Pistol Sean Connery di film James Bond “Dr. No” dilelang

today10/11/2020

Background
2020 10 31T131908Z 1 LYNXMPEG9U0DD RTROPTP 4 CINE SEANCONNERY
Jakarta (ANTARA) – Pistol yang digunakan mendiang Sean Connery dalam film pertama James Bond menjadi daya tarik utama dalam lelang Hollywood bulan depan.

Senjata PP Walther semi otomatis, bersama dengan model yang lebih kecil, PPK, menjadi salah satu benda paling terkenal dari film James Bond pertama, dan diperkirakan terjual antara 150.000 dan 200.000 dolar AS di Julien’s Auctions di Beverly Hills pada 3 Desember, kata rumah lelang tersebut, Senin.

Pistol itu dipakai Connery di film “Dr. No” pada 1962. Pemeran James Bond pertama di layar lebar itu meninggal 31 Oktober lalu pada usia 90 tahun.

“Siluet 007 yang memegang senjata ini akan menjadi gambar paling ikonik dari franchise James Bond dan salah satu referensi budaya pop paling dikenal sepanjang masa,” kata Martin Nolan, direktur eksekutif Julien’s Auctions, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters pada Selasa.

Pistol itu adalah barang paling top dari sekitar 500 lot memorabilia Hollywood yang juga meliputi helm yang dikenakan Tom Cruise dalam “Top Gun”, dan gaun pertama yang dikenakan oleh mantan ibu negara AS Michelle Obama yang datang ke lelang.

Baca juga: Bikini Gadis James Bond pertama di “Dr. No” akan dilelang

Baca juga: Sotheby’s lelang benda-benda memorabilia The Beatles

Baca juga: Gitar Kurt Cobain di “MTV Unplugged” laku Rp85 miliar

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/1830808/pistol-sean-connery-di-film-james-bond-dr-no-dilelang

Baca Juga Abang None :  Rachel Weisz ogah diberi bocoran film James Bond, ini alasannya

Written by: admin


Previous post

istockphoto 1220434314

Masker kain “fashionable” bisa bantu UKM bertahan, kata Ketua APPMI

Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mendorong desainer Indonesia untuk ciptakan masker kain yang fashionable.Poppy mengatakan hal itu bertujuan guna membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tetap berproduksi di tengah pandemi COVID-19, dengan potensi penjualan yang terukur karena masker kain tersebut berpotensi diminati konsumen. "Kita harus menciptakan itu agar UKM terus berproduksi dan fashion terus berjalan, lebih meriah dan lebih enak dilihatnya tidak menakutkan," kata […]

today10/11/2020

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

0%
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x