Puasa Ramadhan Bagi Penderita Diabetes

Dr Daphne Su-Lyn Gardner, Konsultan Senior dari Endocrinology Departement Singapore General Hospital melalui healthexchange.com memaparkan beberapa tips yang bisa Abang None lakukan di bulan Ramadan.

1. Boleh tidak berpuasa jika Anda tidak sehat

Surat Al-Baqarah 184-185 mengatakan dengan jelas bahwa berpuasa Ramadhan tidak diwajibkan jika Anda memiliki penyakit kronis atau jika hal tersebut membahayakan atau menyakiti Anda. Misalnya, jika Anda membutuhkan insulin setiap beberapa waktu, memiliki kegagalan fungsi organ, atau sedang hamil. Anda bisa mengganti puasa ramadan dengan bersedekah atau menggantinya di lain hari.

2. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum Ramadhan

Penting untuk berdiskusi dengan dokter yang mengetahui riwayat penyakit Anda setidaknya dua bulan sebelum Ramadan. Dengan begitu Anda bisa memahami bagaimana cara berpuasa yang aman serta memiliki waktu yang leluasa untuk melakukan penyesuaian pada rutinitas obat diabetes Anda sebelum memasuki Ramadan. Jangan memberhentikan atau menyesuaikan obat-obatan Anda tanpa berkonsultasi pada dokter.

3. Lakukan uji coba

Uji cobalah kemampuan diri Anda untuk berpuasa sebelum Ramadhan. Anda bisa melakukan puasa sunah untuk mengidentifikasi masalah yang bisa muncul saat Anda berpuasa Ramadhan. Berdiskusilah dengan dokter Anda.

4. Jangan melewatkan sahur

Anda tidak boleh melewatkan makan sahur. Jika Anda melewatkan sahur sebaiknya Anda tidak berpuasa. Makanlah dalam jumlah yang cukup saat sahur.

5. Monitor gula darah Anda saat Anda berpuasa

Memonitor sendiri gula darah Anda bisa Anda lakukan bahkan di bulan Ramadan. Faktanya, hal ini penting jika Anda ingin berhasil berpuasa sebulan penuh.

6. Minum 8 gelas air tanpa gula

Cobalah untuk meminum cairan dalam jumlah yang cukup (pilih cairan tanpa gula) selama sahur dan berbuka puasa untuk mengganti cairan yang hilang di siang hari. Usahakan Anda bisa meminum 8 gelas air dalam satu hari.

7. Berhati-hati pada gejala gula darah tinggi, gula darah rendah, dan dehidrasi berat

Anda harus bisa mengenali gejala gula darah tinggi, gula darah rendah, dan dehidrasi berat. Berikut tanda Anda perlu berhenti berpuasa.

  • Gula darah < 4,0 mmol/L saat berpuasa
  • Gula darah > 16 mmil/L
  • Menampakkan gejala hipoglisemia (gula darah rendah): tremor, keringat berlebih, jantung berdebar, merasa lapar, pusing, gemetar, dan sulit berkonsentrasi.
  • Menampakkan gejala dehidrasi: pusing dan sulit berkonsentrasi.

8. Segeralah berbuka

Berbuka puasa harus disegerakan dan tidak boleh ditunda. Jangan makan terlalu banyak dan pilih menu makanan yang baik saat berbuka untuk menghindari lonjakan gula darah Anda.

Sumber : www.sinarharapan.co