereka rasakan sekaligus mendorong lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan yang tepat.
Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan telah menggelar seminar kesehatan mental yang ditujukan bagi kalangan remaja.
Program tersebut akan terus dikembangkan melalui kerja sama dengan sekolah, terutama guru bimbingan dan konseling atau BK.
Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah dinilai penting agar siswa yang mengalami tekanan akademis, gangguan tidur, atau kecemasan dapat memperoleh pendampingan sejak dini.
Dinkes Tangsel berharap program CKG tidak hanya berfungsi untuk menemukan potensi masalah kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Temuan 629 siswa SMA yang teridentifikasi memiliki risiko gejala depresi ringan menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental remaja perlu diperkuat, terutama di lingkungan pendidikan. Skrining awal, edukasi, serta dukungan dari keluarga dan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi pelajar untuk menghadapi tekanan sehari-hari.
Written by: Muhammad Daffa

Post comments (0)