Gunakan rokok elektronik juga tingkatkan risiko COVID-19

today06/06/2021

Background
Cairan rokok elektronik ramaikan industri dalam negeri 261119 Um 3

Cairan rokok elektronik ramaikan industri dalam negeri 261119 Um 3

Dari penelitian, pengguna rokok elektronik selama sebulan, kemungkinan 7 kali lebih besar merokok konvensional di masa depan

Jakarta (ANTARA) – Bukan cuma penghisap rokok konvensional, pengguna rokok elektronik juga punya risiko terkena COVID-19 lebih tinggi, kata dr. Feni Fitriani Taufik, SpP(K), M. Pd.Ked dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Dalam webinar kesehatan, Sabtu, Feni mengemukakan survei daring pada Mei 2020 terhadap 4.351 orang usia 13-24 tahun menemukan bahwa diagnosis COVID-19 lima kali lebih mungkin pada pengguna rokok elektronik.

“Tujuh kali lebih mungkin pada dual user (rokok konvensional dan elektronik) dan 6,8 lebih mungkin pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir, serta gejala terlihat hampir lima kali lebih banyak pada pengguna dual user selama 30 hari terakhir,” jelas dia.

Dia pun memaparkan alasan mengapa rokok elektronik bisa meningkatkan risiko terkena COVID-19. Pertama, rokok elektronik dapat merusak paru dan mengganggu sistem imunitas. Ketika paru rusak dan imunitas turun, individu bakal lebih rentan dan lebih mudah terserang virus. Selain itu, aerosol dari rokok elektronik bisa berupa doplet yang mengandung virus.

Baca juga: Bahaya rokok mengintai perempuan, kanker hingga komplikasi kehamilan

Perilaku seorang pengguna rokok elektronik juga berisiko, di mana ada kontak dari tangan ke mulut berulang-ulang untuk menghisap rokok elektronik. COVID-19 bisa tersebar lewat percikan, seseorang bisa tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkena percikan, kemudian memegang mata, hidung atau mulut. Ketika merokok, individu harus membuka masker agar bisa menghembuskan asap, sehingga risiko tertular juga lebih besar.

Dalam webinar tersebut, dia mengemukakan mitos dan fakta dari rokok elektronik yang biasanya dikonsumsi oleh anak muda. Dia membantah anggapan bahwa rokok elektronik merupakan alat bantu untuk berhenti merokok.

Baca Juga Abang None :  Kanker serviks bisa dicegah lewat deteksi dini

Ada rokok elektronik yang mengandung nikotin, yang dipakai adalah garam nikotin yang memungkinkan penghirupan dosis nikotin lebih tinggi. Satu mini pod nikotin pada rokok elektronik sama dengan 20 rokok konvensional.

Nikotin pada rokok elektronik juga bisa menyebabkan ketergantungan. Dia mengingatkan, Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan rokok elektronik berpotensi jadi pintu gerbang remaja menggunakan rokok konvensional dan narkoba. Kehadiran rokok elektronik menyebabkan perilaku merokok di masyarakat jadi sesuatu yang normal.

Baca juga: Orang yang merokok sejak muda cenderung lebih sulit berhenti

Dia memaparkan, rokok elektronik memang menarik hati generasi muda karena tampilan, alat hingga rasanya. Namun, pengguna rokok elektronik justru cenderung bisa menggunakan rokok konvensional kelak.

“Dari penelitian, pengguna rokok elektronik selama sebulan, kemungkinan 7 kali lebih besar merokok konvensional di masa depan. Ujung-ujungnya jadi perokok juga,” katanya.

Zat yang terkandung dalam larutan rokok elektronik antara lain nikotin, propilen glikol, dietilen glikol, gliserol dan perisa. Inilah yang membuat rokok elektronik menarik bagi anak muda karena punya varian rasa beragam, dan mereka pula yang disasar oleh produsen rokok elektronik. Menurut WHO, ada sekitar 8000 jenis perisa.

“Aslinya bahan-bahan ini yang biasa dimasukkan untuk makanan, tapi begitu dimasukkan sebagai perisa pada rokok elektronik itu juga berbahaya bagi saluran napas kita.”

Kandungan-kandungan dalam cairan rokok elektronik berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti nikotin yang menimbulkan kecanduan, juga zat-zat lain yang bisa mengiritasi saluran napas dan paru, peradangan pada paru, jantung, sistemik, kerusakan sel, dan karsinogen.

Dia menyimpulkan, rokok elektronik juga berbahaya untuk kesehatan.

“Jangan mulai merokok karena Anda tidak tahu kapan bisa berhenti. Berhenti merokok apa pun jenisnya merupakan pilihan terbaik demi kesehatan jangka panjang,” tutup dia.

Baca Juga Abang None :  Watsons tambah gerai berkonsep "street store" di Citra Garden

Baca juga: Cara efektif berhenti merokok

Baca juga: Rokok elektronik lebih “aman” dari konvensional?

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2194646/gunakan-rokok-elektronik-juga-tingkatkan-risiko-covid-19

Written by: admin


Previous post

ab MENKES PANTAU FASILITAS KESEHATAN DI KUDUS

Menkes pantau fasilitas kesehatan di Kudus

ANTARA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus, Jawa tengah, guna melihat langsung kondisi terkini, kasus COVID-19 di Kudus, Sabtu (5/6). Menkes telah mengirimkan alat bantu pernafasan atau ventilator, alat tes usap, vaksin, hingga tenaga kesehatan, untuk penanggulangan penyebaran COVID-19 di Kudus. (Fx. Suryo Wicaksono/Andi Bagasela/Risbeyhi) Sumber :https://www.antaranews.com/video/2194822/menkes-pantau-fasilitas-kesehatan-di-kudus

today06/06/2021


Similar posts

Artikel

Ikut Lapak Ganjar, Produk Wedang Magelang Sampai ke Jepang

Ikut Lapak Ganjar, Produk Wedang Magelang Sampai ke Jepang Lapak Ganjar promosi yang diinisiasi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berjalan efektif. Di antaranya mampu mengangkat UMKM menjadi lebih berkembang dan produknya bisa dikenal hingga ke luar negeri. Saat ditemui di tempat produksinya Jowahan RT 1 RW 5, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten […]

today01/12/2022

Artikel

Tangsel Sejiwa Fest Vol. 2 Ajak Masyarakat Rayakan Hari Jadi Kota Tangerang Selatan Ke-14 Dengan Tertib Bersama Deretan Artis Nasional

Sejiwa Fest Vol.2 (Sumber : Metro Banten) Tangsel Sejiwa Fest Vol. 2 sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Tangerang Selatan Ke-14, berjalan begitu meriah dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Acara yang diadakan selama dua hari pada 19-20 November 2022 ini sukses membuat masyarakat terhibur oleh hadiah dari Pemerintah Kota Tangerang […]

today24/11/2022

Post comments (0)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Bens Radio

adalah stasiun radio etnik Betawi yang disiarkan dari Jakarta. Radio ini telah mengudara sejak awal tahun ’90an. Radio yang didirikan oleh Alm. H. Benyamin S. ini mendedikasikan siarannya

Official Twitter of Radio Betawi Punye Gaye Jl.Tarumanegara No.45 Pisangan Ciputat 15419 Tlp : 021-27599190 WA : 0811 886 1062

untuk etnik Betawi.

Baca Juga Abang None :  Pelaku industri fesyen harapkan dukungan pemerintah di tengah pandemi
0%
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x