Highlights

ICAD 13 HADIRKAN TRIBUTE TO BENYAMIN SUAEB, YUK MASUK KE ‘DUNIANYE BANG BEN’

today18/10/2023

Background
Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben’ di ICAD 13. Foto: Nindia Alfi Saleha/Yayasan Benyamin Suaeb

Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben’ di ICAD 13. Foto: Nindia Alfi Saleha/Yayasan Benyamin Suaeb

Jakarta, 12 Oktober 2023 – Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) kembali hadir dengan Pameran ICAD 13 di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan. Pada tahun ini, ICAD 13 mengangkat tema Feel-Good Lab. Manifesto ini berfokus pada emosi positif saat bereksperimen, bermain, dan mengutak-atik; tindakan yang mungkin berasal dari keingintahuan, keinginan, atau kebutuhan. Lead Curator ICAD 13, Amanda Ariawan mengatakan bahwa Feel-Good Lab bukan sekadar selebrasi terhadap perasaan positif saja namun lebih dari itu.

“Feel-Good Lab bukan sekadar selebrasi perasaan positif saja namun lebih dari itu. Kami ingin mengajak publik untuk berpikir kritis mengenai rasa feel good itu sendiri yang seringkali diabaikan dalam keseharian kita lewat karya seni yang dihadirkan”. Tutur Amanda saat Press Conference ICAD 13 di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan. (12/10/2023).

DUNIANYE BANG BEN

Sebagai salah satu bagian dari pameran ICAD 13, Special Appearance tahun ini menampilkan sosok Seniman Besar Indonesia berasal dari Betawi, Benyamin Suaeb, yang diwujudkan dalam ‘Dunianye Bang Ben’. Pengunjung ICAD 13 akan diperlihatkan serba-serbi Benyamin Suaeb yang divisualisasikan dari ‘kacamata’ para seniman dan kreator muda yang berkolaborasi dengan Yayasan Benyamin Suaeb, yaitu Studio Woork, La Munai Records, dan Cut and Rescue. Dunianye Bang Ben terbagi menjadi 3 (tiga) ruang, diantaranya Lika Liku Bang Ben yang menjadi bagian dari Cerite Bang Ben (Kisah Benyamin), Katenye Bang Ben (Apa yang Dikatakan Benyamin), dan Banda Bang Ben (Harta Benyamin).

 

Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben
Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben

 

Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben’ di ICAD 13.Foto: Nindia Alfi Saleha/Yayasan Benyamin Suaeb
Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben’ di ICAD 13.
Foto: Nindia Alfi Saleha/Yayasan Benyamin Suaeb

 

Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S
Sudut Mini Pameran Tribute to Benyamin S ‘Dunianye Bang Ben’ di ICAD 13.
Foto: Nindia Alfi Saleha/Yayasan Benyamin Suaeb

Ketiga ruang tersebut dirancang seolah ‘mesin waktu’, mengajak pengunjung menjelajahi kehidupan sang maestro dari waktu ke waktu. Kreator Studio Woork yang merancang Dunianye Bang Ben, Io Woo, mengatakan setiap ruang di Dunianye Bang Ben ingin memberikan experience yang berbeda.

“Dunianye Bang Ben kita buat menjadi 3 (tiga) ruang karena kita ingin ngebawa pengunjung melihat Bang Ben dulu, Bang Ben masa kini, dan mengenang kembali karya-karya Bang Ben.”

Sementara itu, Lead Curator ICAD 13, Amanda Ariawan mengatakan bahwa Benyamin S. adalah seniman kata yang kritis dalam merespon realitas kehidupan saat itu, bahkan relate sampai hari ini melalui celetukan/celotehannya maupun lagu-lagu yang diciptakannya. “Dari zaman ke zaman karyanya Benyamin itu tetap melekat di hati masyarakat dan kebudayaan anak Jakarta. Itulah kenapa Benyamin diberikan Special Appearance dalam gelaran ICAD tahun ini,” katanya.

 

Prolog ‘Dunianye Bang Ben’ oleh Lead Curator ICAD 13, Amanda Ariawan (Dok.ICAD)
Prolog ‘Dunianye Bang Ben’ oleh Lead Curator ICAD 13, Amanda Ariawan (Dok.ICAD)

Semasa hidupnya 5 Maret 1939 – 5 September 1995, Benyamin S. selalu bisa beradaptasi dengan setiap zaman, yakni merespon kehidupan sosial di Jakarta dengan berekspresi melalui tembang-tembangnya, seperti ‘Tidak Ada Lowongan’,‘Tukang Loak’, ‘Digusur’, ‘Pungli’, dan masih banyak lagi. Bahkan sering sekali pria yang akrab dipanggil Bang Ben itu menertawakan kesialan seperti pada lagunya yang berjudul ‘Takut’. Artinya sesulit apapun kondisi dan situasi saat itu, Benyamin S. bisa menanggapinya dengan menyenangkan dan positif.

Dea Dalila seniman sekaligus musisi Dalilektra mengatakan bahwa setiap kali Benyamin S.

perform, bukan sekadar menyanyi melainkan lebih dari itu.

“Babeh (Benyamin S.) itu nggak cuma menyanyi…tapi bercerita melalui lagu-lagunya, ya berperan juga seperti melakon…gak gampang itu…” ungkap Dea ditemui di Kawasan Lebak Bulus (7/10/2023).

Tribute to Benyamin S. pada malam pembukaan ICAD 13 di halaman depan grandKemang Hotel, Jakarta Selatan terasa semakin meriah dengan penampilan menyentil dan emosional dari Klassikhaus dan Dalilektra ketika membawakan salah satu lagu Benyamin S. berjudul ‘Tidak Ada Lowongan’.

 

Press Conference ICAD13
Press Conference ICAD13 dan Kemang 12730 di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan (12/10/23) Foto: Bunga Alisha/Bens Radio

ICAD 13 menampilkan 54 pelaku kreatif multidisipliner, kolektif, dan juga komunitas yang bergerak di berbagai bidang; seni, desain, musik, budaya, dan material baru. Karya-karya mereka akan terbagi dalam lima (5) kategori, yaitu Special Appearance, In Focus, Featured, Open Submission, dan Collaboration. Tahun ini, jumlah submission dari individu dan kolektif bertalenta bahkan meningkat dua kali lebih banyak daripada tahun lalu serta datang dari 18 kota dan 7 negara.

Pengunjung bisa datang menikmati beragam karya apik dari tanggal 13 Oktober 2023 – 26 November 2023 di grandKemang Hotel, Jakarta Selatan.

Informasi lebih lanjut kunjungi www.icadartura.com atau Instagram @icadartura

Written by: Denny Zay

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


0%
Chat Bens Radio
1
Nyok Abang None Yang Mau Kirim2 Salam
Bens Radio 106,2 FM
Nyok Yang Mau Kirim2 Salam,
Abang None Bisa Langsung Berinteraksi Dengan Penyiar Bens Radio Langsung Loh!!!