Tetap Sehat Selama Ramadhan untuk Lansia

Sumber Foto : www.merdeka.com

1. Lihat kemampuan diri

Lansia yang hendak berpuasa sebaiknya menakar kemampuan diri untuk menahan haus dan lapar dalam waktu yang cukup lama. Durasi berpuasa di Indonesia ialah sekitar 14 jam.

2. Pertimbangkan penyakit penyerta

Selain menakar kemampuan diri untuk berpuasa, penting bagi lansia untuk mempertimbangkan penyakit yang diderita sebelum memulai berpuasa. Seperti diketahui, kelompok lansia biasanya memiliki kondisi-kondisi kesehatan tertentu karena faktor usia.

Lansia dengan maag berat dan perdarahan saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Anjuran yang sama juga berlaku untuk lansia dengan migren berat.

Lansia dengan diabetes mellitus tipe 2 yang harus mengonsumsi obat pagi, siang, dan malam juga tidak dianjurkan berpuasa. Lansia penderita diabetes yang memiliki riwayat dirawat di rumah sakit karena kadar gula darah yang melonjak tinggi atau menurun drastis juga diimbau untuk tidak berpuasa.

3. Makan lengkap dan seimbang

Lansia yang dinyatakan boleh berpuasa juga perlu memperhatikan asupan makan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan karena sebagian lansia biasanya mengalami penurunan nafsu makan atau sulit makan.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sebaiknya lengkap dan seimbang. Jika lansia mengalami sedikit kesulitan makan karena hal tertentu seperti susu, konsumsi makanan cair bernutrisi lengkap boleh dipertimbangkan. Setelah berbuka puasa, lansia juga boleh mendapatkan camilan sehat.

4. Cairan

Hal yang tak kalah penting untuk lansia berpuasa adalah kecukupan asupan cairan. Meski berpuasa, kebutuhan cairan lansia harus terpenuhi dengan baik.

Pemenuhan cairan untuk lansia bisa dilakukan dengan cara membagi-bagi jatah minum dalam satu hari.

Sumber : www.republika.co.id