#Bensradio1062fm
#Jawarabensradio
#1yangutama_Bensradio
#Betawipunyegaye


Risiko diabetes lebih tinggi pada anak yang kegemukan

today11/06/2021

Background
obese 3011213 1920

obese 3011213 1920

Jakarta (ANTARA) – Anak kecil bertubuh gemuk memang kadang terlihat lebih menggemaskan, namun para orang tua perlu lebih berhati-hati bila bobot tubuh anak sudah berada jauh di atas ambang batas kurva tumbuh kembang alias kegemukan.

“Balita yang kegemukan atau obesitas, dapat mengalami peningkatan resistensi insulin, sehingga membutuhkan lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darahnya,” jelas spesialis gizi dari RSIA Melinda Bandung, Dr Johanes Chandrawinata, SpGK, MND kepada ANTARA beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bukan obat, tapi penyakit hipertensi dan diabetes yang merusak ginjal

Johanes menjelaskan bahwa ketika produksi insulin meningkat, maka sel-sel beta pankreas penghasil insulin akan dipacu berlebihan memproduksi insulin, dengan konsekuensi kerusakan sel beta sehingga lama-kelamaan produksi insulin menurun sehingga muncul diabetes tipe 2.

“Tinggi nya kadar insulin dapat diperiksa di laboratorium dengan hasil dibandingkan terhadap usia dan jenis kelamin yang sesuai,” ujar Johanes.

Namun secara klinis, tingginya kadar insulin dalam tubuh anak obesitas bisa dilihat dari garis hitam pada lipatan leher yang disebut sebagai pseudo acanthosis nigricans.

Johanes kemudian menambahkan bahwa pada umumnya gejala diabetes pada orang dewasa sama seperti pada anak-anak. Ada beberapa gejala khas diabetes yaitu sering merasa haus, cepat lapar, banyak buang air kecil. Pada beberapa kasus, berat badan penderita diabetes mengalami penurunan tanpa sebab walaupun sudah banyak makan. Pada anak-anak hal ini tentu akan mengganggu proses tumbuh kembang.

Sebagai pencegahan, Johanes menganjurkan supaya anak usia dua tahun ke atas mengonsumsi makanan sehat yang sama seperti orang dewasa.

“Kurangi asupan gula dan garam yang berlebihan, hindari minuman dengan kadar gula tinggi seperti sari buah kemasan. Buah sebaiknya dimakan dalam bentuk potongan untuk dikunyah,” ujar Johanes.

Garam juga dianjurkan sesedikit mungkin digunakan dalam makanan balita agar tidak mengkondisikan balita untuk suka akan makanan yang asin. Asupan garam seharusnya dibatasi maksimal 5 gram per hari atau 1 sendok peres pada orang dewasa. Pada balita tentunya semakin sedikit garam semakin baik.

Baca juga: Tiga hal cegah diabetes akibat gaya hidup bagi anak muda

Baca juga: Manfaat jinten hitam dan pare untuk penderita diabetes

Baca juga: Ahli: Penderita diabetes konsumsi makanan berserat saat Ramadhan

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber :https://www.antaranews.com/berita/2205346/risiko-diabetes-lebih-tinggi-pada-anak-yang-kegemukan

Written by: admin


Previous post

flu 5367898 1280

Sebab alergi kambuh di pagi hari

Jakarta (ANTARA) - Beberapa orang yang memiliki alergi hanya mengalami gejala seperti bersin-bersin di pagi hari dan salah satu penyebabnya bisa jadi tempat tidur Anda, ungkap ahli alergi dan imunologi dari Los Angeles, Robert Eitches."Tungau debu adalah serangga kecil di tempat tidur. Begitu kotorannya berada di udara, maka bisa masuk ke hidung dan tubuh Anda dan memicu hidung dan mata gatal, hidung tersumbat dan asma," kata dia seperti dikutip dari […]

today11/06/2021

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Bens Radio

adalah stasiun radio etnik Betawi yang disiarkan dari Jakarta. Radio ini telah mengudara sejak awal tahun ’90an. Radio yang didirikan oleh Alm. H. Benyamin S. ini mendedikasikan siarannya

Official Twitter of Radio Betawi Punye Gaye Jl.Tarumanegara No.45 Pisangan Ciputat 15419 Tlp : 021-27599190 WA : 0811 886 1062

untuk etnik Betawi.

0%