Tradisi Perang Pandan – Bali

perang pandan

Sumber : www.bukanrahasia.com

Tradisi ini memang sudah dikenal tidak hanya di Indonesia saja melainkan hingga ke mancanegara. Perang pandan atau dalam bahasa daerahnya disebut makre-kere merupakan sebuah tradisi yang dilakukan sekali dalam setahun di Desa Tengganan, Bali tepatnya pada bulan kelima pada penanggalan desa. Tradisi ini dilakukan dengan mengumpukan banyak pria di sebuah lapangan yang luas. Dengan diiringi gamelan khas Bali, kemudian dua orang pemuda maju dan melakukan pertarungan dengan menggunakan daun pandan duri sebagai senjata dan juga membawa sebuah tameng. Cara pertarungan dalam tradisi ini adalah dengan memukul atau menggosokkan pandan yang berduri tersebut pada tubuh lawan. Jika merasa sudah terdesak dan tidak dapat melanjutkan pertarungan, maka akan dinyatakan kalah. Tradisi ini sudah turun temurun dilakukan untuk menghormati Dewa Indra yang merupakan dewa perang dalam mitologi agama Hindu. Luka-luka yang diakibatkan dari pandan yang berduri ini akan disembuhkan dengan menggunakan ramuan khusus.

Sumber : www.bukanrahasia.com

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *