Rekayasa Lalin untuk Pengerjaan MRT Fase II HI-Harmoni

Sumber Foto : www.republika.co.id

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan MH. Thamrin dekat gedung Sinarmas hingga bundaran air mancur dekat Monas. Pemberlakuan rekayasa lalin ini dalam rangka menunjang pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase II CP 201 yang segera dimulai.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pekerjaan konstruksi MRT fase II, yang menyambungkan stasiun Bundaran HI menuju Kota Tua akan segera dilakukan. Pengerjaan proyek ini terbagi menjadi tiga segmen, yaitu CP 201, CP 202, CP 203. Dan di wilayah Jalan Thamrin hingga simpang Harmoni.

Rekayasa lalin stage 1 ini, jelas dia, akan berlaku mulai dari, Jumat 24 Juli hingga 30 November. Dia menjelaskan, rekayasa yang akan dilakukan diantaranya membuat detour/ pelebaran, kemudian pembongkaran halte Bus Transjakarta di dekat BI.

Sedangkan stage 2, diperkirakan pada 1 Desember 2020 sampai 30 Maret 2021. Area pekerjaan menggunakan median tengah jalan dan jalur Transjakarta. Namun pelayanan Transjakarta akan tetap berjalan dengan halte sementara yang dipindahkan di depan Wisma Mandiri.

Secara keseluruhan, terdapat 10 stasiun di lintasan MRT Fase II, mulai dari Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Mangga Dua, dan Ancol yang juga akan dibangun depo. Ia menuturkan pembangunan proyek MRT Fase II ini memakan biaya dua kali lipat dari Fase I, yakni Rp22,5 triliun karena seluruhnya akan dibangun di bawah tanah (underground).

Selain itu juga akan dibangun melintasi situs bersejarah (heritage) dan akan menembus di bawah sungai mencapai 30 meter dari permukaan tanah. Sekaligus juga akan dibangun kawasan berorientasi transit (TOD) berbarengan dengan pembangunan konstruksi MRT Fase II.

Sumber : www.republika.co.id