UN Dihapus pada 2021

Ikatan Guru Indonesia (IGI) memandang penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021 sesungguhnya sudah sangat terlambat. Ketua IGI M Ramli Rahim menilai, UN sudah seharusnya dihapuskan mulai 2020 ini. Hal ini karena UN selama ini lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Bahkan siswa dinilai tidak menemukan manfaat sama sekali dari UN.

Keberadaan UN, Ramli mengatakan, mengakibatkan siswa dan guru-guru lebih fokus menghadapi UN dibanding mempersiapkan kemampuan siswa.

Dia mengatakan, UN selama ini hanya menghidupkan bimbingan-bimbingan belajar dan dengan demikian tes di sekolah-sekolah. Menurutnya, bimbingan-bimbingan ini tentu saja bukan melatih siswa agar memiliki kemampuan nalar yang baik. Bukan pula melatih siswa untuk memiliki kemampuan analisa yang tinggi tetapi lebih pada kemampuan siswa untuk mampu menjawab soal dengan benar tanpa harus memahami isi soalnya.

Di sisi lain UN membutuhkan anggaran yang begitu besar, meskipun tidak lagi menggunakan kertas. Tahun 2019 Kemendikbud masih menganggarkan Rp 210 miliar untuk pelaksanaan UN. Ramli mengatakan, andai saja Rp 210 miliar ini digunakan untuk pengangkatan guru, pemerintah akan mampu mengangkat 3500 guru dengan pendapatan rata-rata Rp 5 juta per bulan.

Sumber : www.republika.co.id