Bens Radio

106.2 FM Jakarta

Current track

Title

Artist


Serial “Superman & Lois”, lika-liku manusia baja jadi orangtua

Written by on 23/02/2021

Jakarta (ANTARA) – Dalam serial DC terbaru “Superman & Lois”, sang manusia baja dan jurnalis terkenal dari buku komik kembali ke Smallville, untuk menjalani tantangan terbesar mereka, sebagai orangtua pekerja dan membesarkan dua anak laki-laki.

Setelah bertahun-tahun menghadapi para penjahat super dan gila, monster-monster yang mendatangkan bencana di Metropolis, dan serbuan alien yang bermaksud memusnahkan manusia, Super Hero paling terkenal di dunia, Sang Manusia Baja alias Clark Kent (Tyler Hoechlin) dan jurnalis paling terkenal dalam buku komik, Lois Lane (Elizabeth Tulloch), harus berhadapan langsung dengan tantangan terbesar mereka – berkutat dengan segala stress, tekanan, dan kerumitan sebagai orangtua pekerja di lingkungan sosial masa kini. Kerepotan membesarkan dua anak lelaki mereka, Clark dan Lois juga harus memperhatikan anak mereka, Jonathan (Jordan Elsass) dan Jordan (Alexander Garfin) apakah mewarisi kekuatan super Kryptonit ayahnya seiring perkembangan mereka.

Kembali ke Smallville untuk menangani beberapa urusan keluarga Kent, Clark dan Lois bertemu lagi dengan Lana Lang (Emmanuelle Chriqui), pekerja bank setempat yang juga pernah menjadi cinta pertama Clark, dan suaminya yang menjadi Kepala Pemadam Kebakaran Kyle Cushing (Erik Valdez). Bukan mereka saja yang kembali menjalin pertemanan di Smallville tetapi anak-anak Kent juga menjalin pertemanan dengan puteri Lana dan Kyle yang pembangkang, Sarah (Inde Navarrette).

Tentu saja, tak ada momen membosankan dalam kehidupan sang pahlawan, terutaman bersama ayah Lois, Jenderal Samuel Lane (Dylan Walsh) yang mencari Superman untuk menaklukkan penjahat atau melakukan penyelamatan pada waktunya. Sementara itu, kembalinya Superman dan Lois ke Smallville yang asri, ternyata sudah diatur untuk dikalahkan saat sosok asing yang misterius (Wolé Parks) dan mogul yang emosional, Morgan Edge (Adam Rayner) memasuki kehidupan mereka.

Hoechlin dan Tulloch pernah muncul sebagai karakter ikonik tersebut dalam beberapa episode di serial DC Super Hero Arrow.

Baca juga: Michael B Jordan akan perankan Superman?

Baca juga: Henry Cavill masih enggan pensiun perankan Superman

Tulloch, yang berperan sebagai Lois Lane, mengatakan dalam siaran resmi, Senin, “Sejak awal, ia kembali ke masa saat karakter ini diperkenalkan pada tahun 1938, Lois Lane sebagai sosok yang menentang pendapat masyarakat tentang bagaimana perempuan seharusnya berperilaku. Perempuan dalam hal ini kebanyakan digambarkan sebagai sosok sopan, namun Lois selalu bersikap teguh pada pendirian, tanpa basa-basi, keras kepada dan wanita karir. Salah satu alasan mengapa ia sangat menarik selama bertahun-tahun adalah karena dia juga lemah, tak sempurna, romantis, konyol dan pemalu – menurutku dia sangat menarik.”

Tulloch menambahkan, “Saya mendapati bahwa Lois menginspirasi dalam hal bagaimana menanggapi omong kosong tentang apa yang dipikirkan orang tentang dirinya. Ia tidak melakukan pekerjaannya untuk mendapat Pulitzer atau penghargaan, dia melakukannya karena dia percaya pada keadilan dan kebenaran. Dia benar-benar pekerja keras yang penuh semangat dan tekad kuat, dan mewujudkannya dalam pepatah “membuat perubahan seperti yang ingin kamu lihat di melihat dunia.” Dia tidak terintimidasi oleh siapapun. Ia ingin menyelamatkan dunia dengan kata-kata.”

Hoechlin yang berperan sebagai Superman/Clark Kent membahas tentang pakaian Superman, “Saya mendapati bahwa pakaian baru ini merepresentasikan serial ini. Seperti halnya pakaian yang unik dan berbeda dari sebelumnya, kisah yang kami ceritakan tentang Clark/Superman pada bagian ini dalam kehidupannya yang unik dan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Saya bangga memiliki kesempatan mengenakan pakaian ini dan bertanggung jawab saat memakainya. Namun selalu menarik ketika saya ditanya bagaimana rasanya “pakaian baru saya” karena saya selalu merasa pakaian itu bukan milik saya; tetapi milik siapapun yang menemukan semacam makna melalui pakaian itu; lewat simbol di dada.”

“Saya hanya kebetulan yang memakainya. Saya datang dari dunia baseball dan sejumlah pelatih yang selalu menyampaikan bahwa nama di seragam lebih penting dari apa yang ada di belakang. Karena ketika mengenakan seragam, artinya merepresentsikan bukan hanya diri kita, tetapi seluruh tim, dan setiap orang yang pernah mengenakan seragam yang ada sebelum Anda. Maka ketika saya mengenakan pakaian itu, begitulah yang maknanya bagi saya. Pakaian itu merepresentasikan apapun yang Superman lakukan dan perjuangkan, untuk hampir satu abad. Dan saya berharap dapat melanjutkan tradisi ini.”

Pakaian baru Superman, dirancang oleh Laura Jean Shannon dan dibuat oleh tim Supersuits L.A. miliknya bersama Creative Character Engineering, dengan sentuhan klasik dan tak lekang oleh waktu tapi dengan teknik dan aplikasi terkini.

Shannon mengatakan, “Kami memasukkan Superman dalam pakaian atletik terinspirasi dari Super-Boots sebagai suatu “titik tolak” dan difokuskan pada garis leher dan jubah baru untuk memaksimalkan gerakan dan lambaian yang sering kita lihat dalam buku dan film, dan menjadi ciri khas karakter ini sejak dulu. Struktur otot yang padat dan pewarnaan terkini digabungkan dengan garis desain yang dinamis serta sabuk lapis baja, semua menjadikan kain khusus ini menyatu dalam suatu tampilan baru bagi Superman dalam Superman & Lois.”

Serial ini tayang pada 24 Februari di Warner TV.

Baca juga: Eleven & Superman jadi kakak beradik di film “Enola Holmes”

Baca juga: Henry Cavill ingin dikenang sebagai sosok Superman

Baca juga: Jubah Superman dan pipa Bilbo Baggins “Lord of the Rings” dilelang

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2011815/serial-superman-lois-lika-liku-manusia-baja-jadi-orangtua


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *