today22/04/2026

Bensradio.com, Jakarta, 22 April 2026 — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Setelah sempat menguat dua hari berturut-turut, rupiah kini melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data pasar terbaru, rupiah turun sebesar 13 poin atau 0,08% ke level Rp17.157 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.143 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait dinamika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih belum menunjukkan kepastian.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global.
Optimisme sempat muncul di pasar Asia setelah laporan menyebutkan Wakil Presiden AS, JD Vance, akan melanjutkan negosiasi damai dengan Iran di Pakistan.
Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama.
Putaran kedua negosiasi antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Islamabad, Pakistan, kini dibayangi ketidakpastian. Hingga saat ini, delegasi Iran dilaporkan belum tiba di lokasi perundingan.
Situasi semakin memicu kekhawatiran pasar setelah JD Vance dikabarkan membatalkan kunjungan ke Pakistan, yang dianggap sebagai sinyal tertundanya proses negosiasi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan tetap diperpanjang hingga proses diplomasi selesai.
Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga dipicu oleh data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.
Penjualan ritel AS pada Maret 2026 tercatat tumbuh 1,7% secara bulanan (month-to-month), meningkat tajam dari 0,7% pada bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,4%.
Data ini memperkuat posisi dolar AS di pasar global, sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 4,75% guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, analis memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran:
👉 Rp17.125 – Rp17.225 per dolar AS
Written by: Denny Zay
Post comments (0)