Bens Radio

106.2 FM Jakarta

Current track

Title

Artist


“Flora & Ulysses”, tupai puitis pembawa harapan

Written by on 04/03/2021

Jakarta (ANTARA) – Keajaiban bisa terjadi di dekat kita dalam bentuk sekecil apa pun, salah satunya lewat sosok tupai yang bisa menulis puisi. 

Film ini diangkat dari buku peraih penghargaan Newbery Award, “Flora & Ulysses: The Illuminated Adventures” terbitan 2013 karya Kate DiCamillo.

Film “Flora & Ulysses” arahan sutradara Lena Khan mengisahkan Flora, bocah perempuan berusia 10 tahun yang mengklaim dirinya sebagai orang sinis. Orangtuanya baru saja berpisah.

Flora tinggal bersama ibunya, Phyllis si penulis novel romantis nyentrik (Alyson Hannigan) yang sehari-harinya sibuk mencari inspirasi yang tak kunjung muncul. Flora dan Phyllis sebetulnya akur, tapi hubungan mereka sedikit berjarak. Flora tak seberapa peduli dengan novel romantis ibunya, sementara Phyllis tidak mengerti kenapa putrinya sebegitu terobsesi dengan komik.

Di sisi lain, Flora merasa jauh lebih akrab dengan ayahnya, George (Ben Schwartz), pria yang menurunkan kegemaran membaca komik. George yang bersikap seperti sahabat Flora sebetulnya bercita-cita jadi komikus, tapi kesuksesan belum juga berhasil dia raih. Dia meninggalkan impian, memilih pekerjaan membosankan yang membuat semangat berkaryanya makin mengempis.

Sayangnya, George tidak lagi tinggal bersama Flora. Tapi putri semata wayangnya rajin mengunjungi ayahnya yang bekerja di supermarket dengan bos super menyebalkan.

Flora & Ulysses (HO/Disney)

Kehadiran Ulysses dalam hidup Flora turut mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Semangat Flora jadi menggebu-gebu karena dia meyakini si tupai punya potensi untuk jadi pahlawan super betulan seperti tokoh-tokoh favoritnya di buku komik. Hanya saja belum ketahuan apa motivasi dan kekuatan ikoniknya. Satu hal yang jelas, Ulysses memang lebih pandai dari tupai pada umumnya.

Mungkin Ulysses adalah tupai yang paling melek sastra. Dia bisa menulis “puisi” melalui mesin tik Phyllis. Puisinya nyentrik, tepatnya lebih terlihat seperti tulisan iseng.

Baca juga: Seniman Indonesia terlibat di film Disney “Raya and the Last Dragon”

Baca juga: “Charm City Kings” pemenang Sundance tayang minggu depan

Dia sepertinya memahami perkataan Flora, sangat lincah, juga punya nafsu makan yang besar. Kekuatan itu didapat setelah si tupai tidak sengaja terhisap ke dalam mesin penyedot debu bernama Ulysses Super-Suction, Multi-Terrain 2000X sebelum diselamatkan oleh Flora. Nama mesin penyedot debu itulah yang jadi inspirasi Flora dalam memberi nama untuk si tupai.

“Setiap pahlawan super punya tujuan. Bisa jadi kebebasan, atau balas dendam,” kata Flora yang khatam betul soal komik.

Maka, Flora punya kegiatan baru: membantu Ulysses betul-betul jadi pahlawan super dengan mencarikan tujuan yang ingin dicapai.

 

Flora & Ulysses (HO/Disney)

Misi membantu Ulysses lumayan terbantu berkat sang ayah yang teringat lagi kepada mimpinya yang selama ini ia singkirkan. Flora juga ditemani teman baru, William (Benjamin Evan Ainsworth) yang mengalami kebutaan temporer dan untuk sementara tinggal di sebelah rumahnya.

Suasana menjadi rumit ketika petugas pengendalian hewan mengincar Ulysses karena mengira si tupai bisa menyebarkan rabies. Aksi kucing-kucingan, yang juga melibatkan kucing betulan, tak terhindarkan.

“Flora & Ulysses” adalah tontonan yang ringan dan menyegarkan serta menyenangkan berkat chemistry dari para pemain. Sesuai dengan temanya yang menyentuh tentang pahlawan super, penonton perlu menyimak baik-baik adegan demi adegan untuk melihat kehadiran pahlawan super ikonik, setidaknya dari pose-pose yang ditampilkan oleh Ulysses ketika beraksi.

Ketegangan yang lucu dihadirkan lewat aktor Danny Pudi, petugas pengendalian hewan yang terobsesi ingin menangkap Ulysses. Kehadirannya membuat Flora dan George pusing tujuh keliling mencari tempat terbaik untuk menyembunyikan tupai dari marabahaya. Upaya pengejaran ini juga digambarkan dalam adegan yang hampir tak mungkin tak ada dalam film laga: kebut-kebutan di jalan, tentunya dalam gaya dan dosis yang seusai untuk film keluarga.

Matilda Lawler sang pemeran utama memperlihatkan kemampuan akting yang menawan, wajar serta tidak berlebihan. Matilda yang pernah tampil di pentas Broadway “The Ferryman” berhasil memainkan karakter anak yang mengalami guncangan karena hubungan orangtuanya tidak harmonis. Tapi kehadiran Ulysses membuat Flora akhirnya percaya akan cinta, juga meyakini apa pun bisa terjadi, bahkan sesuatu yang terlihat tidak mungkin. Kekuatan terbesar Ulysses adalah mendekatkan lagi keluarga Flora seperti sedia kala.

Baca juga: Film “Flora & Ulysses” tayang di Disney+ Hotstar 19 Februari

Baca juga: Rege-Jean Page akan bergabung dalam film “The Gray Man”

Baca juga: Temukan sutradara, film “Hello Kitty” segera digarap

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber :https://www.antaranews.com/berita/2026230/flora-ulysses-tupai-puitis-pembawa-harapan


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *