today22/07/2026


Disparekraf DKI Jakarta memperkenalkan potensi pariwisata Jakarta kepada pasar Timur Tengah melalui Seminar Pariwisata Indonesia di Amman, Yordania.
Bensradio.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) memperkuat promosi pariwisata di kawasan Timur Tengah dengan mengikuti Seminar Pariwisata Indonesia di Amman, Yordania.
Kegiatan bertajuk Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026 ini berlangsung pada 19–23 Juli 2026 di Hotel Signia by Hilton Amman dan bertujuan memperkenalkan potensi wisata Jakarta kepada pasar internasional, khususnya wisatawan asal Yordania.
Delegasi Jakarta dipimpin langsung oleh Disparekraf Provinsi DKI Jakarta bersama Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) serta sejumlah pelaku industri pariwisata seperti Marintur Indonesia, Fokus Indonesia Tours, dan Nuansa Mandiri Tours.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan promosi di Yordania merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi wisata modern yang ramah bagi wisatawan Timur Tengah.
Menurutnya, Jakarta memiliki berbagai keunggulan mulai dari infrastruktur pariwisata yang berkembang, fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) berstandar internasional, hingga sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.
Selain itu, perpaduan wisata budaya, kuliner, pusat perbelanjaan, hiburan, dan konsep Muslim-friendly tourism menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asal Yordania.
“Jakarta siap memberikan kenyamanan ekstra dan kemudahan mobilitas bagi wisatawan Yordania. Kami optimistis perpaduan wisata budaya, kuliner, dan Muslim-friendly tourism akan memberikan pengalaman wisata maupun perjalanan bisnis yang berkesan,” ujar Andhika.
Disparekraf DKI Jakarta menilai Yordania merupakan pasar potensial karena jumlah wisatawannya ke Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan asal Yordania meningkat dari 7.632 orang pada 2024 menjadi 9.466 orang pada 2025.
Yordania juga menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar dari kawasan Levant ke Indonesia, mengungguli Lebanon, Suriah, dan Palestina.
Mayoritas wisatawan berasal dari segmen menengah ke atas dengan minat pada paket perjalanan honeymoon dan family trip, sehingga dinilai sesuai dengan produk wisata premium yang ditawarkan Jakarta.
Kepala Bidang Pemasaran Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan keikutsertaan Jakarta dalam seminar ini merupakan bagian dari strategi memperluas pasar wisata Timur Tengah.
Selain promosi destinasi, delegasi juga mengikuti kegiatan business matching, table top, dan pameran pariwisata guna membangun kerja sama Business-to-Business (B2B) dengan agen perjalanan, industri hospitality, dan mitra strategis di Yordania.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan paket wisata bersama sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Jakarta.
Melalui promosi di Yordania, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi wisata yang aman, modern, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim.
Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta.
Written by: RAIHAN SYARIF
Pariwisata DKI Jakarta Wisata Jakarta Wisatawan Timur Tengah

Post comments (0)