PLTA Batang Toru Berkomitmen Melindungi Orangutan di Kawasan Proyeknya

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru menyatakan kembali komitmennya melindungi orangutan yang di luar kawasan konservasi dan kawasan sekitar area kerja PLTA di Tapanuli Selatan Sumatera Utara. Sebagai upaya agar perlindungan orangutan Iebih efektif, PLTA Batang Toru bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan kelompok-kelompok lingkungan hidup termasuk organisasi internasional PanEco.
Kehadiran PLTA Batang Toru sangat penting untuk lingkungan hidup terutama menjaga kelestarian bumi dari ancaman perubahan iklim. Proyek ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam mengurangi pemanasan global melaiui pengurangan emisi karbon, suatu implementasi dari Perjanjian Paris yang diratiflkasi oleh Pemerintah Indonesia dalam UU No.16/2016. Pembangkit listrik tenaga air Batang Toru diatur untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 1,6 2,2 MTon per tahun atau 4% dari target nasional dari sektor energi, setara dengan 12,3 juta pohon.

Menurut pengamat lingkungan hidup Emmy Hafild bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli, Selatan Sumatera Utara jangan dibenturkan dengan habitat orang utan karena kedua hal tersebut bisa saling berjalan secara harmoni.

“Kegiatan ekonomi masih dapat dilakukan dengan dampak minimal terhadap orang utan, bukan dengan melarang kegiatan ekonominya,” Ungkap Emmy Hafild kepada para wartawan di Jakarta, (22/9). Emmy mengemukakan pembangunan PLTA Batang Toru berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) yang sudah ditetapkan sejak 2004.

“Proyek ini mempunyai dampak positif terhadap lingkungan yang luar biasa besar jika dibandingkan dengan perkebunan maupun pertambangan emas yang ada di sana. Penanganan orangutan di kawasan ini harus dengan strategi perlindungan satwa langka yang berada di luar kawasan konservasi. Kegiatan ekonomi masih dapat dilakukan dengan dampak minimal terhadap orang utan, bukan dengan melarang kegiatan ekonomi” tambah Emmy.
Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufic mengatakan tidak benar PLTA Batang Toru tidak berkomitmen melindungi orangutan terutama seperti yang banyak dituduhkan dalam kasus penganiayaan orangutan yang terjadi di sekitar ekosistem Batang Toru. “Kami siap membantu jika dibutuhkan. Selama ini PLTA Batang Toru juga terus berkoordinasi dengan BKSDA, kelompok-kelompok lingkungan hidup dan masyarakat,” kata ujar Firman.

PLTA ini mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 1,6 juta ton karbon setiap tahun di udara dengan menghasilkan energi bersih tanpa polusi.
‘Program energi kita ini untuk menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menghasilkan karbon lebih tinggi dibandingkan PLTA,” tambah Firman.

Sementara itu, Senior Adviser on Environment and Sustainability NSHE Agus Djoko lsmanto mengatakan terdapat beberapa langkah nyata yang dilakukan PLTA Batang Toru dalam melindungi orangutan, diantaranya membentuk tim monitoring bersama.

Kemudian, melaksanakan kebijakan zero toleran terhadap perburuan kepada seluruh pekerja Pengaman satwa yang hasilnya “zero accidence” satwa di areal provek.

PLTA Batang Toru juga merekrut ahli orangutan, dan melakukan pengkayaan tanaman pakan di areal koridor. Perusahaan juga berencana mendukung upaya penanganan konflik satwa di luar areal PLTA antara lain dengan mendukung rehabilitasi kebun yang terganggu oleh satwa. Untuk menghubungkan habitat yang terpisah dibangun juga jembatan perlintasan satwa arboreal.
‘PLTA Batang Toru juga meIakukan pendidikan masyarakat mengenai bagaimana menangani orangutan ketika sedang turun di kebun sehingga tidak terjadi penembakan Iagi. PLTA Batang Toru juga siap bekerja sama dengan pihak-pihak Iain untuk menyelamatkan orangutan.

Sumber : North Sumatra Hydro Energy