Pyra rilis single “yellow fever” bareng Ramengvrl dan Yayoi Daimon

today04/03/2021

Background
Jakarta (ANTARA) – Musisi visioner asal Thailand Pyra telah merilis single terbarunya “yellow fever” yang juga menampilkan musikus Indonesia Ramengvrl dan musikus Jepang Yayoi Daimon.

Sebagai seorang musisi yang membahas berbagai isu sosial politik lewat musiknya, “yellow fever” mewakili rasa kesal Pyra terhadap berbagai stereotip yang dikaitkan dengan orang-orang Asia, dibalut dengan humor gelap namun tetap tegas.

Mengutip melalui keterangan persnya, Kamis, “yellow fever” menyinggung topik-topik meliputi peran gender konvensional yang sudah tidak relevan, ketidaksetaraan ras, dan cultural appropriation — isu-isu yang jarang dibahas di ranah musik populer.

Baca juga: Ramengvrl tampilkan sisi lain di lagu “The Emo Song”

Baca juga: CHUNG HA rilis album perdana “Querencia”

Berkolaborasi dengan Ramengvrl dan Yayoi Damon di lagu tersebut, Pyra menggunakan “yellow fever” sebagai kendaraannya untuk menyoroti kreativitas para wanita Asia dan membahas masalah-masalah yang dihadapi komunitas orang-orang Asia di seluruh dunia.

“’Yellow fever’ ada fetish menjijikkan terhadap wanita Asia. Dan ya, kami sudah muak dengan itu,” ujar Pyra mengenai makna di balik lagu “yellow fever”.

“Lagu ‘yellow fever’ adalah katalis untuk sebuah perubahan. Perubahan tidak akan pernah datang jika kamu hanya duduk diam dan menunggu. Perubahan berawal dari dirimu,” ujarnya menambahkan.

Sejak debutnya di tahun 2016, Pyra kerap mengambil perhatian global. Masuk pada jajaran Best New Artist dari Apple Music di tahun 2016, namanya semakin dikenal saat ia dinobatkan sebagai JOOX Spotlight Artist pada 2018, serta sebagai Delegates Favourite Act di Bangkok Music City 2019, dan yang paling terbaru, Pyra masuk dalam daftar The NME 100: Essential Emerging Artists for 2021.

Pyra tidak ragu untuk membahas topik-topik yang jarang dibahas melalui musiknya. Ia bertekad untuk menciptakan karya-karya yang memulai sebuah diskusi dengan tujuan untuk membawa perubahan positif.

Genre dystopian pop Pyra, yang dipadukan dengan unsur musik hip hop dan alternatif serta sentuhan musik khas Asia, dengan tegas mengusung gerakan-gerakan yang dekat dengan Pyra — keadilan sosial, perubahan iklim, feminisme, kesehatan mental, dan spiritualitas.

Baca juga: Remengvrl rilis album perdana “Can’t Speak English”

Baca juga: Stephanie Poetri tuangkan kisah lalui tahun 2020 lewat lagu “IRL”

Baca juga: GUESS x NIKI luncurkan koleksi terbatas “Moonchild”

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2026239/pyra-rilis-single-yellow-fever-bareng-ramengvrl-dan-yayoi-daimon

Written by: admin

Similar posts

ALL ARTIKEL

The Sounds Project Vol.7 Hadirkan Lebih dari 90 Nama untuk Line Up Utama

Sumber: Dokumentasi The Sounds Project Menjelang satu bulan menuju pergelarannya, The Sounds Project Vol.7 secara resmi mengumumkan line up utama yang akan ikut serta memeriahkan panggung The Sounds Project selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 9 sampai dengan 11 Agustus 2024 di Ecovention & Ecopark Ancol. Lebih dari 90 nama […]

today12/07/2024

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


0%
Chat Bens Radio
1
Nyok Abang None Yang Mau Kirim2 Salam
Bens Radio 106,2 FM
Nyok Yang Mau Kirim2 Salam,
Abang None Bisa Langsung Berinteraksi Dengan Penyiar Bens Radio Langsung Loh!!!