Nyang Diputer Saat Ini

Judul

Artis

Nyang Lagi Tayang

Kopi Betawi

06:00 10:00

Nyang Lagi Tayang

Kopi Betawi

06:00 10:00


Polisi selidiki video viral dugaan oknum Brimob banting anak kucing

Written by on 05/11/2020

Jakarta (ANTARA) – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono mengatakan pihaknya sedang menyelidiki adanya video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan pria berseragam Brimob membanting kucing ke parit.

“Apabila pria tersebut merupakan anggota Brimob, akan ada hukuman baginya, yakni sanksi kode etik profesi Polri dan etika kepribadian,” kata Awi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa Polri sedang menyelidiki video tersebut.

Kalau betul yang di video adalah oknum anggota Brimob, lanjut Awi, tentunya akan ditindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Viral, pengendara mobil buang karung sampah ke Kalimalang Bekasi

Bila terbukti bersalah, oknum tersebut bisa dijerat dengan pelanggaran atas Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, etika kepribadian sebagaimana Pasal 11 Huruf c.

“Setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai nilai kearifan lokal, dan norma hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, video berdurasi 13 detik viral di media sosial Instagram.

Video itu memperlihatkan oknum anggota Brimob yang membanting anak kucing ke parit.

Pria yang memakai seragam dinas Brimob itu terlihat santai usai melemparkan anak kucing.

Video tersebut pun menuai banyak komentar kemarahan dari warganet.

Dari pantauan ANTARA, video tersebut awalnya dibagikan oleh akun instagram @christian_joshuapale.

Baca juga: Viral video asusila mirip Adhisty Zara, manajer belum mau komentar

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber :https://www.antaranews.com/berita/1822648/polisi-selidiki-video-viral-dugaan-oknum-brimob-banting-anak-kucing


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *