Tahun Baru Hijriah: Tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng, Ritual dalam Keheningan

budaya

Sumber : jogja.semberani.com

Tahun baru Islam atau juga dikenal dengan Tahun Baru Hijriah yang jatuh tiap malam 1 Muharram/malam 1 Suro sering dirayakan dengan berbagai bentuk kegiatan. Sebagian umat Islam merayakan tahun baru Islam dengan pengajian, tablig akbar atau kegiatan yang bernuansa Islami lainnya, sedangkan sebagian lagi mengemasnya dengan unsur budaya. Setiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual seperti tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakral dan keramat seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam-makam.

Di Yogyakarta, tahun baru Islam biasanya diperingati dengan jamasan pusaka atau ngumbah pusaka salah satunya memandikan keris dan nguras enceh (gentong air di makam Raja Imogiri). Dalam tradisi masyarakat Jawa, ngumbah keris menjadi sesuatu kegiatan spiritual yang cukup sakral. Selain itu ada satu ritual paling terkenal di Yogyakarta yang dilakukan setiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro dan akan dibahas secara khusus kali ini, yaitu ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng.

Sumber : jogja.semberani.com

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *