RI dan Jepang Teken Kesepakatan Awal Proyek Kereta JKT-SBY

Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani rumusan kesepakatan (Summary Record on Java North Line Upgrading Project) terkait proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya pada Selasa (24/9). Penandatangan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan proyek moda transportasi tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan usai penandatangan rumusan kesepakatan tersebut Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) akan melakukan survei persiapan. Survei itu ditargetkan selesai pada Oktober 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan menutup lintasan sebidang sebanyak 500 lintasan sepanjang jalur kereta semi cepat. Selanjutnya, Kementerian PUPR juga akan mengganti lintasan sebidang tersebut dengan pembangunan fly over, underpass, dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan Jepang akan merencanakan survei alih teknologi dan konten lokal dalam proyek ini.

Sebagai informasi, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2018.

Rencananya, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal melaju dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer per jam. Dengan kecepatan tersebut, jarak tempuh antar kedua kota besar diharapkan itu bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 jam 30 menit.

Sumber : www.cnnindonesia.com