Social Bella Mendapatkan Dana Segar Seri D Sebesar USD 40 Juta

Social Bella Indonesia adalah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang teknologi kecantikan yang dikenal melalui lini bisnis e-commerce kecantikannya, Sociolla, kembali mengukuhkan posisi sebagai perusahaan beauty-tech terdepan di Indonesia dengan mengumumkan pendanaan seri D sebesar USD 40 juta atau setara dengan Rp 567,6 miliar.
Pendanaan ini dipimpin oleh EV Growth dan Temasek bersama para investor baru lainnya yaitu EDBl, Pavilion Capital, dan Jungle Ventures.
Dengan pendanaan ini, Social Bella akan semakin memperluas jangkauan bisnis di industri kecantikan Indonesia melalui teknologi.

Co Founder dan CEO Social Bella, John Rasjid, mengatakan pendanaan seri D itu rencananya akan digunakan untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan. Terutama, yang berkaitan dengan pengembangan teknologi. 

“Kami akan berinvestasi lebih untuk membangun aset digital kami yaitu SOCO,” ujar John dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/9).

John mengatakan Social Bella akan fokus meningkatkan kualitas user experience dengan mengintegrasikan unit bisnis yang ada di dalam ekosistemnya yaitu Sociolla dan Beauty Journal. Menurutnya, ini memungkinkan Social Bella untuk  merambah ke segmen pasar yang lebih luas.

John mengakui jumlah investor pada seri D kali ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Dari 2015 sampai sekarang, sudah ada delapan investor yang menanamkan modalnya di Social Bella termasuk Istyle Inc, UOB dan East Ventures Ventura. 
Sebelumnya, Social Bella pernah mendapatkan pendanaan seri C senilai 12 juta dolar AS atau senilai Rp170,28 miliar. Pendanaan tersebut didapatkan dari EV Growth, SMDV, Yahoo! Japan Capital, Istyle Inc dan UOB Ventures.

Sementara itu menurut CoFounder dan Presiden Social Bella, Christopher Madiam mengatakan, ”Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan EV Growth, Temasek, EDBI dan seluruh investor lainnya dalam mewujudkan visi Social Bella untuk memajukan industri kecantikan di Indonesia. Kami percaya bahwa jaringan bisnis EV Growth yang kuat serta pengalaman Temasek dalam berinvestasi di berbagai perusahaan di Asia akan membantu pengembangan produk dan layanan kami, sehingga Social Bella dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan industri beauty-tech di Indonesia.”

Layaknya industri di Indonesia pada umumnya, industri kecantikan dan perawatan diri berkembang dengan begitu pesat dan menarik perhatian banyak investor. Laporan e-Conomy yang dikeluarkan Google dan Temasek menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, sektor e-commerce merupakan sektor yang tumbuh paling dinamis di Asia Tenggara dengan pertumbuhan lebih dari 4x sejak 2015. Lebih dari itu, pasar e-commerce Iokal pun tumbuh paling cepat dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, dengan kurang lebih 50% yang dibelanjakan berasal dari Indonesia, dengan total nilai USD 12 miliar.

Sumber : Social Bella Indonesia