Nyang Diputer Saat Ini

Judul

Artis


Sembilan bulan pandemi COVID-19, sudah amankah ke salon?

Written by on 19/12/2020

Meski memakai masker pun Anda masih ada risiko dalam jarak sedekat itu

Jakarta (ANTARA) – Berkegiatan di luar rumah di masa pandemi COVID-19 yang sudah melanda dunia termasuk Indonesia selama sembilan bulan terakhir masih mengharuskan Anda menerapkan protokol kesehatan yakni 3M.

Lalu jika 3M yaitu mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan sudah Anda terapkan, artinya Anda aman mengunjungi salon untuk merawat diri, semisal potong rambut?

“Tidak, masih high risk,” ujar dokter yang juga bagian dari tim COVID-19 RSUD Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Siti Rosidah kepada ANTARA, Sabtu.

Baca juga: Dokter Reisa ingatkan salon untuk jalankan protokol kesehatan

Baca juga: Tips rawat kulit selama pandemi COVID-19 tanpa ke salon

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis penyakit infeksi di Westmed Medical Group, Purchase, New York, Sandra Kesh. Dia menyarankan orang-orang menunda ke salon terutama jika kasus COVID-19 masih ada di daerah mereka tinggal.

Menilik risiko, kegiatan seperti memotong rambut dan meni-pedi misalnya, membutuhkan jarak dekat antara pegawai salon dan Anda sehingga aturan menjaga jarak fisik 1 meter sulit dipertahankan.

“Saat potong rambut atau mani-pedi, Anda pasti tidak terpisah 1,8 meter (dari pegawai salon). Faktanya, Anda benar-benar berada dalam jarak hanya 30 cm dari orang lain. Meski memakai masker pun Anda masih ada risiko dalam jarak sedekat itu,” kata Kesh seperti dikutip dari Healthline.

Dari sisi durasi, memotong rambut wanita biasanya membutuhkan waktu minimal 35-40 menit dan semakin lama waktu terpapar Anda, semakin Anda berisiko tertular virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, seseorang paling rentan terhadap infeksi virus penyebab COVID-19 saat dia bahkan berada dalam jarak satu meter dari orang yang positif COVID-19 baik bergejala maupun tidak setidaknya selama 15 menit.

Selain itu, selama di salon Anda berisiko menyentuh permukaan benda baik itu kursi, majalah, meja dan alat-alat salon di dekat Anda, yang mungkin saja mengandung partikel virus.

Siti mengatakan, kegiatan yang umum dilakukan di salon seperti pijat dan melakukan cream bath sebaiknya dilakukan di rumah. Jika tidak, meminta pegawai salon ke rumah bisa menjadi pilihan walau ini sebenarnya mendatangkan risiko Anda terkena COVID-19.

“Pijat sama orang rumah saja, cream bath sendiri di rumah atau orang salon-nya dipanggil aja ke rumah. Kalau di tempat umum (salon) masih high risk,” kata dia yang juga menganjurkan karyawan salon melakukan tes COVID-19 sebelum mendatangi pelanggan ke rumah mereka itu.

Walau begitu, jika Anda masih memutuskan untuk pergi ke salon, Kesh menyarankan memakai masker wajah yang benar dan googles untuk mengurangi risiko tetesan pernapasan mencapai mata Anda.

Selain itu, Anda juga perlu memastikan salon melakukan tindakan pengendalian infeksi yakni menerapkan jarak sosial, disinfeksi, dan mengatur volume orang di dalam ruang mereka.

Baca juga: Salon tidak boleh melayani perawatan muka selama PSBB Transisi

Baca juga: Staf istana Versailles pangkas rambut gratis demi bantu bumi

Baca juga: Berencana ke salon saat pandemi? Simak tips ini

#satgascovid19

#ingatpesanibujagajarak

#ingapesanibupakaimasker

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/1903724/sembilan-bulan-pandemi-covid-19-sudah-amankah-ke-salon


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *